
Yusuf mondar mandir di depan kamarnya sendiri. Ia mengingat perkataan Dimas tentang permintaan Riska untuk dipertemukan dengan Yasmin.
Disatu sisi Yusuf mencoba berpikir positif 'mungkin Riska ingin minta maaf', namun disisi lain Yusuf juga khawatir jika Riska akan kembali mencelakai istrinya itu, mengingat sudah dua kali Riska mencelakainya dan semua itu membuat Yasmin berakhir di rumah sakit dengan rasa takutnya.
"Kamu kenapa nak?" tanya Ummi Ulfa yang baru saja keluar dari kamar Yusuf bersama Ibu Hafsah.
"Nggak kok Ummi, Yasmin udah tidur?" tanya Yusuf mengalihkan pembicaraan.
"Iya, setelah minum obat tadi Yasmin langsung tidur," jawab Ummi Ulfa.
"Oh iya, Ummi, Ibu, Yusuf masuk dulu kalau begitu," lirih Yusuf dan dijawab anggukan oleh Ummi Ulfa dan Ibu Hafsah.
Yusuf berjalan menghampiri Yasmin yang tertidur di tempat tidur. Ia duduk perlahan disamping Yasmin.
"Cepatlah sembuh sayang, maka aku bisa lebih tenang," lirih Yusuf membelai rambut istrinya.
"Sekarang kamu bisa tenang sayang, karena Riska sudah berhasil ditangkap, hanya saja..-" Yusuf tak melanjutkan kata-katanya.
"Hufth," Yusuf menghembuskan nafasnya kasar.
Sambil menemani Yasmin yang tertidur, Yusuf menyempatkan membaca Al-Qur'an untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Mendengar lantunan Al-Qur'an dari suaminya, Yasmin membuka matanya perlahan. Ada perasaan tenang yang hinggap dihatinya setelah beberapa hari ini ia selalu merasa takut.
Yasmin tetap diam mendengarkan Yusuf membaca Al-Qur'an, hingga Yusuf menyelesaikannya, barulah Yasmin mulai berbicara.
"Kak.." Yusuf menoleh saat mendengar panggilan Yasmin.
"Iya sayang, ada yang kamu inginkan?" tanya Yusuf lembut.
"Kakak nggak ke rumah sakit?"
"Nggak, kakak ambil cuti beberapa hari untuk merawatmu disini,"
__ADS_1
"Tapi aku udah baikan kok kak,"
"Nggak papa, aku akan menemanimu disini sampai kamu benar-benar pulih dan tidak takut lagi.
" Aku udah nggak takut lagi kok kak, tenang saja,"
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Oh iya, tadi Dimas menelfon, katanya Riska sudah tertangkap."
"Alhamdulillah, semoga dia bisa berubah jadi lebih baik,"
"Tapi sayang, kata Dimas, Riska ingin bertemu denganmu,"
"Hmm.." Yasmin nampak berpikir sejenak, "baiklah kak, besok aja yah kita kesana,"
"Kamu nggak takut bertemu dengannya?"
"Nggak kak, lagian dia nggak mungkin berani sama aku kalau kakak ada disisiku kan?" Yasmin mengedipkan sebelah matanya pada Yusuf.
"Hehehe otodidak kak," gelak Yasmin.
Yusuf tertawa ringan sambil mengusap kepala Yasmin.
"Lihatkan, aku sudah pulih kak, jadi kakak bisa tenang. Dan mengenai Riska, tenang saja, insya Allah semua baik-baik saja," tukas Yasmin.
--
Keesokan paginya, di kantor polisi
"Kakak disini saja yah, biar Yasmin yang masuk," ujar Yasmin saat hendak masuk.
"Kenapa sayang? kakak nggak mau kalau sampai dia macam-macam di dalam sama kamu," terang Yusuf dengan raut wajah serius.
"Berikan dia privasi kak, mungkinada hal orivasi yang ingin dia sampaikan," kilah Yasmin membuat Yusuf mengangguk paham.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, langsung panggil kakak kalau ada apa-apa yah?" ujar Yusuf dan di jawab anggukan oleh Yasmin.
Yasmin akhirnya masuk seorang diri, sementara Riska sudah menunggu sejak tadi di dalam.
"Sekarang katakan, ada apa sampai kamu ingin bertemu denganku?" tanya Yasmin dengan ekspresi datar.
"Hmm.. Yasmin.. aku..aku ingin minta maaf atas semua yang sudah ku lakukan padamu, aku benar-benar menyesal," kata Riska lesu.
"Entahlah Ris, apakah aku masih bisa mempercayaimu atau tidak. Kadang aku ingin sekali membencimu tapi aku sadar benci hanya akan mengotori hatiku dan tidak akan memberikan aku manfaat apapun," ujar Yasmin dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Tolong percaya padaku Yas, aku benar-benar menyesal. Aku ingin minta maaf sama kamu." Mata Riska ikut memerah.
"Asal kamu tahu Ris, aku baru saja mengalami keguguran setelah kecelakaan itu." Air mata Yasmin mulai mengalir ke pipinya.
"Apa?" Riska terkejut mendengar perkataan Yasmin.
"Aku tidak pernah menyalahkanmu atas keguguranku ini, aku tahu semua ini sudah takdir Allah, hanya saja aku kecewa karena lagi-lagi kamu mencelakaiku, padahal dulu kita adalah teman," lirih Yasmin mengusap air matanya.
"Sebab itu aku menyesal Yasmin, aku tidak tahu akan separah ini dampak dari perbuatanku, aku mohon maafkan aku, aku benar-benar tidak tenang hidup seperti ini," mohon Riska dengan air mata yang sudah menganak sungai.
"Aku akan memaafkanmu, asal kamu berjanji tidak akan mengulangi kesalahanmu itu."
"Iya Yasmin, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Terima kasih banyak Yasmin." ucap Riska sembari menggenggam tangan Yasmin.
"Aku pergi dulu kalau begitu," tukas Yasmin lalu melepas genggaman tangan Riska.
Riska menatap punggung Yasmin yang kini hilang dibalik pintu, dan ia melihat Yusuf sedang menantinya diluar dengan setia.
"Kamu memang baik Yasmin, itulah sebabnya kamu dipertemukan dengan orang seperti mas Yusuf," gumam Riska berbicara sendiri.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
__ADS_1