Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
57. Khitbah


__ADS_3

"Gimana penampilanku Ann?"


tanya Yasmin memamndangi pantulan dirinya di dalam cermin.


"Cantik..tik..tik..titik pokoknya deh" jawab Anna mengacungkan jempolnya pada Yasmin.


"Hufth.. aku gugup bangat Ann, gimana ini? aku takut salah tingkah di depan kak Yusuf" cicit Yasmin.


"Memangnya kamu mau ngapain? kan kamu cuma duduk, diam, dengar kan, nggak akan salting kok" celetuk Anna sambil mengayunkan tangannya kesana kemari seperti guru yang menjelaskan.


"Hufth.. doakan aku yah Ann, Bismillah" kata Yasmin sembari membuka pintu kamarnya.


"Iya iya.. udah kayak mau tes wawancara aja kamu" desis Anna.


-


Sementara itu diruang tamu, Yusuf dan kedua orang tuanya sedang asik berbincang-bincang dengan orang tua Yasmin, sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama.


"Yasminnya mana bu?" tanya Ummi Ulfa sembari menerawang kesegala arah mencari Yasmin.


"Yasminnya tadi baru saya suruh ganti baju, soalnya tadi dia sempat kaget dan nggak tahu mau ngapain karena nggak tahu kalian akan datang sekarang.


"Iya bu, sebenarnya kami ingin memgabarkan pada Yasmin kemarin kalau kami mau datang tapi Yusuf tiba-tiba melarang kami, katanya mau kasi surprise" kata Ummi Ulfa terkekeh.


*Flashback*


Pesawat yang ditumpangi oleh Yusuf, Ummi Ulfa dan Ayah Hasan dari Kairo akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 03.30 sore WIB setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama.


"Yusuf, kapan kamu mau ke Makassar untuk khitbah Yasmin?" tanya Ummi saat sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah.


"Insya Allah segera Ummi, Yusuf harus menanyakan ke Yasmin dulu bagaimana bagusnya" jawab Yusuf sambil berselancar di media sosial miliknya.

__ADS_1


Sedang asik melihat gambar-gambar di media sosialnya, tiba-tiba pandangannya terkunci pada sebuah foto yang ia kenali. Foto Wildan yang berada di depan Masjid 99 Kubah berhasil menarik perhatiannya.


"Ini kan Masjid yang ada di Makassar, apa Wildan ada di Makassar yah? ah telfon saja lah" lirih Yusuf langsung menghubungi nomor Wildan.


Halo bro?" ucap Wildan diseberang telfon


"Assalamu 'alaikum" Ucap Yusuf menyindir.


"Eh iya lupa salam aku, Wa'alaikum salam" jawab Wildan terkekeh.


"Kamu lagi di Makassar yah?" tanya Yusuf


"Benar sekali bro, dan coba tebak siapa yang menjadi tourguide ku?"


"Siapa?"


"Yaa siapa lagi kalau bukan Yasmin..kita semua ini lagi liburan, sayang sekali kamu nggak ada, ckckck" kata Wildan sengaja memanas-manasi Yusuf.


"Oke nanti aku menghubungimu lagi" kata Yusuf langsung mengakhiri telfonnya secara sepihak.


"Ummi, kita ke Makassar malam ini gimana? ternyata Yasmin sudah di Makassar" kata Yusuf semangat.


"Oh baiklah, Ummi akan menghubungi Ibunya Yasmin dulu kalau kita akan ke Makassar malam ini" kata Ummi Ulfa sembari mengambil hapenya.


"Ett.. tunggu dulu Ummi" Yusuf menahan tangan Ummi yang hendak menelfon, "Bilang ke Ibunya Yasmin untuk tidak memberitahukannya pada Yasmin" kata Yusuf membuat Ummi Ulfa mengerutkan keningnya heran.


"Kenapa memangnya nak?" tanya Ummi Ulfa.


"Hehe surprise dong Ummi, Yasmin kan nggak tahu kalau Yusuf sudah balik dari Kairo, Yusuf juga ingin mengkhitbah Yasmin besok jam 6 pagi, waktu yang sangat langka untuk orang mengkhitbah, iyakan Ummi" desis Yusuf sambil terkekeh, membuat Ummi geleng-geleng kepala.


Ummi Ulfa akhirnya menghubungi Ibu Yasmin dan menyampaikan permintaan Yusuf tersebut.

__ADS_1


*Flashback Off*


"Nah itu dia Yasminnya" kata Ibu Hafsah lalu berdiri menjemput Yasmin yang berjalan pelan saking gugupnya.


Yusuf lalu menoleh ke arah Yasmin, membuat jantungnya kembali berdebar hebat.


Ibu mendudukkan Yasmin di antara Ayah Syawal dan Ibu Hafsah berhadapan dengan Yusuf yang juga duduk di antara Ummi Ulfa dan Abi Hasan.


"Gimana kabarmu nak?" tanya Ummi Ulfa


"Alhamdulillah baik Ummi," jawab Yasmin tersenyum.


"Maaf yah nak, kedatangan kami yang tiba-tiba pasti membuatmu terkejut, ini semua gara-gara Yusuf," kata Abi Hasan sambil melirik Yusuf yang cengengesan nggak merasa bersalah.


"Iya nggak papa Abi." Yasmin tersenyum kembali.


"Ya udah Yus, langsung aja" kata Abi Hasan memberikan kode pada Yusuf untuk memulai khitbahnya.


"Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahirobbil 'aalamiin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu wa rosuluh, Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad.


Dengan memohon ridho Allah, saya, Yusuf Ar-Razaq ingin mengkhitbah Yasmin Al-Thofunnsa menjadi istri saya, menjadi penyepurna agama saya dan bersama-sama dalam mengarungi rumah tangga menuju Surga-Nya" tutur Yusuf membuat hati Yasmin semakin berdebar sekaligus menghangat.


"Bagaimana nak? kami sebagai orang tua telah merestuimu, sekarang keputusan ada ditanganmu" kata Ayah Syawal dengan mata berkaca-kaca melihat putrinya yang sebentar lagi akan memulai hidup barunya.


"Bismillahirrahmaanirrahiim, dengan memohon ridho Allah, khitbah kak Yusuf saya terima" ucap Yasmin dengan suara rendah dan bergetar.


"Alhamdulillahirabbil 'aalamiin" ucap semuanya bersamaan.


Yusuf mengusap wajanya menggunakan kedua tangannya untuk menutupi matanya yang sudah berkaca-kaca, rasa syukur selalu ia gemakan dalam hatinya atas semua yag telah ia lalui sampai saat ini, berharap kedepannya, semua bisa berjalan dengan mudah dan lancar.


-Bersambung-

__ADS_1


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


Dukung karya author yang lain dengan judul "BUKAN CINTA MONYET" yang sedang diikut sertakan dalam lomba menulis kisah kasih di sekolah.


__ADS_2