
"Sudah ku katakan jangan pernah melibatkan aku dalam masalah yang kamu ciptakan sendiri. Kenapa sekarang kamu malah mendatangi tempat kerjaku?" geram Mira kepada Riska.
Sore ini, Riska datang untuk meminta Mira membantunya bersembunyi dari Polisi sebab ia tidak begitu mengenal banyak orang di Jakarta. Perangai Riska yang terlalu selective dalam memilih teman membuatnya sulit memiliki teman akrab.
Mereka sedang berbicara di tangga darurat untuk menghindari telinga orang-orang yang bisa saja membahayakan mereka.
"Tidak bisa begitu kak, kita sudah bersepakat bekerja sama untuk menjebak Yasmin kan? seharusnya kita juga bekerja sama untuk menghindari polisi" kata Riska mulai kesal.
"Tidak! aku tidak ingin lagi bekerja sama denganmu, lebih baik kamu pergi dari sini" ketus Mira lalu pergi meninggalkannya sendiri di tangga darurat.
"Ish.. menjengkelkan sekali dia" Riska benar-benar sangat dongkol dibuat Mira. "Lihat saja siapa yang akan tertangkap duluan" lanjutnya tersenyum licik.
Riska akhirnya juga pergi melalui pintu tangga darurat yang Mira lewati sebelumnya, tanpa sepengatahuan Mira maupun Riska, Yusuf saat ini berada dibalik pintu tersebut. Sayangnya Yusuf tak dapat mendengar semua percakapan mereka berdua.
--
Jam menunjukkan Pukul 22.00.
Yasmin merasakan ada yang mengelus lembut wajahya, sesekali ia mendengar suara tangis yang tertahan di dekatnya.
Perlahan ia membuka matanya, wajah sang Ibu kini berada dihadapannya, wajah yang begitu teduh dan memancarkan kasih sayang.
Yasmin menutup kembali matanya, ia berharap ini bukan mimpi, kembali ia membuka matanya, dan dihadapannya masih menampilkan wajah orang yang sama, wajah seorang wanita yang sangat ia rindukan dan ingin ia peluk saat ini.
"Ibu" panggilnya lirih sembari bangkit dari tidurnya.
"Iya nak, ini ibu" jawab Ibu Hafsah
"Ibu" panggilnya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Iya nak, ini Ibu sayang, Ibu datang untukmu nak" kata Ibu Hafsa lalu memeluk putri sulungnya dengan penuh kasih sayang.
Sesaat, ruangan yang tadi hening kini terisi kembali dengan suara tangisan Yasmin. Hanya ada mereka berdua di kamar saat ini. Ummi Ulfa dan yang lain sedang berada diluar kamar, mereka sengaja memberikan kesempatan kepada Yasmin dan Ibunya untuk melepas rasa rindu dan sesak dalam hatinya.
"Yan, sebaiknya kamu pulang saja, kamu pasti lelah" kata Anna kepada Ryan yang memang sudah terlihat sangat lelah.
Sebenarnya, bukannya Ryan tidak ingin pulang, namun karena Wildan masih berada disana, ia takut Wildan akan gencar mendekati Anna saat ia tidak ada.
Ryan terdiam sejenak lalu melirik ke arah Wildan yang sejak tadi sudah beberapa kali menguap.
"Kayaknya Wildan juga sudah sangat ngantuk, bagaimana jika kami pulang bersama saja" kata Ryan langsung membuat Wildan melotot dan menatap tajam Ryan.
"Kenapa ngajak aku, kalau mau pulang yah pulang aja sana" ketus Wildan.
Bagaimana kekhawatiran Ryan terhadap Wildan, maka begitupun sebaliknya. Wildan saat ini sudah sangat lelah dan ngantuk, namun ia bersikeras bertahan di RS hanya karena Ryan masih berada di RS dan ia gengsi untuk meninggalan RS lebih dulu.
"Baik tante" kata Ryan
"Baik Ummi" kata Wildan.
Akhirnya mereka berbalik pulang, menyusuri lorong RS. Tak ada yang bersuara selama beberapa menit, hingga mereka sampai diparkiran, Ryan akhirnya memberanikan diri untuk bersuara.
"Anna... aku menyukainya" kata Ryan dengan suara rendah.
Wildan mengernyitkan alisnya "Kenapa kamu memberitahukannya padaku?" tanya Wildan heran.
"Karena aku merasa kamu juga menyukainya dan sedang berusaha menarik perhatiannya" jawab Ryan membuat Wildan tersenyum.
"Sebenarnya, aku tidak sedang menarik perhatiannya. Jika aku mengatakan bahwa aku tidak tertarik padanya maka benar, aku sedang berbohong. Aku berusaha selalu berada di dekatnya bukan untuk menarik perhatiannya, tapi aku ingin menjaganya dari orang-orang yang begitu mudah menyentuhnya sepertimu. Jika masalah dia suka atau tidak suka padaku, itu urusan Allah, aku yakin jika aku emang berjodoh dengannya maka aku pasti akan bersatu dengannya kelak" papar Wildan membuat Ryan terdiam sejenak.
__ADS_1
"Tunggu dulu, tadi kamu bilang orang-orang yang dengan mudah menyentuhnya sepertiku, apa kamu pernah melihatku menyentuhnya, padahal sejak tadi aku tidak pernah sama sekali menyentuhnya bahkan jika hanya menyentuh tangannya" elak Ryan.
"Apa menurutmu, menyentuh tangan wanita adalah hal yang sangat remeh? padahal jelas sekali dia bukan mahrammu yang bisa kau sentuh sesuka hati" kata Wildan langsung menohok ke dalam hati Ryan.
"Halaaah.. kata-katamu seperti orang yang tidak pernah saja menyentuh wanita, tidak usah terlalu sok suci deh, aku tahu apa yang aku lakukan, dan kamu tidak usah ikut campur" ketus Ryan lalu masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Wildan.
--
Keesokan paginya, dua wanita paruh baya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, jika Ibu Hafsah sedang menyiapkan baju ganti untuk Yasmin yang sedang mandi, maka Ummi Ulfa sedang menyiapkan sarapan yang tadi di beli Yusuf untuk Ibu Hafsah dan Ummi Ulfa yang tidak pulang ke rumah sejak tadi malam.
Ummi Ulfa memang sengaja tidak pulang, ia ingin menemani Ibu Hafsah menjaga Yasmin.
Sementara Yusuf, ia berada di ruangannya untuk mandi dan bersiap-siap memeriksa pasien.
Begitupun dengan Anna yang pulang ke rumah kontrakan pagi-pagi sekali untuk bersiap-siap ke kampus. Ia juga berencana ingin mengambil mogenya di hotel C yang sudah beberapa hari tinggal disana.
Tok tok tok
Ummi Ulfa membuka pintu kamar Yasmin saat ia mendengar ada yang mengetuk pintu, ternyata yang datang adalah polisi.
Beberapa saat kemudian, Yusuf datang setelah ditelfon oleh Ummi Ulfa.
"Bagaimana hasil penyelidikannya pak" tanya Yusuf.
"Kami telah memeriksa beberapa rekaman CCTV yang berada di sekitar club malam dan hotel C, dari rekaman tersebut, terlihat ada dua orang wanita yang membawa nona Yasmin ke club malam tersebut. Kami telah mengetahui identitas salah satu dari wanita tersebut karena di CCTV wajahnya terlihat jelas. Sementara Wanita yang satunya wajahnya tidak begitu jelas karena menggunakan topi, kami masih berusaha mengidentifikasinya dan mencocokkannya dengan rekaman CCTV di tempat lain yang pernah ia lalui."
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
__ADS_1