Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
40. Dinner


__ADS_3

Di IFRS


Beberapa menit sebelum jam pulang, Yasmin sedang sibuk merapikan barang-barang yang sempat berserakan saat lagi sibuk-sibuknya memenuhi permintaan resep.


Tring (suara hape Yasmin)


Kak Yusuf


'Assalamu 'alaikum, maaf dek, sebelum pulang, bisa tidak kamu ke taman sebentar? ada teman yang ingin bertemu denganmu'.


Saya


'Wa'alaikum salam, baik kak, saya kesana 5 menit lagi"


Waktu telah menunjukkan pukul 17.00, itu artinya sudah jam pulang untuk para mahasiswa PKL.


"Pulang bareng lagi yuk, terus singgah dimana gitu" ajak Andi saat berada di lorong RS.


"Boleh boleh, emang loe mau kemana?" tanya Nisa dan Febri bersamaan.


"Gila, kompak banget sih kalian" kata Andi terkekeh.


"Jelas dong, kita kan satu hati" kata Febri merangkul Nisa.


"Terserah kalian mau kemana, aku ngikut aja" kata Andi.


"Kalian duluan aja, maaf yah aku nggak bisa ikut, aku ada urusan sebentar" kata Yasmin kepada teman-temannya itu.


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok Yas, bye" kata Andi melambaikan tangannya lalu pergi bersama Nisa dan Febri.


Setelah mereka menjauh, Yasmin pergi ke taman untuk bertemu dengan Yusuf dan temannya. Dari jauh ia sudah dapat menangkap sosok Yusuf yang sedang duduk bercerita dengan temannya itu.


"Assalamu 'alaikum, maaf telat kak" ucap Yasmin yang baru tiba dari arah samping Yusuf.


"Oh iya nggak papa dek, kamu boleh duduk dulu" kata Yusuf mempersilahkan Yasmin duduk di sampingnya yang agak berjauhan di bangku taman yang agak panjang dan muat banyak orang.


"Baik kak, ada apa yah kak?" tanya Yasmin sembari melihat teman Yusuf yang nampak tidak asing di matanya.


"Apa kamu ingat aku?" kata Wildan tanla basa-basi.

__ADS_1


"Hmmm, kayaknya kakak yang hampir nabrak kami di lampu merah 2 tahun yang lalu, benarkan?" kata Yasmin.


"Betul dek, nah maksud aku ingin berbicara dengan kamu adalah, aku ingin meminta informasi tentang sahabat kamu itu" kata Wildan menoleh ke arah Yasmin.


Yasmin mengerutkan keningnya "maaf kak, ada hal apa sampai kakak meminta informasi Anna?" tanya Yasmin kemudian.


"Jadi namanya Anna" batin Wildan.


"Wil, ngomong!!" kata Yusuf membuyarkan lamunan Wildan.


"Eh iya gini, beberapa hari ini aku merasa gelisah dan terus memikirkannya, apalagi setelah kami bertemu beberapa hari yang lalu di toko buku. Katakanlah, mungkin saat ini aku mulai tertarik padanya" kata Wildan merasa sedikit malu karena harus jujur kepada Yasmin.


"Jika kakak memang tertarik, kenapa tidak menanyakan informasinya langsung pada Anna?" tanya Yasmin lagi.


"Nah itu dia masalahnya, namanya aja baru aku tahu dari kamu barusan, aku ingin menemuinya lagi tapi aku tidak tau dia tinggal dimana" terang Wildan.


"Hmmm gimana yah?" kata Yasmin sambil melirik ke Yusuf seolah ingin agar Yusuf membantunya.


Melihat lirikan Yasmin, Yusuf langsung paham akan maksudnya.


"Nggak papa dek, Wildan ini sahabat aku sejak SMP di pesantren, dia orangnya baik kok, dia nggak suka macam-macam sama cewek, dia juga nggak pernah pacaran loh" papar Yusuf meyakinkan Yasmin.


