
Ketika hati mulai berlabuh, bersandar pada Sang Pemilik Skenario, tiap detik akan terasa lebih indah, tak akan ada rasa kecewa, sebab semua telah berpasrah pada-Nya.
Hanya Dia sebaik-baik pembuat skenario, yang senantiasa menyisipkan kemudahan dibalik kesulitan, keindahan dibalik ketakutan.
Ketakutan yang kemarin sempat menghantui, kini menjadi keindahan yang tiada tara. Rasa syukur senantiasa ku gemakan hanya pada-Nya, duhai Allah Yang Maha Baik.
(Yasmin Al-Thofunnisa)
--
Pagi ini, semua ikut sarapan bersama, baik Yusuf dan kedua orang tuanya, Yasmin dan keluarganya, hingga Anna yang kini juga ikut bergabung turut merasakan kebahagiaan di rumah itu.
Setelah sarapan bersama, kedua keluarga tersebut duduk kembali di ruang tamu untuk membicarakan bagaimana kelanjutan dari khitbah tadi.
"Jadi, kapan rencananya kalian akan menikah?" tanya Ayah Syawal pada Yusuf.
"Kalau dari saya pribadi, ingin secepatnya, tapi mengingat ada banyak persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu, jadi mungkin bulan depan, tapi itu tergantung bagaimana kesepakatan bersama kembali," tukas Yusuf.
"Hmm baiklah, memang sebaiknya niat baik segera dilaksanakan, kami juga setuju jika bulan depan kalian menikah, lebih cepat lebih baik," kata Ayah Syawal mengusap kepala Yasmin yang sejak tadi menunduk.
"Oh iya, apa pagi ini kalian jadi ke Toraja nak?" tanya Ibu Hafsah pada Yasmin.
"Insya Allah jadi bu" jawab Yasmin.
"Kalian ingin ke Toraja?" tanya Yusuf terkejut.
"Iya kak, aku ingin menemani Anna ke kampung halaman alm. Ayahnya untuk bersilaturrahmi sekaligus berlibur," terang Yasmin.
__ADS_1
"Wildan dan Ryan juga ikut?" tanya Yusuf lagi.
"Iya kak, sepertinya mereka berdua ingin mengambil hati keluarga Anna," seloroh Yasmin tanpa sepengetahuan Anna yang saat ini sudah kembali ke kamarnya setelah sarapan tadi.
"Sepertinya perjuangan Wildan akan lebih berat dari perjuanganmu Yus, karena dia punya saingan," celetuk Ummi membuat Yusuf mengulum senyum.
"Kak Yusuf memang tidak punya saingan kemarin Ummi, tapi aku yang punya saingan," tutur Yasmin terkekeh.
"Ya iyalah, orang ganteng gini pasti banyak yang kejar, tapi alhamdulillah; karena orang gantengnya malah ngejar kamu nak," seloroh Ibu Hafsah membuat semua orang terkekeh.
"Apa..." Yusuf sedikit ragu untuk melanjutkan. "Apa aku boleh ikut kalian ke Toraja?" lanjutnya kemudian.
"Tidak boleh" jawab ke empat orang tua tersebut bersamaan membuat Yusuf terkejut, sementara Yasmin hanya menahan tawa.
"Kok tidak boleh?" protes Yusuf.
"Kalau gitu, aku nikah siri saja sama Yasmin sekarang," cetus Yusuf seperti anak kecil yang selalu mencari cara agar bisa ikut jalan-jalan.
"Astaga ini anak, nggak sabaran sekali, itu sama saja, kalau nikah siri mendadak seperti ini, orang-orang akan berfikiran lain-lain tentang Yasmin." Ummi Ulfa tidak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya yang sudah dewasa tapi kadang kayak anak-anak.
"Hehe iya juga yah," cicit Yusuf menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Assalamu 'alaikum" kata Wildan dan Ryan yang baru tiba.
"Wa'alaikum salam" jawab semua orang yang ada di ruang tamu saat itu.
"Eh, Ummi, Abi, Yusuf, mau ke Toraja juga yah?" tanya Wildan polos, ia terkejut melihat mereka ada di rumah Yasmin pagi ini.
__ADS_1
"Nggak, kita mau jemput kamu pulang," kata Yusuf dengan raut wajah seriusnya.
"Loh, kok dijemput pulang sih? belum juga sampai di toraja udah dijemput pulang," protes Wildan seperti anak kecil.
"Ya kan kamu mau dinikahkan, jadi kamu harus pulang," tandas Yusuf membuat Ryan tersenyum bahagia.
"Nikah apaan sih? orang calonmya masih disini," lirih Wildan membuat semua orang yang ada disana terkekeh kecuali Ryan yang malah mendengus.
"Nah kan, ketahuan dia Ummi," lapor Yusuf pada Ummi Ulfa.
"Wildan, kalau memang mau ya lamar dia secepatnya," tukas Ummi Ulfa.
"Ya gimana mau lamar Ummi, masih ada batu penghalang yang harus dilewati," kata Wildan melirik Ryan yang sejak tadi kesal sendiri.
"Hey, maksud kamu apa melirikku seperti itu?" dumel Ryan.
"Nggak bro, santai, kita jalani aja dulu yah" celetuk Wildan.
"Ogah, aku punya jalan sendiri, kamu punya jalan sendiri," gerutu Ryan.
"Kenapa kalian malah terlihat seperti pasangan yang sedang putus yah," celetuk Yusuf membuat semua orang kembali tertawa.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
Dukung juga karyaku berjudul "BUKAN CINTA MONYET" yang sedang ikut lomba menulis kisah kasih di sekolah. Terima kasih 😄
__ADS_1