
Yasmin mengajak Anna, Wildan dan Ryan untuk berfoto bersama di depan Masjid 99 Kubah tersebut. Wildan nampak jengkel dengan Ryan karena tiap kali mengambil foto selfie, ia selalu mengambil posisi disamping Anna, sehingga Wildan hanya kebagian posisi di samping Ryan.
Puas dengan Masjid 99 Kubah, Yasmin mengajak mereka ke Masjid Amirul Mukminin, masjid terapung yang juga berada di kawasan Pantai Losari.
Sumber: @Makassar_guide
"Ini adalah masjid terapung pertama yang berada di Makassar. Masjid ini memiliki 3 lantai, dibangun dengan konsep modern dan tambahan sentuhan unsur rumah panggung khas suku Bugis-Makassar" papar Yasmin sambil melewati jempatan menuju masjid tersebut diikuti oleh Anna, Wildan dan Ryan.
"Selain itu, Masjid ini dilengkapi dua kubah berukir mozaik berwarna biru dan lima pilar kokoh yang menggambarkan waktu salat fardhu dalam sehari. Sehingga Masjid ini nampak indah dan unik" lanjynya panjang lebar.
"Ann.. sini, lihat deh, sudah mulai terlihat sunset nya" panggil Yasmin kepada Anna yang masih sibuk berfoto kesana kemari, sementara 2 pria dewasa itu nampak seperti anak kecil yang selalu mengikuti Anna seperti ibunya.
"Oke Yas" kata Anna lalu berlari menghampiri Yasmin yang saat ini sedang berdiri di jembatan menuju Masjid Amirul Mukminin.
Cekrek cekrek
Entah sudah berapa banyak gambar yang mereka ambil, mereka sungguh sangat puas dengan pemandangan tempat yang sangat indah ditambah sunset yang sangat mempesona.
Setelah menyelesaikan sholat maghrib di Masjid Amirul Mukminin, mereka langsung pulang ke tempat masing-masing.
Di Rumah Yasmin
"Hufth lelahnya" kata Anna setelah merebahkan tubuhnya di atas kasur milik Yasmin yang tidak besar namun muat 2 orang.
"Gimana? suka nggak jalan-jalannya hari ini? tanya Yasmin yang sedang siap-siap untuk mandi.
__ADS_1
"Suka banget, kamu memang tour guide ter the best yang pernah ada" puji Anna sembil mengacungkan dua jempolnya kepada Yasmin, membuat Yasmin terkekeh geli.
"Aku mandi dulu, udah gerah dan lengket banget badanku" kata Yasmin lalu pergi mandi.
Setelah mandi, Yasmin hendak memanggil Anna untuk mandi, namun saat tiba di kamar ia mendapati Anna telah berlayar di dunia mimpinya.
"Gimana nggak capek sih, selama disana kaki dan tanganmu nggak pernah berhenti bergerak" kata Yasmin terssenyum sambil melepas kaos kaki yang masih melekat di kaki Anna.
"Untung tadi kamu udah menjama' sholat Maghrib dan Isyamu, jadi aku tidak perlu membangunkanmu lagi untuk sholat Isya lirih Yasmin.
-
Keesokan paginya, mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Toraja pukul 09.00.
Awalnya Yasmin dan Anna berniat patungan buat rental mobil beserta supirnya, tapi Wildan mencegahnya. Wildan ingin membayar semua biaya rental mobil dan supirnya. Bahkan ia sempat menawarkan diri menjadi supir, namun Yasmin mencegahnya karena jarak Makassar ke Toraja cukup jauh, ia tidak ingin Wildan kelelahan sehingga ia tidak menikmati liburannya.
Tok tok tok (suara ketukan pintu rumah)
Ibu Hafsah melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 06.00 pagi. "Siapa yang bertamu pagi-pagi begini" kata Ibu hendak menuju ke depan untuk membuka pintu namun ditahan Yasmin.
"Biar Yasmin saja, mungkin itu kak Wildan dan Ryan" kata Yasmin lalu memakai jilbabnya menuju ke pintu depan untuk membuka pintu.
Ceklek
Mata Yasmin seketika melotot, jantungnya berdebar hebat dan tubuhnya seakan kaku saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Assalamu 'alaikum dek" kata Yusuf yang saat ini sudah berada di hadapan Yasmin beserta Ummi Ulfa dan Abi Hasan.
__ADS_1
"Ka-kak Yusuf, Ummi, Abi?" kata Yasmin terbata lalu mengambil tangan Ummi Ulfa dan Abi Hasan lalu menciumnya bergantian.
"Si-silahkan masuk" Yasmin sangat gugup dengan keadaan pagi ini, pasalnya ia mengira bahwa Yusuf dan kedua orang tuanya masih berada di Kairo dan ia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan mereka di rumahnya pagi ini.
Yasmin lalu memanggil Ayah dan Ibunya.
"Bu, ada kak Yusuf dan orang tuanya di depan" kata Yasmin yang khawatir Ibunya akan kaget karena kedatangan mereka yang mendadak.
Namun, ternyata apa yang dipikirkan Yasmin tidak seperti dengan respon Ibunya.
"Oh mereka sudah datang yah, bagus sekarang panggil Ayahmu di kamar" kata Ibu Hafsah membuat Yasmin bingung.
Tok tok tok (Yasmin mengetuk pintu kamar Ayahnya),
"Ayah, di depan ada ta..." ucapan Yasmin terputus saat Ayahnya membuka pintu dengan penampilan yang rapih. "Ayah mau kemana?" lanjutnya merasa semakin heran karena setahu Yasmin hari ini adalah hari libur.
"Ayah kedatangan tamu penting, jadi Ayah harus berpakaian rapih, bukan kah begitu?" tanya Ayah membuat Yasmin mengangguk bisu. Ia masih mencerna apa yang terjadi.
"Apakah Ayah dan Ibu tahu perihal rencana kedatangan kak Yusuf dan orang tuanya pagi ini? kenapa hanya aku yang tidak tahu?" monolognya dalam hati.
"Kok melamun sih nak? cepat ganti bajumu, masa gadis yang mau dilamar masih pake baju tidur sih" kata Ibu Hafsah mendorong Yasmin yang masih bengong ke dalam kamar diikuti Anna.
"Ann, cubit aku, apa aku bermimpi saat ini?" kata Yasmin membuat Anna langsung mencubit pipi Yasmin dengan kedua tangannya dengan kuat.
"Aduduh.. sakit banget Ann" kata Yasmin sambil mengelus pipinya yang kini memerah akibat cubitan Anna, "ternyata ini bukan mimpi" lanjutnya berbicara sendiri.
-Bersambung-
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.