
Malam hari di Makassar
"Gara-gara ada beberapa urusan, terpaksa kita disini selama seminggu, kasian juga Abi kamu ditinggal sendiri selama itu" kata Ummi Ulfa saat berada di dalam mobil yang di bawa oleh Paman Abu menuju Bandara Sultan Hasanuddin ditemani sang istri.
"Tidak papa Ummi, yang penting semua urusan kita beres" kata Yusuf sambil mengetik sebuah pesan kepada Yasmin yang memberitahukan kalau hari ini ia pamit duluan ke Jakarta.
"Yusuf, kapan kamu akan melamar Yasmin? Ummi harap kamu tidak berlama-lama dalam ta'arruf" kata Ummi Ulfa menoleh ke Yusuf yang berada di sampingnya.
"Insya Allah Ummi, Yusuf akan memberikan waktu kepada Yasmin untuk mengenal Yusuf, setelah itu jika Yasmin bersedia, maka Yusuf akan langsung melamarnya.
"Wah.. bahasamu ituloh Yus, rupanya manusia dingin sepertimu bisa luluh juga oleh seorang gadis" gumam Ummi tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah, Yusuf bersyukur karena gadis itu adalah Yasmin" kata Yusuf tersenyum.
Tring (Suara Hape Yusuf)
Mata Yusuf seketika melotot saat ia mengetahui bahwa saat ini Yasmin sedang berada di bandara, ia juga akan kembali ke Jakarta malam ini.
__ADS_1
"Ummi,, Yasmin ada di bandara, katanya ia juga akan kembali ke Jakarta malam ini" gumam Yusuf.
"Benarkah? bagus lah kalau begitu, artinya Ummi punya teman cerita nanti saat di pesawat" kata Ummi Ulfa senang.
Saat di bandara, Ummi dan Yusuf sudah berada di ruang tunggu, tentu saja Yasmin juga berada di sana. Ia duduk di samping Ummi sambil bercerita beberapa hal dengan Ummi, sesekali mereka berdua tertawa, entah apa yang mereka bicarakan, tapi saat ini, keberadaan Yusuf seperti orang asing yang tidak dipedulikan oleh dua wanita beda generasi tersebut.
--
Pagi hari di RS A
"Sus, dokter Yusuf dimana yah? kok bukan dia yang selalu datang memantau keadaanku?" tanya Riska yang saat ini sedang menjalani rawat inap di RS karena positif DBD.
"Dokter Yusuf sedang cuti bu, katanya dia sedang ada urusan di Makassar" kata suster tersebut.
"Makassar? ngapan mas Yusuf ke Makassar?" batin Riska penasaran.
"Suster, apa aku boleh jalan-jalan di taman? aku ingin hirup udara segar" kata Riska. Keadaan Riska memang sudah semakin membaik sehingga ia sudah bisa jalan-jalan sendiri ke taman.
__ADS_1
Saat di taman, ia melihat Yasmin.
"Eh, itu kan Yasmin, ngapain dia disini pagi-pagi?" monolog Riska saat melihat Yasmin berjalan di taman, ia terus mengamati pergerakan Yasmin hingga ia duduk di kursi taman, namun, tiba-tiba dada Riska bergemuruh saat ia melihat Yusuf datang menghampirinya dengan membawa sebuah kotak makanan. Mereka nampak sedang berbincang sebentar lalu pergi secara terpisah dari taman.
"Kenapa mas Yusuf membawakan Yasmin makanan yah?, apa hubungan mereka?" monolog Riska penasaran. Ada rasa tidak rela saat Yusuf dekat dengan gadis lain, apalagi Yasmin.
Riska akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Saat dalam perjalanan, ia mendengar beberapa suster sedang membicarakan Yusuf.
"Sepertinya dokter Yusuf memiliki hubungan istimewa dengan anak PKL di IFRS itu deh" kata suster Eka.
"Iya, tadi aku lihat dia bertemu di taman, tidak biasanya dokter dingin dan kaku itu bertemu dengan cewek. Mungkin mereka sedang pacaran" timpal suster Clara.
"Aisss aku nggak rela kalau dokter Yusuf pacaran dengan cewek lain, kan aku yang duluan suka sama dokter Yusuf, kenapa malah jadian sama anak PKL itu" kata suster Mira menggerutu kesal.
"Apakah anak PKL yang mereka maksud itu Yasmin? jika memang benar berarti Yasmin pacaran sama mas Yusuf, tapi masa sih, bukannya Yasmin dilarang keras pacaran oleh Ayahnya? atau jangan-jangan...." monolog Riska lalu ia naik ke atas ranjang "nggak nggak, nggak, apapun itu, aku nggak akan membiarkan mereka dekat" lanjutnya dengan tatapan tajam.
-Bersambung-
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.