Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
51. Memutuskan


__ADS_3

Di Rumah Sakit A


"Jadi siapa pelaku wanita itu pak?" tanya Yusuf.


"Namanya Miranda, dia seorang perawat di RS ini" terang pak polisi.


"Apa? Suster Mira? Kenapa?" Batin Yusuf. "Atau jangan-jangan..." Monolog Yusuf.


"Jangan-jangan apa pak? tanya pak Polisi.


"Ah nggak pak, silahkan tangkap saja perawat itu jika memang dia terbukti bersalah" kata Yusuf.


Yusuf kembali teringat tentang bagaimana selama ini sikap Mira padanya, bahkan ia teringat tentang perkataan Mira saat itu.


*Flashback*


Mira adalah seorang perawat cantik yang sangat mengidolakan Yusuf. Awal mula ia bertemu Yusuf di sebuah perpustakaan kampus, ia saat itu merupakan mahasiswa baru jurusan Sains, begitupun Yusuf yang merupakan mahasiswa baru jurusan kedokteran.


Pertemuan pertama mereka langsung membuat Mira jatuh cinta, ia lantas mencari tahu segala informasi yang berkaitan dengan Yusuf, hingga ia mengetahui bahwa Yusuf merupakan mahasiswa kedokteran.


Karena sangat menyukai Yusuf, Mira selalu berusaha mendekati Yusuf, namun sayangnya sikap Yusuf sangat dingin padanya. Mira pun berpikir untuk berhenti di jurusannya saat ini dan mendaftar ulang di jurusan kedokteran di tahun berikutnya agar bisa lebih dekat dengan Yusuf.


Mira merupakan anak pengusaha kaya, sehingga untuk berhenti dan mendaftar di jurusan yang ia inginkan bukanlah masalah besar untuk ia maupun keluarganya. Tapi sayang, Mira tidak lulus saat itu, sehingga ia berpikir lagi untuk mendaftar jurusan keperawatan di kampus yang sama lewat jalur pendaftaran lain ditahun yang sama meskipun biayanya lebih mahal.


Jika menjadi dokter tidak bisa, maka ia akan menjadi perawat karena dengan begitu ia masih tetap bisa berdekatan dengannya saat di dunia kerja, begitu pikirnya saat itu.

__ADS_1


Yusuf lulus lebih dulu, lalu ia mengambil Koasnya, sementara Mira lulus di tahun berikutnya dan juga langsung mengambil profesi Nersnya.


Hingga saat Yusuf sudah mulai kerja di RS A yang Mira ketahui ternyata milik orang tua Yusuf, maka semakin besarlah keinginannya untuk memiliki Yusuf, rasa suka yang dulu ada pada Mira berubah menjadi obsesi.


Akhirnya setelah selesai mengambil profesi nersnya, ia langsung melamar kerja di RS A tempat yang sama dengan Yusuf. Selama bekerja di RS A, apapun Mira lakukan untuk mendapatkan cinta Yusuf, mulai dari sering membawakan makan siang untuknya, namun ditolak oleh Yusuf atau bahkan Yusuf menawarkan makanan itu pada orang lain di hadapan Mira, ia juga sering berpura-pura membutuhkan bantuan Yusuf, namun Yusuf akan memanggil orang lain untuk menggantikannya membantu Mira, bahkan ia pernah ingin menjebak Yusuf dengan memberikan obat pada minuman Yusuf tanpa sepengetahuan Yusuf dan ia masuk di ruangan Yusuf saat ia melihat Yusuf mulai kehilangan sebagian kesadarannya, namun Yusuf tetap berusaha menjaga kesadarannya saat melihat Mira masuk ke dalam ruagannya, dengan sisa kesadaran yang ia miliki ia menyuruh Mira keluar dari ruangannya meskipun saat itu Mira selalu beralasan sehingga membuat Yusuf geram dan harus meninggikan suara saat menyuruhnya keluar dengan tegas barulah Mira keluar, Yusuf segera mengunci pintu hingga akhirnya ia ambruk tidak sadarkan diri.


Sejak saat itu, Yusuf tak pernah lagi mau menerima minuman dari orang lain, ia juga akan selalu membawa minuman yang ia beli kemanapun ia berada.


Satu perkataan yang pernah Mira katakan pada Yusuf namun ia mengabaikannya


"Aku akan selalu berusaha untuk mendapatkanmu, jika aku tidak bisa maka orang lainpun tidak akan bisa"


Kini Yusuf menyesal telah mengabaikan perkataan Mira, rupanya Mira benar-benar akan nekat melakukan apapun seperti yang ia katakan, bukan hanya gertakan semata.


Yusuf melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Yasmin saat ia mengetahui bahwa Yasmin mencarinya untuk berbicara.


Namun, Yasmin meminta Yusuf untuk membawanya terlebih dahulu ke taman yang ramai akan orang. Ibu saat itu menemani mereka pergi ke taman. Sementara Ummi Ulfa sedang pulang ke rumah karena ada beberapa urusan.


Saat tiba di taman, ibu Hafsah pun pergi meninggalkan mereka untuk memberikan privasi kepada mereka.


"Maafkan aku kak" lirih Yasmin tertunduk.


Yusuf mengerutkan keningnya "kenapa minta maaf dek?" tanya Yusuf bingung.


"Apakah kakak masih yakin ingin melanjutkan ta'arruf kita ini?" tanya Yasmin dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku yakin dek, dan itu tidak akan berubah, bahkan, aku ingin langsung melamarmu saat ini juga jika kamu sudah membolehkannya" kata Yusuf tegas.


"Tapi saat ini aku merasa tidak pantas bersama kakak" kata Yasmin dengan suara bergetar.


"Apanya yang tidak pantas dek, jika karena kejadian beberapa hari yang lalu membuatmu berpikir seperti itu, maka aku tegaskan kembali bahwa bagaimanapun keadaanmu, apapun yang kamu alami, itu tidak akan mengubah apapun, niatku tetap sama" katanya membuat Yasmin meremas roknya. Melihat reaksi Yasmin, Yusuf kembali berbicara "Aku tahu kamu adalah gadis yang kuat yang akan berusaha keras untuk menjaga kehormatanmu dan keluargamu. Luka di tubuhmu ini adalah bukti kekuatanmu dek. Aku sangat salut akan hal itu".


Hati Yasmin menghangat mendengar penuturan Yusuf, sudah 3 minggu berlalu sejak Yusuf mengajaknya ta'arruf, itu artinya tinggal 1 minggu lagi Yasmin harus memutuskan apakah ia ingin menghentikan proses ta'arruf atau ia ingin melanjutkan ke tahap selanjutnya.


Suasana kembali hening.


"Apa yang kamu khawatirkan saat ini dek, hmm? keluarkan semua apa yang mengganjal dalam hatimu, setidaknya beban pikiranmu akan berkurang" kata Yusuf sesekali melihat ke arah Yasmin yang ada disampingnya agak berjauhan sedikit.


Yasmin tak bergeming.


"Maafkan aku kak, aku... a-aku..." kata Yasmin tergagap.


"Iya dek, kenapa? bicaralah dengan nyaman, dan jangan takut, aku tidak akan menggigitmu" canda Yusuf ingin mencairkan suasan yang mulai sedikit tegang.


"Aku ingin memutuskan proses ta'aeruf ini" kata Yasmin kemudian.


Seketika tubuh Yusuf melemas, ia seakan tak mampu berbicara lagi. Untuk beberapa saat, Yusuf hanya tertunduk diam tak merespon perkataan Yasmin.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2