
"Masya Allah, kamu cantik sekali nak, nama kamu siapa?" tanya Ibu Sukma dengan senyuman manisnya.
"Terima kasih tante, nama saya Anna, Anna Embong Bulan," jawab Anna tersenyum kikuk.
"Apa ini? apa maksud Wildan mengajakku duduk semeja dengan ibunya? aduh.. mana aku gugup banget lagi," batin Anna gelisah.
"Kamu kenapa Ann?" tanya Wildan bingung melihat Anna yang nampak gelisah.
"Hmm nggak kok, aku nggak kenapa-napa," jawab Anna memaksakan senyumnya.
"Oh iya Ann, bukankah selama ini kamu mecariku karena ingin meluruskan masalah kita bulan lalu," tanya Wildan lagi.
Anna nampak ragu untuk mengutarakan permintaan maafnya di hadapan Ibu Wildan.
"Ann," panggil Wildan membuyarkan lamunan Anna.
"Eh iya.. anu.. se-sebenarnya, aku ingin minta maaf sama kamu atas kejadian bulan lalu di Toraja. Aku nggak mempercayaimu dan aku malah menuduhmu tanpa terlebih dahulu mencari tahu kebenarannya," terang Anna.
Wildan tersenyum. "Makasih Ann." tukas Wildan membuat Anna mengernyit bingung.
"Makasih untuk apa?" tanya Anna bingung.
"Makasih karena sudah berusaha mencariku untuk minta maaf," jawab Wildan.
"Oh.. i-iya. Memang itu yang harus aku lakukan kan.." tukas Anna sedikit salah tingkah karena di tatap oleh Wildan dan Ibunya.
"Alhamdulillah kalau masalah kalian sudah selesai. Sekarang kalian makan dulu yah," sela Ibu Sukma mempersilahkan mereka makan terlebih dahulu.
--
__ADS_1
"Kamu kenapa dek?" tanya Yusuf yang sejak tadi melihat Yasmin memegangi perutnya sambil meringis.
"Ini kak, perutku sakit sekali, sepertinya.." Yasmin ragu melanjutkan perkataannya.
"Hmm? sepertinya kenapa dek?" tanya Yusuf sembari mengusap lembut perut Yasmin dan itu berhasil membuat Yasmin semakin kikuk.
"Dek?" Yusuf mengulangi panggilannya karena tidak mandapat respon dari Yasmin.
"Eh.. ini kak, aku.. aku sepertinya datang bulan kak," tukas Yasmin malu-malu.
"Oh, kirain tadi kenapa.. kamu mau minum air hangat? biar aku ambilkan" tawar Yusuf.
"Nanti aja kak, sekalian tunggu acaranya selesai dulu, tanggung, nanti aku malah kebelet pipis lagi," ujar Yasmin.
"Ya udah, sini aku usap-usap lagi perutnya kalau gitu," tawar Yusuf.
"Eh.. nggak usah kak, malu sama orang banyak," tolak Yasmin halus.
"Sudah halal bukan berarti boleh mempertunjukkan kemesraan depan umum kan kak," cicit Yasmin.
"Masya Allah, pinter banget sih istriku," puji Yusuf gemas, lagi-lagi wajah Yasmin bersemu merah mendapat panggilan 'istriku' dari Yusuf.
"Kak.. lihat deh disana, Anna dan kak Wildan lagi makan bersama", tunjuk Yasmin mengalihkan keadaan yang mulai terasa canggung baginya.
"Iya... aku bilang juga apa, mereka pasti segera bertemu," ujar Yusuf ikut memperhatikan aktivitas sahabatnya dan sahabat istrinya itu.
-
"Maaf tante, Wildan, kalau gitu aku permisi dulu," pamit Anna hendak beranjak dari tempatnya karena telah menyelesaikan makannya.
__ADS_1
"Tunggu dulu Ann," tahan Wildan menghentikan Anna beranjak dari tempatnya.
"Iya, ada apa?" tanya Anna.
"Hmm.. masih ada yang ingin aku sampaikan padamu," ujar Wildan sambil melirik Ibu Sukma seolah meminta persetujuan sesuatu.
Ibu Sukma yang paham akan maksud dari lirikan putranya itu, langsung mengagguk sambil tersenyum menyetujui apa yang akan dilakukan Wildan.
"Apa?" tanya Anna lagi.
"Maaf yah, mungkin ini terkesan mendadak, tapi aku tidak ingin lagi dianggap bersaing dengan orang lain." Anna mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Wildan.
"Maksud kamu apa?"
"Aku ingin mengajakmu menikah Ann," tukas Wildan dengan mimik wajah serius.
Anna terdiam sejenak.
"Kamu... kamu serius?" tanya Anna memastikan.
"Apakah kamu berpikir aku bercanda dihadapan Ibuku?" Wildan bertanya kembali.
Anna kembali terdiam.
"Jika kamu belum bisa menjawab sekarang, nggak papa aku bisa kasi kamu waktu berpikir... atau jika kamu memang tidak mau, aku juga tidak akan memaksamu," tutur Wildan harap-harap cemas menanti jawaban Anna.
"Hmm.. maaf Wildan...
-Bersambung-
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.