Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
80. Qadarullah


__ADS_3

Yusuf sedang mondar-mandir di depan sebuah ruangan tempat Yasmin menerima penanganan.


Rasa gelisah kian menyeruak mengusik ketenangannya. Yusuf mencoba menenangkan dirinya dengan duduk, namun belum cukup 1 menit ia sudah berdiri kembali.


Sementara Anna, setelah mengabarkan suaminya kalau ia ada di rumah sakit saat ini ia kembali duduk dengan menaik-turunkan tumitnya secara cepat tanda tidak tenang.


Tak lama kemudian, Wildan datang sedikit berlari, "Anna, kamu nggak papa sayang? kenapa kamu di rumah sakit?" cecar Wildan merasa khawatir pada istrinya itu.


"Nggak bang, aku nggak papa, Yasmin yang saat ini sedang terluka, aku nggak berani menanyakan kronologinya pada kak Yusuf, karena ia terlihat sangat frustasi," bisik Anna pada Wildan. Seketika pandangan Wildan tertuju pada Yusuf yang saat ini masih setia mondar-mandir di tempat yang sama.


Wildan kemudian menghampiri sahabatnya itu, tanpa berbicara, Wildan menepuk-nepuk pundak Yusuf untuk memberinya sedikit dukungan.


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan itu, dengan sigap Yusuf langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter Hendra?" tanya Yusuf pada temannya yang memeriksa Yasmin.


"Maaf dokter Yusuf, seperti dugaanmu, istrimu itu memang tengah hamil, tapi.. "


"Tapi apa dokter Hendra?"


"Karena tabrakan tadi janinnya yang memang masih sangat lemah tidak dapat diselamatkan,"

__ADS_1


Yusuf sangat terkejut mendengar berita itu, namun ia kembali menatap dokter Hendra "lalu bagaimana dengan istriku?" lanjutnya bertanya kembali.


"Istrimu mengalami luka dikepala, tangan, serta memar di kakinya akibat tabrakan itu, tapi ia sudah baik-baik saja sekarang, tinggal menunggu dia sadar saja," jawab dokter mambuat Yusuf sedikit legah.


"Yusuf, jadi Yasmin saat ini sedang hamil?" tanya Wildan memastikan apa yang di dengarnya barusan dari dokter.


"Apa? Yasmin hamil? lalu bagaimana keadaan keduanya kak?" tanya Anna yang ikut terkejut mendengar pembicaraan Yusuf dengan Wildan.


"Iya, tapi sayangnya, janin Yasmin masih terlalu lemah untuk bertahan setelah kejadian tadi," jawab Yusuf lesu.


"Innalillahi wa innailaihi rooji'uun," ucap Wildan dan Anna bersamaan, "kamu yang sabar Yus." Wildan menyemangati Yusuf.


"Oh iya, periksakan Anna ke dokter kandungan, sepertinya ia juga tengah hamil saat ini, karena sikap mereka yang sama akhir-akhir ini." ujar Yusuf lalu melanjutkan kembali langkahnya.


"Gimana keadaan Yasmin bang?" tanya Anna yang tidak bisa mendengar jelas pembicaraan Yusuf dengan dokter tadi.


"Sayang, ikuti aku sekarang." Tanpa menjawab pertanyaan Anna, ia langsung menarik tangan Anna dengan lembut untuk mengikutinya.


"Kita mau kemana bang?" tanya Anna sedikit heran dengan suaminya.


"Ikuti saja aku, nanti kamu juga akan tahu," kata Wildan terus berjalan ke arah poli kandungan.

__ADS_1


"Tapi Yasmin gimana bang? aku khawatir padanya. Kita kesana dulu yah," tawar Anna, namun sepertinya Wildan tidak menghiraukan pertanyaannya membuat Anna mendengus sambil terus mengekor dibelakang Wildan.


--


Atas permintaan Yusuf, kini Yasmin telah dipindahkan ke ruang rawat VIP khusus untuk keluarga Yusuf.


Yusuf duduk disamping tempat tidur Yasmin, tangannya senantiasa menggenggam tangan mungil Yasmin. Sesekali ia mengusap air mata yang menetes tanpa izin ke pipinya.


Niat hati ingin mendapatkan kabar bahagia atas kehamilan Yasmin hari ini, namun qadarullah, ia malah mendapat kabar yang menyedihkan. Istrinya terluka, dan janin yang dikandungnya harus pergi, bahkan sebelum ia dan Yasmin melihatnya melalui USG.


Dzikir demi dzikir senantiasa ia senandungkan di samping sang istri, berharap istrinya bisa segera sadar.


"Insya Allah musibah ini adalah ujian bagi Aku dan istriku, dan kami yakin, dibalik musibah ini Allah sedang menyiapkan hadiah terindah untuk kami, insya Allah kami ikhlas," lirih Yusuf lalu mencium tangan Yasmin.


Tanpa disangka air mata Yasmin mengalir dari matanya, seperti ia dapat mendengar apa yang dikatakan Yusuf. Tentu, itu tak luput dari pantauan Yusuf.


"Yasmin? apa kamu dapat mendengarku sayang, bangunlah, aku menunggumu. Aku tahu kamu wanita yang kuat," ujar Yusuf sembari mendekat ke telinga Yasmin yang tertutup jilbab.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2