Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
39. Bekerja Sama


__ADS_3

"Aku bosan dengan menu makanan RS, sebaiknya aku jalan-jalan aja ke kantin RS, siapa tau ada yang jual bakso" monolog Riska, kemudian berjalan menuju kantin RS.


Saat hampir tiba di kantin, langkah Riska terhenti, sayup-sayup suara orang berdebat mengganggu pendengarannya. Riska mencoba mempertajam pendengarannya, ia memicingkan mata saat ia merasa mengenal suara tersebut.


Dengan langkah hati-hati, ia mendekat dan mengintip, benar saja, itu adalah Yasmin dan suster yang tadi sempat ia lihat sedang membicarakan Yusuf.


"Ternyata bukan cuma aku yang tertarik dengan Mas Yusuf, apa aku ajak dia kerja sama saja kali yaa?" batin Riska.


Setelah melalui sedikit perdebatan, Yasmin pergi meninggalkan suster Mira. Riska yang melihat suster tersebut hendak pergi, lalu menghadang suster tersebut.


"Ada apa? apa ada yang bisa dibantu?" tanya suster Mira mencoba kembali bersikap profesional pada Riska yang ia duga sebagai pasien melalui baju yang ia kenakan.


"Nggak kak, cuma mau menawarkan kerja sama dengan kakak" kata Riska sembari tersenyum.


Suster Mira mengernyitkan alisnya "Maksudnya apa yah?"


"Tadi aku tidak sengaja mendengar kakak berdebat dengan Yasmin, kebetulan aku juga memiliki dendam padanya, jadi aku ingin mengajak kerja sama dengan kakak untuk menyingkirkan Yasmin" kata Riska dengan senyum liciknya.


Suster Mira nampak berpikir, ia tidak ingin mencelakai orang lain, namun di sisi lain ia juga tidak rela jika ada yang memiliki Yusuf selain dirinya.


Bisa dikatakan, Mira tidak hanya menyukai, namun juga terobsesi memiliki Yusuf yang sudah bertahun-tahun ia kejar namun hanya sikap dingin yang ia terima.


"Jika untuk membunuh, maaf aku nggak mau, tapi jika menjebak atau hanya melukai mungkin bagus juga asal dia nggak menghalangi aku mendapatkan Yusuf" Riska bergidik ngeri mendengar perkataan Mira, pasalnya ia juga adalah saingannya dalam mengejar cinta Yusuf. Namun, keinginan balas dendam dalam hatinya lebih besar dari mengejar cintanya saat ini.


'Setelah balas dendamku selesai barulah aku cari cara untuk mengambil cinta mas Yusuf kembali' itulah yang dipikirkan Riska saat ini.


"Baiklah kak, nanti aku akan menghubungi kakak jika aku sudah keluar dari RS ini" kata Riska tersenyum licik. "Oh iya, namaku Riska kak" lanjutnya sambil mengulurkan tangannya.


"Mira" ucap suster Mira lalu menjabat tangan Riska.


--


Sore hari Di Restoran X


"Aku harus ke RS menemui Yusuf untuk meminta informasi tentang cewek galak itu" kata Wildan memainkan pulpennya.


*Flashback*

__ADS_1


Hari Minggu (2 hari setelah kepulangan Ummi Ulfa dan Yusuf dari Makassar. Wildan datang untuk mengambil ole-ole yang di bawa Ummi Ulfa untuk Ibu Sukma.


"Nak Wildan, bagaimana? apa calon istri kamu sudah ada? kata Ibumu ia sudah sangat mengharapkan kamu menikah" tanya Ummi Ulfa saat sedang berada di ruang keluarga bersama Abi, Yusuf dan Wildan.


"Belum Ummi, ini juga Wildan masih ikhtiar"


"Apa kamu mau Ummi bantu carikan?"


"Tidak usah Ummi, kalau Ummi mau cari, mending untuk Yusuf saja" kata Wildan melirik Yusuf.


"Yusuf sudah ada nak, kemarin waktu di Makassar, Yusuf ke rumah gadis itu untuk meminta izin kepada orang tuanya agar dibolehkan melakukan ta'arruf dengan putrinya" terang Ummi yang seketika membuat Wildan melotot.


