
"Ameer.. dede triplet itu bukan barang yang bisa dibagi-bagi sayang, dede itu anak bayi yang harus selalu bersama ibunya, dan ibunya dede triplet itu ya aunty Yasmin," terang Anna lalu menggendong Ameer.
"Tapi Ibu, Ameer mau punya dede juga, biar ada yang Ameer temani main," rengek Ameer dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ameer bisa kok jenguk dedenya nanti dirumah uncle Yusuf dan aunty Yasmin," bujuk Anna.
Ameer tidak menjawab, kini ia hanya tertunduk lesu dengan bibir manyun dan mata yang mulai berembun.
"Ameer mau tidak lihat dede tripletnya?" ajak Wildan datang menghampiri Ameer yang berada dalam gendongan Anna.
"Mau-mau," jawab Ameer antusias.
"Ya udah, sini ayah temani." Wildan mengambil Ameer dari Anna lalu beralih melihat Yusuf dengan kodenya untuk dibawa ke ruang bayi tempat babynya di rawat.
Mengerti akan tatapan Wildan, Yusuf pun izin pamit, "Ummi, Abi, Anna, titip Yasmin dulu yah sebentar, kami mau ke kamar bayi." Mereka bertiga mengangguk menanggapi perkataan Yusuf.
Kini Yusuf, Wildan dan Ameer telah berada di kamar bayi, nampak ada beberapa inkubator bayi yang berjejer.
"Anak kamu yang mana Yus?" tanya Wildan.
"Yang ini, ini dan ini," tunjuk Yusuf pada ketiga bayinya.
"Masya Allah, 2 laki-laki dan 1 perempuan, namanya siapa Yus?"
"Yang pertama Rahul Ad-Dzikra Yusuf, yang kedua Rabiah Al-Hafizhah Yusuf, dan yang ketiga Rahil Al-Fikra Yusuf."
__ADS_1
"Oke Ameer, kalau gitu, kita panggil dedenya triple R, bukan lagi dede triplet oke?" ujar Wildan kepada Ameer.
"Oke Ayah," jawab Ameer dengan memberikan kode OK dengan tangan mungilnya.
-
Satu minggu telah berlalu, meskipun pada hari ketiga pasca persalinan Yasmin telah dibolehkan pulang, namun ia tetap ingin tinggal di rumah sakit untuk stand by memberikan ASI kepada ketiga anaknya.
Yasmin saat ini sedang menjenguk ketiga anaknya yang masih dirawat di kamar bayi.
"Sayang, gimana kabar kalian? semoga kalian bertiga bisa segera pulang ke rumah yah, semua orang sudah kangen ingin melihat kalian," lirih Yasmin tersenyum sambil menatap ketiga anaknya bergantian.
Tak lama setelah itu, Yusuf yang baru saja menemui dokter Ayu, dokter spesialis anak yang menangani anak-anaknya datang membawa kabar gembira.
Yasmin seketika berdiri menghadap ke Yusuf dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, "alhamdulillah.. akhirnya."
"Sekarang ayo kita ke kamar dulu, aku akan membereskan berang-barang kita, setelah itu kita akan segera pulang ke rumah Ummi,"
"Baik kak," Yasmin tidak bisa menutupi kebahagiaannya hari ini. Ia kembali ke kamar dengan menggandeng lengan Yusuf dengan manja.
Sesampainya di kamar, rupanya Abi Hasan, Ummi Ulfa, Ayah Syawal, dan Ibu Hafsah sudah menunggu mereka. Yusuf mulai membereskan barang-barang Yasmin dan Babies R sembari dibantu Ibu Hafsah. Yasmin juga ingin ikut membantu, namun di cegah oleh Ummi Ulfa.
"Kamu duduk saja, ibu nifas sebaiknya jangan banyak beraktivitas yah," ujar Ummi Ulfa lalu mengarahkan Yasmin duduk di sofa.
"Iya Ummi," jawab Yasmin patuh.
__ADS_1
Kini mereka telah menaiki mobil Yusuf, dan yang lain menaiki mobil Abi Hasan. Mereka semua pulang ke rumah Ummi Ulfa dan Abi Hasan bersama-sama.
Yusuf dan Yasmin telah bersepakat, untuk sementara mereka akan tinggal bersama Ummi karena dengan begitu Yasmin bisa berbagi dan sharing seputar merawat anak dengan Ummi, selain itu Yasmin juga tidak sendirian di rumah saat Yusuf berangkat kerja ke rumah sakit.
Mereka sampai dirumah tepat tengah hari. Yasmin terkejut saat mendapati kediaman mertuanya itu sangat ramai. Ia berjalan masuk sambil menggendong beby Rabiah, sementra Baby Rahul digendong Ummi Ulfa, dan Baby Rahil digendong Ibu Hafsah.
"Kejutan!!!" ucap Anna, Wildan, Yana dan Yani yang ternyata sudah menunggu kedatangan mereka sejak pagi.
Yasmin tercengang mendapati ruang tamu yang sudah di dekor sedemikian rupa khas anak-anak, di dinding terdapat tulisan nama ketiga anaknya dan di bawah nya terdapat 3 box bayi yang berjejer rapih. Rupanya, sejak kemarin babies R telah dibolehkan pulang, namun Yusuf menundanya untuk menyiapkan surprise acara aqiqahan sekaligus penyambutan Babies R pulang ke rumah.
Yasmin tak mampu berkata-kata, matanya mulai mengembun, bahkan beberapa bulir air mata telah berhasil lolos ke pipinya. Ia lalu berbalik menatap sang suami.
"Ini semua ide kakak?"
Yusuf mengangguk kecil dengan senyumannya, "gimana sayang? kamu suka?"
Yasmin mengangguk pelan, "iya kak, aku suka sekali, terima kasih banyak kak untuk semuanya." Air mata Yasmin semakin mengalir deras.
"Husst, kok nangis?" Yusuf mendekati Yasmin dan menghapus air matanya.
"Ini air mata terharu bahagia kak," ucapnya lalu memeluk sang suami dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggendong baby Rabiah.
"Sebagaimana kamu telah memberiku kebahagiaan dengan melahirkan ketiga anak kita, maka surprise ini adalah bentuk kecil dari usahaku untuk membahagiakanmu sayang."
-Bersambung-
__ADS_1