Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
59. Anna Pulang Kampung


__ADS_3

"Kami pulang dulu yah bu, pak, terima kasih banyak sarapanya dan oleh-oleh kuenya," kata Ummi Ulfa menoleh ke Ibu Hafsah dan Ayah Syawal bergantian. "Oh iya, hati-hati dijalan yah calon mantu kesayangan Ummi, semoga selamat sampai Toraja," lanjutnya memeluk Yasmin dengan sayang.


"Iya Ummi, Ummi dan Abi juga hati-hati di jalan yah, semoga Allah senantiasa menjaga kita," cicit Yasmin membalas pelukan Ummi sejenak, lalu beralih mencium tangan Ummi dan Abi bergantian.


"Hey Will.. jaga Calon istriku, jangan sampai dia lecet, awas kau," celetuk Yusuf mengancam Wildan membuat semua orang tertawa.


Sementara Yasmin, wajahnya memerah malu dengan senyum tipis di bibirnya saat mendengar Yusuf menyebutnya 'calon istriku'.


"Astaga.. memangmya Yasmin mau salto-salto atau mau adu jontos disana sampai harus lecet segala," seloroh Wildan membuat semua orang kembali tertawa geli.


"Ya sudah kalau gitu kami berangkat dulu, Assalamu 'alaikum." Abi dan Ummi mengucapkan salam bersamaan.


"Dek, kami berangkat dulu yah, jaga diri baik-baik disana, jangan lupa kabari yah," lirih Yusuf membuat Yasmin mengangguk sambil tersenyum.


"Astaga ini anak, sabar-sabar kenapa sih, 1 bulan itu nggak lama kok," sela Ummi Ulfa yang ingin masuk ke dalam mobil, namun terhenti saat melihat Yusuf berbicara dengan suara kecil pada Yasmin.


"Iya Ummi, ini juga sudah kok," kata Yusuf lalu berjalan memasuki mobil. "Assalamu 'alaikum semuanya" ucap Yusuf lalu menutup pintu mobilnya.


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang yang ada disitu bersamaan.


"Oke, sekarang giliran kita yang berangkat kawan-kawan" kata Wildan semangat.


Mereka berempat pun akhirnya berpamitan pada Ayah Syawal, Ibu Hafsah dan sikembar Yana dan Yanin


"Oke adik kembar, kak Wildan pergi dulu, bye" pamit Wildan kepada Yana dan Yani. Kali ini dia tidak ingin menyebut nama lagi karena takut salah sebut nama.

__ADS_1


Mobilpun mulai berjalan dengan posisi Ryan di depan bersama supir mobil, Anna dan Yasmin di tengah, dan Wildan di belakang.


Wildan sengaja memilih dibelakang agar dia bisa memantau full gerak-gerik Ryan terhadap Anna.


Mobil terus berjalan, kurang lebih 5 jam lamanya, akhirnya pada pukul 02.30 siang, mereka memutuskan untuk istirahat sekaligus makan siang yang sudah terlambat di Enrekang.



Sumber: helpmecovid.com


"Wah, kalian lihat deh, gunungnya cantik sekali." Mata Ryan berbinar memandangi gunung tersebut.


"Oh itu namanya Gunung Nona Yan, iya kan Yasmin?" Anna memastikan jawabannya pada Yasmin.


"Betul Anna, itu namanya Gunung Nona, cantik dan unik bentuknya" tukas Yasmin.


Setelah makan siang, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Toraja yang tinggal 2 jam lagi.


"Ann, kamu udah menghubungi keluarga kamu yang ada di Toraja kan?" tanya Yasmin.


"Iya beres, nanti kita bermalam di rumah tanteku di Makale 1 malam, lalu besok kita ke Rante pao, kita nginap di hotel saja, gimana?" tawar Anna yang hanya di jawab dengan anggukan oleh semuanya yang mulai merasa ngantuk setelah makan siang tadi.


Kurang lebih 2 jam perjalanan, mereka kini tiba di rumah tante Irma, adik dari almarhum Ayah Anna pada sore hari. Rupanya tante Irma sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Setelah 5 tahun lamamya, akhirnya Anna pulang kampung, yeee," sorak Anna bahagia sebelum turun dari mobil. Wildan yang berada di kursi belakang mengulum senyum merasa gemas dengan Anna.

__ADS_1


"Assalamu 'alaikum tante," ucap Anna lalu mencium tangan dan memeluk tante Irma.


"Masya Allah kamu kah ini Anna? kamu cantik sekali pake jilbab," puji Tante Irma membuat Anna merona malu.


"Iya Ma, Anna yang dulu tomboi ternyata sudah berubah," seru Mala, adik sepupu Anna yang berusia 18 tahun.


"Hehe, kan biar dapat jodoh yang baik juga kan dek?" celetuk Anna spontan membuat Wildan dan Ryan berdehem bersamaan.


Anna seketika menoleh ke belakang melihat Wildan dan Ryan dengan tatapan heran.


"Tante, kayaknya teman-temanku masuk angin deh," cicit Anna membuat Yasmin menahan tawa.


"Oh iya nanti tante buatkan sarabba yah," tawar tante Irma.


"Saraba itu apa tante?" tanya Ryan bingung.


"Bukan saraba Yan, tapi sarabba," ralat Anna membuat Ryan mengangguk.


Anna kemudian memperkenalkan tante Irma dan Mala kepada Yasmin, Wildan dan Ryan.


Yasmin dan Anna akan nginap di rumah tante Irma malam ini, sementara Wildan dan Ryan akan nginap dirumah tetangga tante Irma.


"Ann, menurutmu, apakah kak Wildan dan Ryan bisa akrab yah? soalnya kan sepanjang perjalanan mereka selalu nginap bersama," Yasmin merapihkan jilbab sambil melihat Wildan dan Ryan di rumah sebelah sedang berbincang, entah apa yang mereka perbincangkan.


"Entahlah Yas, kalau aku lihat kayaknya sulit deh, karena mereka itu seperti minyak dan air, sulit bersatu, hahaha." Anna tertawa mengingat mereka yang selalu melempar tatapan tajam tiap kali berbicara.

__ADS_1


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


__ADS_2