Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
32. Acara Pernikahan


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak Yasmin tiba di Makassar. Semenjak kedatangannya, kesehatan Ayah berangsur membaik, hal ini tentu membuatnya sangat bersyukur dan legah.


Dret dret (suara hape Yasmin)


Melihat layar siapa yang memanggil, senyuman langsung terukir di wajahnya.


"Halo, Assalamu 'alaikum Ann, gimana kabarmu?" kata Yasmin dengan senyum indahnya.


"Wa'alaikum salam.. kabar aku nggak baik-baik saja. aku kesepian disini Yasmin, tega banget sih kamu ninggalin aku lama banget" celoteh Anna sedikit lebay.


"Ya Allah Ann, baru juga dua hari aku ninggalin kamu, yang sabar yah menungguku sampai dua belas hari kedepan" sanggah Yasmin membuat wajah Anna semakin merana diseberang telfon VC nya.


"Tega banget sih kamu, dua hari aja sudah lama banget buat aku apalagi dua belas hari! bisa karatan aku disini Yas, mana aku jomblo lagi" dengus Anna membuat Yasmin tertawa lepas.


Tok tok tok (suara ketukan pintu kamar Yasmin)


"Yasmin.." panggil Ibu dibalik pintu.


"Eh Ann.. sudah dulu yah, Ibuku manggil. Oh iya, kalau kamu merasa bosan, coba deh kamu ikut pengajian di Masjid dekat rumah itu, setiap hari Senin dan Kamis selalu ada kegiatan pengajian. Dijamin, pasti bosanmu hilang seketika" kata Yasmin lalu mengakhiri VCnya.


"Iya Ibu, Yasmin keluar" kata Yasmin sambil berjalan keluar kamar.


"Nak, bisa gantikan Ibu ke acara nikahan anaknya teman Ibu? Ibu belum bisa jauh-jauh dari Ayah karena Ayah masih agak lemah" kata Ibu sembari memberikan undangan pernikahan.


"Jalan Perintis? ternyata tidak jauh, insya Allah Yasmin bisa pergi" kata Yasmin melihat alamat di undangan tersebut "kalau begitu Yasmin siap-siap dulu" lanjutnya lalu masuk ke kamar untuk siap-siap.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Yasmin keluar dari kamar.


"Masya Allah, cantiknya kakakku" kata Yana takjub pada penampilan kakaknya yang begitu cantik dan anggun.


"Iya dong, anak siapa dulu dong.. anaknya Ibu" jawab Ibu Hafsah sambil menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jarinya.


Mendengar pujian Ibu dan adiknya, wajah Yasmin merona malu.


"Ya sudah berangkat ka pale dulu, Assalamu 'alaikum". (Ya sudah, saya berangkat dulu, Assalamu 'alaikum). Kata Yasmin mencium tangan Ibunya dan menyalami adik-adiknya.


Yasminpun berangkat dengan motor matik Ayahnya.


Di Acara Pernikahan


"Wah keren" puji Yusuf melihat tarian tersebut.


"Yus, sana kamu ambil makan dulu" kata Ummi Ulfa yang baru tiba dari stand makanan untuk mengambil makananan.


"Iya Ummi" kata Yusuf lalu beranjak pergi mengambil makanan.


Saat sedang menikmati hidangannya, tanpa sengaja Ummi Ulfa melihat Yasmin yang sedang naik ke atas panggung untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Dengan antusias, Ummi Ulfa menunggu Yasmin turun dari panggung dan memanggilnya ke arah tempat Ummi Ulfa duduk sekarang. Ia berencana memperkenalkannya pada Yusuf, ia sudah terlanjur menyukai gadis itu.


Melihat seorang wanita paruh baya yang nampak tidak asing sedang memanggilnya, Yasmin mendekat dan ternyata wanita paruh baya itu adalah Ummi yang ia temui di depan minimarket.

__ADS_1


"Ummi??? Ummi disini juga ternyata" kata Yasmin terkejut melihat kedatangan Ummi Ulfa tak lupa ia menyalami dan mencium tangan Ummi Ulfa.


"Iya nak, kamu orang Makassar yah?" tanya Ummi Ulfa.


"Iya Ummi, rumah Yasmin di Makassar, Yasmin ke Jakarta untuk kuliah, oh iya Ummi datang sendiri kesini?" tanya Yasmin kemudian.


"Ummi datang sama anak Ummi, kamu mau nggak Ummi kenalin sama anak Ummi? itu dia orangnya" kata Ummi Ulfa lalu menunjuk ke arah Yusuf yang sedang berjalan ke arahnya.


Yasmin hanya tersenyum menanggapi tawaran Ummi Ulfa lalu berbalik ke belakang untuk melihat anak yang Ummi Ulfa maksud.


Degh


"Diakan..." batin Yasmin terkejut. Lidahnya seakan keluh dan tubuhnya seperti membeku. Lagi-lagi ia merasa seakan-akan waktu berhenti.


--


Setelah mengambil beberapa makanan tak lupa dengan dessertnya, Yusuf lalu berbalik untuk kembali ke tempatnya semula. Ia berjalan melewati banyak orang, samar-samar ia melihat Umminya memanggil seorang gadis, membuat Yusuf merasa khawatir jika Umminya akan memperkenalkannya dengan gadis asing. Namun setelah gadis itu semakin dekat, sebuah senyum muncul di bibirnya.


Entah bagaimana Ummi bisa mengenalnya, tapi Yusuf sangat bersyukur akan hal itu.


"Semoga Allah memudahkan jalanku untuk menghalalkannya" batin Yusuf tersenyum lalu berjalan mendekat hingga Ummi menunjukkan Yusuf pada Yasmin dan membuat Yasmin berbalik dan langsung menatap Yusuf.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2