
Sore hari di Cafe Z, nampak dua wanita sedang berbicara serius, di tengah pembicaraan tersebut Riska menelfon seseorang yang ia kenal saat sedang di club malam bersama Yuda beberapa tahun lalu.
"Oke, jadi nanti aku yang akan langsung mengantarnya kepadamu. Kamu tinggal lakukan tugasmu dengan baik saja" kata Riska di akhir pembicaraannya dengan seseorang melalui telfon.
"Bagaimana Ris?" tanya Mira yang sejak tadi penasaran dengan apa yang dibicarakan Riska lewat telfon.
"Semua beres kak, kakak hanya perlu membantuku nanti membawa Yasmin ke club malam" kata Riska.
"Berarti malam ini rencanamu akan berjalan, iya kan?" tanya Mira memastikan dan diangguki oleh Riska.
"Baiklah, aku tunggu kabar baik dari kamu malam ini juga, aku harap kali ini dia benar-benar hancur dan menjauhkan diri dari Yusuf" kata Mira tesenyum licik.
--
"Rob, apa kamu masih punya VIP room yang kosong di club?" tanya Dave seorang casanova yang juga merupakan sepupu Robi.
"Tadi sih waktu aku cek disana masih ada, tapi nggak tau deh kalau sekarang, tumben kamu nyari VIP room, biasanya kamu langsung ke hotel kalau dapat mangsa". Tanya Robi.
"Ya aku hanya ingin mencoba suasana baru Rob. Eh kamu tahu nggak, cewek yang akan bersamaku malam ini sedikit spesial" kata Dave antusias.
Robi mengernyitkan alisnya "spesial gimana maksud kamu".
"Spesialnya karena baru kali ini aku dapat cewek yang berjilbab" kata Dave sembari menggerakkan tangannya ke kepala seolah menggambarkan jilbab.
"Masa sih? coba aku lihat fotonya? jangan-jangan dia cewek yang dijual lagi". Kata Robi penasaran.
"Nggak mungkin dijual, disini yang dapat duit kan aku, mungkin dia lagi ada masalah Rob, jadi butuh pelampiasan dengan mencari seseorang sepertiku" kata Dave sembari mengeluarkan hapenya dan memperlihatkan foto seorang gadis kepada Robi.
Robi mengernyitkan kembali alisnya ketika melihat foto itu "bukannya ini foto teman sekontrakan Anna yang pernah dia bawa nonton balapan yah? kok bisa? apa mungkin......" batin Robi tak melanjutkan kata-katanya.
"Hey Dave, kapan cewek nih akan kamu bawa ke club?" tanya Robi
"Malam ini sih katanya, tapi dia sendiri yang akan datang langsung ke club bersama temannya" terang Dave.
"Temannya? apa itu Anna?" batin Robi kembali.
Robi melihat arloji yang melingkar ditangannya dan waktu menunjukkan pukul 20.30 saat ini "Kok aku merasa ada yang nggak beres yah? gumam Robi, "aku telfon Anna aja deh kalau gitu" lanjutnya kemudian mengambil hapenya dari dalam saku celananya.
--
Sebelumnya, Pukul 19.45, Anna sedang membaca bukunya, sambil sesekali ia memperhatikan jam dinding yang semakin lama semakin membuatnya gelisah.
"Duh, Yasmin dimana sih? nggak biasanya tuh anak lambat pulang sampai jam segini" gumamnya khawatir.
"Aku telfon aja deh" monolog Anna sembari menelfon nomor Yasmin. "Kok nggak aktif sih, ck" lanjutnya berdecak.
"Atau aku susul dia ke RS aja kali yaa? perasaan aku nggak enak" kata Anna sembari mengambil jilbab instan dan jaketnya lalu menyambar kunci motornya.
__ADS_1
20 menit kemudian
Anna tiba di halaman parkir Rumah Sakit, ia langsung berlari masuk ke dalam RS dan mencari Instalasi Farmasi Rumah Sakit yang sering dikatakan Yasmin sebagai tempatnya bertugas.
"Permisi mbak, Yasmin ada?" tanya Anna kepada seorang staf yang ada disana.
"Yasmin sudah pulang sejak tadi sore dek" jawab staf tersebut.
"Astaghfirullah" Anna semakin khawatir "kalau ruangan dokter Yusuf dimana yah? apa dia masih disini?" tanyanya kemudian.
"Kayaknya dokter Yusuf masih ada, oh iya ruangannya ada di sebelah sana" jawab staf itu lagi sambil menunjuk ke sebuah ruangan.
"Terima kasih banyak mbak" kata Anna lalu berlari pergi ke ruangan tersebut.
"Siapa tau aja dokter Yusuf tau dimana Yasmin" batin Anna sambil berlari.