"Serius Ummi?" kata Wildan melihat Ummi Ulfa, "serius loe Yus?" lanjutnya melihat ke Yusuf dengan tatapan seolah meminta penjelasan tentang ini semua.


Yusuf mengangguk mengiyakan, "Namanya Yasmin, dia itu mahasiswa Farmasi yang lagi PKL di RS A. Oh iya, loe pasti tidak menyangka, kalau dia adalah sahabat dari cewek yang loe bilang cewek galak itu" lanjutnya menjelaskan.


Dada Wildan bergemuruh mendengar sebutan cewek galak, entah kenapa dan apa yang dia rasakan saat itu, namun itu berhasil membuatnya gelisah sampai saat ini.


*Flashback off*


Kini Wildan telah sampai di delan RS A, tempat Yusuf bekerja. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruangan Yusuf.


"Masuk" suara Yusuf dari dalam ruangannya.


"Assalamu 'alaikum mas dokter yang tampan" kata Wildan seraya masuk ke dalam ruangan Yusuf.


"Astaga.. aku pikir tadi perawat yang datang, ada apa kamu kemari sore-sore gini, pasti ada maunya, iya kan?" tanya Yusuf setelah menghentikan aktivitasnya membaca berkas pasien.


"Ih pak dokter pintar bangat sih, pantas aja jadi dokter" celoteh Wildan lalu duduk tanpa permisi di sofa.


"Emang kamu mau apa?"


"Anu.. hmmm gini Yus, aku boleh nggak bicara sama calon kamu itu? aku pengen nanyain sesuatu" kata Wildan pelan-pelan.


"Emang kamu mau nanya apa? kasi jelas dong, atau jangan-jangan kamu mau merayu Yasmin lagi" sarkas Yusuf.


"Astaghfirullah nih anak bawaanmya suudzon mulu deh, aku cuma mau nanyain tentang cewek galak itu, soalnya beberapa hari ini dia udah buat aku gelisah terus" kata Wildan jujur.

__ADS_1


"Kamu suka sama dia?"


"Kalau suka aku nggak tahu Yus, tapi sejujurnya aku tertarik sama dia"


"Emang ada bedanya suka dan tertarik?"


"Yaa adalah, masa kamu yang udah ta'arruf nggak tahu bedanya sih"


"Aku serius nanya Udiiin"


"Yaa aku juga serius jawab Bambaang"


"Tau aah.. kamu mending balik aja sana, kesel aku lihat muka lu" kata Yusuf membuat Wildan frustasi.


"Astaghfirullah, kamu lagi datang bulan yah? sensi amat"


"Bukan datang bulan yang buat aku kesel, tapi datang tamu kayak lu" jawaban Yusuf malah semakin membuat Wildan kesal.


"Allahu akbar, perasaan tadi cuma masalah suka dan tertarik deh, kenapa sampai panjang begini sih urusannya, udah kayak ngomong sama cewek yang lagi ngambek deh aku" batin Wildan mengusap kasar wajahnya.


"Oke aku ngalah, suka sama aja dengan tertarik oke?" kata Wildan kemudian.


"Persamaannya apa" tanya Yusuf lagi membuat Wildan semakin dongkol


"Bunuh aku aja Yus!" kesal Wildan kehabisan kata-kata.


"Hahahahaha" tawa Yusuf menggelegar di seluruh ruangan tesebut. Ia benar-benar merasa puas udah ngerjain sahabatnya itu.


"Kurang ajar kamu Yus, coba aku nggak butuh bantuan calon lu, udah aku penyet kamu dari tadi" dengus Wildan dalam hati.


"Oke, aku kasi tahu dia dulu, mumpung dia belum pulang, untung kamu datang sebelum jam pulang" kata Yusuf sambil mengirimkan sebuah pesan kepada Yasmin.


Beberapa menit kemudian, hape Yusuf berbunyi menandakan pesan masuk.


"Apa katanya" tanya Wildan tidak sabar.


"Dia akan ke taman RS 5 menit lagi, ayo kita kesana duluan biar dia nggak menunggu" kata Yusuf lalu menyimpan jas dokternya dan menarik Wildan keluar ruangannya.

__ADS_1


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


__ADS_2