Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
52. Tertangkap


__ADS_3

Di Taman Rumah Sakit


Yusuf menghembuskan nafas kasar, "Maafkan aku dek, mungkin selama ta'arruf kamu menemukan sesuatu dariku yang tidak cocok untukmu" lirih Yusuf kemudian namun Yasmin masih bisa mendengarnya.


"Bukan begitu kak, aku memutuskan ta'arruf ini karena aku ingin kita melangkah ke tahap selanjutnya" tutur Yasmin dengan suara yang semakin lama semakin mengecil namun masih terdengar oleh Yusuf. Setelah mendengar penuturan Yusuf sebelumnya, rasa ragu akan keyakinan Yusuf untuk menikahinya setelah kejadian itu langsung terbantahkan oleh jawaban Yusuf dan kini ia justru semakin yakin untuk menerima Yusuf.


Setelah mendengar kata terakhir Yasmin, Yusuf mengangkat wajahnya, wajah yang awalnya sendu dan lesu kini berubah dengan wajah bahagia.


"Jadi maksud kamu, kamu menerimaku untuk menikahimu?" Yasmin mengangguk sambil tersenyum malu. "Terima kasih banyak dek, aku tadi berpikir kamu menolakku, kamu benar-benar sangat pandai dalam menjatuhkan seseorang lalu menerbangkannya setinggi mungkin" canda Yusuf sambil terkekeh.


"Maafkan aku kak, aku sebenarnya tidak bermaksud seperti itu, hanya saja, aku bingung harus mulai berbicara dari mana" kata Yasmin ikut terkekeh.


"Ekhem ekhem.. Wildan, kayaknya sebentar lagi kita akan mengadakan pesta deh" kata Anna yang muncul bersama Wildan dari belakang, rupanya sejak tadi mereka telah berada disana mendengar pembicaraan Yusuf dan Yasmin.


"Insya Allah, mohon doanya yah" kata Yusuf yang tak mampu menyembunyikan senyum bahagianya.


"Kalian kenapa bisa tiba-tiba ada disini? bersama-sama lagi" tanya Yasmin kemudian.


"Tadi tuh kami nggak sengaja bertemu diparkiran, jadi kami sama-sama aja jalan toh tujuannya sama, terus Wildan nggak sengaja lihat kak Yusuf kagi bicara sama kamu di taman, karena penasaran dan jiwa kepoku memberontak, jadi aku kesini deh sama Wildan" terang Anna jujur.


"Eh tunggu deh Ann, perasaan kamu manggil Yusuf dengan sebutan 'kak Yusuf' terus kenapa kamu manggil aku hanya 'Wildan', umur kami sama loh Ann" protes Wildan.


"Emmm.. "Anna nampak mencari alasan yang aman tapi tetap masuk akal. "Seharusnya kamu bersyukur kalau aku manggil kamu langsung dengan nama kamu, itu artinya kamu terihat seumuran denganku" bohong Anna.


"Ah masa sih? perasaan aku yang terlihat lebih tua dari Yusuf karena brewokku yang mulai tumbuh ini" kata Wildan mengelus brewoknya.


"Iya beneran kamu terlihat muda, tapi...." ucapan Anna terhenti.


"Tapi apa?" tanya Wildan penasaran.


"Tapi itu waktu 10 tahun yang lalu" kata Anna langsung lari meninggalkan Wildan yang saat ini masih melongo mencerna perkataan Anna.


"Bwahahahaha" tawa Yusuf pecah, begitupun dengan Yasmin yang semakin hari semakin membaik kini juga ikut tertawa.

__ADS_1


"Astaga, itu anak, pintar sekali dia membuatku terbang melayang lalu menjatuhkanku seketika ke dalam selokan" gerutu Wildan.


"Sabar kak, Anna memang orangnya gitu, tapi dia baik kok" bela Yasmin terkekeh.


--


Dari kejauhan, Mira mendengus kesal melihat Yasmin tertawa bersama Yusuf dan Wildan. Sesuatu yang sampai saat ini tidak pernah dirasakan Mira bersama Yusuf.


"Awas kalian yah, mungkin kemarin rencanaku gagal, tapi lain kali aku pastikan rencanaku akan berhasil" gumam Mira.


"Permisi, dengan Ibu Mira" kata seorang polisi yang datang bersama rekannya menghampiri Mira.


Mira terkejut melihat polisi di hadapannya saat ini, "iya ada apa yah?" tanya Mira kemudian berusaha tenang.


"Kami mendapat surat penangkapan untuk menangkap anda atas tuduhan penculikan nona Yasmin" kata polisi.


"Apa? tidak, aku tidak bersalah, aku tidak mengetahui apa-apa, kalian salah orang" elak Mira.


"Si*l, kenapa malah aku yang tertangkap? harusnya Riska" batin Mira menahan kesal.


--


Yasmin kini kembali ke kamar di temani Yusuf dan Wildan. Ibu dan Anna sedang berbincang-bincang saat mereka bertiga masuk ke dalam kamar.


"Gimana, sudah selesai bicara 4 matanya" tanya Ibu Hafsah


"Sudah Ibu" kata Yasmin dan Yusuf bersamaan.


"Berarti Ibu tinggal tunggu kabar baiknya saja kan" tanya ibu kembali dan di angguki Yasmin.


Yasmin kembali ke tempat tidur, ia duduk disamping tempat tidurnya sambil mengusap-usap keningnya yang agak pusing.


"Kamu kenapa dek?" tanya Yusuf menghampiri Yasmin.

__ADS_1


"Nggak papa kok kak, mungkin karena keseringan tidur saja jadi kepalaku sedikit sakit". jawab Yasmin.


"Oh nanti aku kasi kamu obat pereda nyerinya dek, kamu sandaran aja kalau gitu, nggak usah baring dulu". kata Yusuf.


"Iya kak, makasih" ucap Yasmin tersenyum.


"Oh iya dek, kalau misalnya polisi datang untuk menanyakan kejadian kemarin, apa boleh? untuk memudahkan pencarian pelaku, karena dari dua pelaku, baru satu yang tertangkap" tutur Yusuf.


"Iya boleh kak, aku juga udah merasa lebih baik" jawab Yasmin.


"Baiklah kalau begitu" kata Yusuf mengangguk, "apa kamu kenal sama Miranda?" lanjut Yusuf bertanya.


Yasmin mengerutkan keningnya mengingat nama Miranda, ia kembali teringat ketika ia berdebat dengan suster Mira yang ia tahu namanya Miranda melalui name tag diseragam perawatnya saat itu.


"Yaa nggak kenal juga sih, cuma tahu aja". jawab Yasmin.


"Boleh aku tahu, gimana ceritanya? dan apa dia mengatakan sesuatu padamu?" tanya Yusuf lagi.


Yasmin akhirnya menjelasaskan awal pertemuannya dengan Mira, ia juga mengatakan apa yang di katakan Mira saat itu 'Aku sudah lama menyukai Yusuf, jika ada wanita yang dekat dengan Yusuf maka itu hanya boleh aku', begitu katanya kak.


Yusuf menggelengkan kepalanya, "dia benar-benar sudah tidak waras" kata Yusuf.


"Ada apa kak?" tanya Yasmin.


"Begini dek, ......" Yusuf menjaskan semuanya kepada Yasmin tanpa ada yang ditutupi. Yasmin melotot sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Rupanya kita sama-sama pernah dijebak kak" kata Yasmin tidak menyangka dengan Mira yang sangat nekat menurutnya.


"Iya begitulah dek, mungkin itu sebabnya Allah mempertemukan kita" kata Yusuf membuat Yasmin mengangguk.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2