Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
70. Apa yang Mereka Sembunyikan?


__ADS_3

Pagi hari yang begitu cerah, secerah harapan 2 insan yang kini telah berganti status menjadi pasangan halal.


Yasmin baru saja selesai mandi, ia tersenyum saat melihat pria yang kini menjadi suaminya tertidur kembali setelah sholat subuh tadi.


Perlahan Yasmin duduk tepat disamping Yusuf yang sedang tidur.


"Kasihan, sepertinya kakak kelelahan setelah semalaman menyambut tamu di acara kita," gumam Yasmin sembari mengusap kepala Yusuf dengan lembut.


Yasmin kemudian melirik jam yang ada di hapenya, "eh sudah pukul 8 pagi ternyata, sudah waktunya sarapan," lirih Yasmin hendak berdiri untuk menelfon pihak hotel agar mengantarkan sarapannya ke kamar, namun tangan Yusuf langsung menahan tangan Yasmin.


"Mau kemana?" tanya Yusuf dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mau telfon pihak hotel kak, biar mereka mengantar makanan kesini, aku kasihan lihat kakak yang kelelahan," jawab Yasmin kembali duduk disamping Yusuf.


"Nggak usah dek, biar kita yang ke restorannya untuk sarapan," sanggah Yusuf sembari bangkit dari tidurnya.


"Ya udah, kalau gitu kakak mandi dulu deh, biar segar," tukas Yasmin.


Yasmin hendak berdiri kembali namun tangan Yusuf langsung memeluk pinggangnya, dan menyenderkan kepalanya di pundak Yasmin, "biarkan seperti ini dulu, sampai kesadaranku 100% kembali," lirih Yusuf dengan mata kembali tertutup.


"Kayak orang mabuk aja kak," canda Yasmin menutupi kegugupannya.


Yusuf terkekeh mendengar candaan Yasmin meski matanya masih tertutup.


"Ya udah, aku mandi dulu kalau gitu," gumam Yusuf turun dari tempat tidur tak lupa ia mencium kening sang istri lalu pergi ke kamar mandi.


Yasmin memegangi keningnya dengan jantung yang berdegup kencang, lalu tersenyum simpul.


--


Di restoran, Wildan sedang asik sarapan seorang diri. Ibu Sukma beserta keluarga Yusuf sudah lebih dulu sarapan. Sementara keluarga Yasmin sudah pulang ke rumah mereka semalam, padahal Yusuf sudah menyiapkan kamar, namun Ibu Hafsah lebih nyaman tidur dirumah sendiri dibanding hotel sehingga ia lebih memilih pulang bersama Ayah dan si kembar.


"Apa Anna nginap disini semalam yah," monolog Wildan sambil mengunyah makanannya.


"Hai Wil, kami boleh gabung nggak?" tanya Yusuf yang tiba-tiba muncul dari belakang Wildan.

__ADS_1


"Astaghfirullah, ngagetin aja, untung aku nggak tersedak makanan," keluh Wildan sembari mengusap dadanya.


"Hehe maaf, makanya kalau makan jangan melamun dong," kilah Yusuf terkekeh.


"Siapa yang melamun, ini namanya lagi fokus makan bro," bohong Wildan yang jelas-jelas memang sedang memikirkan Anna saat makan.


Yusuf menarik kursi untuk Yasmin, baru kemudian ia duduk. Pemandangan ini tentu tak luput dari penglihatan Wildan yang berada di depan mereka.


"Makasih kak, tapi kakak nggak perlu repot-repot kayak gini," ucap Yasmin merasa malu sekaligus senang.


"Nggak repot kok, ini memang udah tugas kakak," tukas Yusuf tersenyum.


"Hey kalian berdua, kalian boleh makan bersamaku, asalkan kalian menjaga etika sebagai pengantin baru dihadapan pria jomblo sepertiku," gerutu Wildan.


"Emangnya kami ngapain Udiin? ini juga kami baru duduk kok, belum juga makan," kilah Yusuf.


"Lah itu tadi apa namanya kalau bukan aksi romantisme Bambaang, sengaja ya kayak gitu dihadapanku," sungut Wildan tak mau kalah.


"Astaghfirullah, jadi hanya karena itu sampai reaksimu seperti wanita PMS? sensitif banget," kesal Yusuf.


-


Anna baru saja kembali setelah berlari-lari pagi disekitar hotel, ia berjalan ke restoran hotel hendak langsung sarapan.


"Eh itu kan pengantin baru, asik, gangguin deh," monolog Anna sambil melangkah masuk.


Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia menyadari siapa yang sarapan bersama mereka.


"Ternyata Wildan ada disana, aduh gimana nih, aku malu bertemu dengannya." Anna hendak berbalik keluar, namun suara Yasmin menahannya.


"Anna," panggil Yasmin.


Dengan terpaksa, Anna berbalik kembali dan seketika matanya menangkap sosok Widan yang saat ini sedang menatapnya dengan senyuman.


Degh

__ADS_1


"Ya ampun, ini jantung plis tenanglah, jangan malu-maluin," batin Anna sambil melangkah mendekati meja tempat Yasmin, Yusuf dan Wildan tengah sarapan.


"Hai.. ciee..pengantin baru sekarang kalau makan nggak ngajak-ngajak yah," ujar Anna dibuat sesantai mungkin.


"Sorry Anna, kami kira kamu udah sarapan, soalnya ini kan udah mau jam 9 pagi," kata Yasmin, "kemarilah duduk disampingku Ann," ajak Yasmin menarik kursi di sampingnya.


Annapun akhirnya duduk tanpa menatap Wildan, seperti orang yang sedang marahan.


"Ann, kok tadi kamu mau putar balik keluar sih?" tanya Yasmin.


"Eh iya, tadi itu aku kelupaan sesuatu jadi mau balik ke kamar dulu," bohong Anna.


"Kamu dari lari-lari pagi yah Ann?" tanya Wildan melihat kening Anna yang masih basah oleh keringat.


"Iya tadi aku lari-lari pagi dulu," jawab Anna canggung.


Yusuf yang merasakan adanya kecanggungan diantara Anna dan Wildan ikut buka suara.


"Kalian sudah baikan kan?" tanya Yusuf.


"Iya sudah, malah kami su..." perkataan Wildan terpotong oleh Anna yang memasukkan potongan besar ayam ke dalam mulut Wildan, membuat Wildan langsung diam dan melotot ke arah Anna.


"Iya kami sudah baikan kok, hehe" jawab Anna salah tingkah.


Yasmin mengerutkan dahinya, "kalian kenapa sih? seperti ada yang kalian sembunyikan" selidik Yasmin.


Wildan mengunyah ayam yang tadi Anna suapkan tanpa aba-aba dengan cepat lalu menelannya.


"Nggak, kami itu tadi malam su..." lagi-lagi perkataan Wildan terpotong saat Anna menutup mulutnya dengan tangannya, namun tiba-tiba ia melepaskan tangannya kembali saat menyadari apa yang telah ia lakukan.


"Maaf tadi refleks," cicit Anna menatap tajam Wildan sambil memberi kode agar Wildan tidak mengatakan apa yang terjadi semalam dan Wildan hanya mengangguk paham.


Sementara Yasmin dan Yusuf tercengang dengan sikap absurd sahabat-sahabat mereka, 'apa yang sedang disembunyikan Wildan dan Anna saat ini,' begitulah pikir mereka.


-Bersambung-

__ADS_1


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


__ADS_2