"Baiklah, jadi namanya Anna Embong Bulan, dia tinggal di rumah kontrakan bersamaku, dan kuliah dikampus yang sama sepertiku yaitu Universitas B, tapi dia ambil jurusan ekonomi. Maaf kak, hanya itu yang bisa aku sampaikan, sisanya silahkan kakak cari tahu sendiri yah karena aku nggak nyaman membagikan informasi pribadi orang tanpa izin darinya" kata Yasmin.


"Kalau gitu kami permisi dulu dek" kata Yusuf pamit namun suara Yasmin tiba-tiba menahannya.


"Maaf kak Yusuf, ini Yasmin mau kembalikan tempat makanan tadi, udah Yasmin cuci kok, sekali lagi terima kasih atas makanannya, makanannya enak" kata Yasmin tersenyum.


"Eh, iya sama-sama dek" kata Yusuf ikut tersenyum.


Merekapun berpisah sore itu.


--


Di Kampus


Anna telah selesai dengan jadwal kuliahnya sore ini, ia menaiki mogenya dan hendak keluar dari pelataran kampus, namun ternyata ia melihat Ryan sedang menunggunya di depan gerbang kampus.


"Kamu nungguin siapa Yan?" tanya Anna basa basi.

__ADS_1


"Yaa nungguin kamulah, aku mau ngajakin kamu makan malam" kata Ryan.


"Oke naik" kata Anna santai menyuruh Ryan naik ke atas mogenya.


"Ya kalii, masa aku naik moge dibonceng sama cewek, bisa turun wibawaku jadi cowok" kata Ryan terkekeh.


"Oh iya yah, hahaha" Anna tertawa, "Jadi naik apa dong?" lanjutnya bertanya.


"Naik mobilku aja, kamu pulang dulu simpan motormu, terus aku ikut ke rumah supaya kita bisa langsung pergi" kata Ryan dan disetujui oleh Anna.


Anna telah sampai dirumah, setelah pamit dengan Yasmin yang sudah pulang duluan, ia pun pergi bersama Ryan. Ryan membawa Anna ke restoran X untuk makan malam.


Sembari menunggu makanan yang mereka pesan, Ryan dan Anna bercerita banyak hal dan bermain tebak-tebakan.


"Ann, aku punya tebak-tebakan nih, kamu masih suka kan main tebak-tebakan kayak dulu?" tanya Ryan diangguki Anna.


"Tangan, tangan apa yang paling berat?" tanya Ryan sambil memegang tangan Anna dan mengangkatnya seperti mainan, membuat Anna terkejut lalu dengan refleks melepas tangannya dari pegangan Ryan.


"Maaf Yan, aku refleks" kata Anna tersenyum getir, "hmm.. tangannya raksasa lah" lanjutnya berusaha santai.


"Hahaha.. bukan.."


"Terus apa dong?"


"Kamu nyerah? cepat banget, biasanya juga kamu ngotot buat nyari jawabannya"


"Dulu kan masalah hidup aku belum ada Yan, sekarang masalah hidup aku udah banyak jadi aku nggak mampu mikirin jawaban teka-teki kamu, itu masalah buat aku" kata Anna cengengesan.


"Alaaaa.. alasan kamu, yaudah jadi jawabannya adalah...


TANGANin hati kamu, itu asli berat banget" jawab Ryan sok serius.


"Bwahahahah bisa aja kamu Yan, itu sih namanya gombalan, bukan teka-teki" gelak Anna.


"Pertanyaannya kan dari aku, jadi terserah aku dong maunya gimana" kata Ryan dan mereka tertawa bersama.


Tak jauh dari tempat mereka, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik mereka sejak tadi.


"Siapa cowok itu, berani-beraninya dia menyentuh Anna" geram Wildan sambil meremas kertas yang sedang ia pegang.

__ADS_1


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


__ADS_2