Tok tok (Anna mengetuk pintu)
"Masuk" suara Yusuf dari dalam ruangan
"Assalamu 'alaikum" ucap Anna sembari melangkahkan kakinya memasuki ruangan.
Yusuf tentu kaget melihat Anna masuk ke dalam ruangannya dengan nafas tersengal-sengal.
"Ada apa Anna? apa kamu sendirian kesini?" tanya Yusuf
"Maksud kamu apa Anna? Yasmin belum pulang?" Yusuf mengernyitkan alisnya bingung.
"Iya kak, Yasmin sampai sekarang belum pulang, padahal kata mbak disana, Yasmin sudah pulang sejak sore tadi, sudah berapa kali di telfon tapi nggak aktif" kata Anna.
"Astaghfirullah.. apa kamu tahu teman yang kemungkinan biasa dikunjungi Yasmin?" tanya Yusuf berusaha tenang.
"Nggak kak, Yasmin itu nggak pernah mengunjungi temannya sampai malam, apalagi sampai nggak ngabarin sama sekali" jawab Anna terus terang.
Yusuf mencoba menghubungi nomor Yasmin namun benar saja, nomornya masih tidak aktif dan itu membuatnya mulai merasa khawatir.
Dret dret (suara telfon Anna)
"Halo Rob.."
"Apa kamu berencana ke club malam ini bersama temanmu?" tanya Robi di seberang telfon.
"Maksud kamu apa Rob? kan kamu tahu sendiri kalau aku udah nggak kesana lagi, apalagi temanku itu" kata Anna
"Ann, barusan sepupuku beri tahu aku, kalau dia akan kedatangan cewek yang akan menemaninya malam ini, dan aku lihat foto cewek itu mirip dengan foto teman kamu yang pake jilbab" terang Robi.
"Apa? maksud kamu Yasmin kan? Yasmin nggak mungkin melakukan itu Rob, apa kamu yakin itu dia6?" Anna kembali bertanya.
__ADS_1
"Iya Ann, aku yakin dia itu teman kamu yang pernah nonton kamu balapan" jawab Robi.
"kamu dan Sepupu kamu dimana sekarang?"
"Sekarang aku masih dirumah tapi sepupu aku tadi udah ke club duluan".
"Oke. Makasih banyak infonya Rob. Oh iya tolong kirimin aku foto sepupu dan nomor hape sepupu kamu sekarang" kata Anna lalu mengakhiri telfonnya.
"Ada apa dengan Yasmin, Anna?" tanya Yusuf khawatir.
Anna lalu menceritakan apa yang disampaikan Robi kepadanya.
Yusuf sangat terkejut mendengarnya, "Nggak mungkin Yasmin melakukan itu, pasti ada yang nggak beres, ayo kita kesana sekarang" gumam Yusuf sembari mengambil jaketnya lalu berlari menyusuri lorong RS diikuti Anna di belakang.
"Hey Yus, ngapain kamu lari-lari? ada apa?" tanya Wildan yamg baru saja tiba di pintu depan RS karena ingin bertemu Yusuf.
"Bagus kamu ada disini, sekarang kamu ikut aku, Yasmin dalam bahaya!" kata Yusuf lalu menarik Wildan ke parkiran diikuti Anna dibelakang.
"Eh Anna, kamu juga ada disini?" tanya Wildan dan hanya di angguki oleh Anna.
Anna sudah tak mampu lagi berbasa basi, yag ada dipikirannya sekarang hanyalah Yasmin.
"Anna, kamu tahu club itu dimana?" tanya Yusuf
"Club? club apaan sih?" tanya Wildan, namun keberadaannya seolah-olah tidak terlihat. Semua yang ia tanyakan tidak dijawab, dan itu membuatnya sangat kesal.
"Tahu, kalian tinggal ikuti aku aja dari belakang, aku akan naik motor" jawab Anna.
Mereka pun berangkat bersama, dimana Anna berada di depan dengan mogenya dan Yusuf dan Wildan berada dalam satu mobil yang sama mengikut dibelakang Anna.
Wildan yang sejak tadi kesal sendiri tiba-tiba lupa penyebab kekesalannya saat melihat motor Anna melaju dengan kecepatan tinggi.
"Gila.. cepat banget motornya, kayak Valentino Rossi saja tuh anak. Cepetan Yus nanti kamu kehilangan jejaknya" kata Wildan dengan tatapan seriusnya ke depan.
"Kamu bisa diam tidak? ini aku lagi usaha dan fokus nih" kata Yusuf dengan raut wajah serius bercampur khawatir.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba di sebuah club malam.
"Ngapain kita kesini Yus?" tanya Wildan.
"Kan aku udah bilang tadi kalau Yasmin dalam bahaya" kata Yusuf kesal dengan Wildan yang sejak tadi bertanya terus.
"Kalian berdua ikuti aku" seru Anna.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
__ADS_1