Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
55. Yasmin jadi Tour guide


__ADS_3

Pukul 11.30 siang, pesawat yang ditumpangi Yasmin, Anna , Ryan dan Wildan kini tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" kata Yasmin sambil berjalan menarik koper kecilnya keluar bandara.


"Iya Yas, wah, kapan yah terakhir kali aku kesini? kayaknya 5 tahun yang lalu deh, waktu aku masih SMA" kata Anna sambil melihat kesegala arah.


Sementara Ryan dan Wildan berjalan di belakang tanpa bersuara sedikitpun.


"Oh iya, sebelum kita ke Toraja kita nginap dulu di Makassar buat lepas lelah, dan besok pagi kita berangkat ke Toraja biar bisa lihat pemandangan sekitar" kata Yasmin.


"Oh iya, nanti sore aku mau ngajak kalian ke Pantai Losari buat lihat sunset, gimana?" papar Yasmin yang sudah seperti seorang tour guide.


"Setuju" kata Anna semangat.


"Oh iya, maaf sebelumnya untuk kalian berdua, kalian nggak papakan nginap di hotel, aku nggak nyaman bawa cowok nginap di rumahku soalnya" kata Yasmin hati-hati pada Wildan dan Ryan.


"Wah.. sama sekali nggak papa, justru itu lebih baik untuk menghindari fitnah" kata Wildan setuju, sementara Ryan hanya diam.


Merekapun akhirnya pergi meninggalkan bandara menuju ke rumah Yasmin terlebih dahulu karena Ibu Hafsah sudah menunggu kedatangan mereka semua untuk makan siang.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di depan rumah Yasmin yang sederhana namun terlihat nyaman dan bersih.


"Alhamdulillah.. akhirnya kalian datang juga, silahkan masuk nak" kata Ibu Hafsah yang sejak tadi menunggu kedatangan mereka.


Yasmin memperkenalkan Ibu, Ayah serta kedua adik kembarnya kepada Anna, Wildan dan Ryan.


"Yasmin, adik-adik kamu sama persis yah, aku nggak bisa bedain loh, mana bajunya sama lagi" celoteh Wildan membuat Yasmin terkekeh geli.


Merekapun mulai makan siang bersama sambil bertukar cerita di meja makan. Sesekali mereka tertawa dengan Wildan yang selalu salah dalam menyebut nama Yana dan Yani.


"Kak Wildan, nginap dimana nanti?" tanya Yana


"Nanti kakak cari hotel dekat sini dek Yani" jawab Wildan seramah mungkin.

__ADS_1


"Bukan Yani kak tapi Yana" tegas Yana


"Eh iya salah lagi, maaf yah" kata Wildan sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


Setelah makan siang, Ryan dan Wildan pergi bersama ke hotel terdekat menggunakan taksi.


"Kamu jujur deh, kamu beneran kebetulan aja liburan ke Toraja saat ini, atau memang kamu sengaja ingin ikut setelah memata-matai kami?" tanya Ryan ketus yang saat ini sedang duduk disamping supir taksi sementara Wildan duduk di belakang.


"Apa maksud kami memata-matai?" tanya Wildan.


"Iya, kamu memata-matai kami kan? kalau tidak, bagaimana kamu tahu kalau hari ini kami akan liburan ke Toraja" tuduh Ryan.


"Aku memang sengaja ingin ikut kalian liburan ke Toraja, tapi aku tidak pernah memata-matai kalian. Kebetulan saja aku mendengarnya saat kalian sedang berbicara semalam di restoranku" jawab Wildan merasa tak suka dituduh sembarangan.


"Oh jadi restoran itu milikmu" kata Ryan, "apakah Anna mengetahui kalau itu adalah restoranmu" lanjutnya bertanya.


"Kayaknya tidak" jawab Wildan


Hening kemudian, tak ada lagi yang bersuara hingga mereka tiba di hotel.


-


Sore harinya, mereka pergi ke Pantai Losari.


"Pantai Losari merupakan sebuah tempat yang menjadi salah satu ikon Kota Makassar. Disini sangat sering di adakan kegiatan sehigga tempat ini selalu ramai oleh orang-orang yang datang" tutur Yasmin. "Dan kalian tahu, pemandangan sunset disini sangat indah" lanjut Yasmin.



Sumber: Ahmad Zain


Sambil menunggu datangnya sunset, Yasmin mengajak Anna, Wildan dan Ryan mengunjungi Masjid 99 Kubah yang juga berada di kawasan Pantai Losari.


__ADS_1


Sumber: majalah.tempo.co


"Masjid ini didesain khusus oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, dan merupakan ikon baru Kota Makassar. Memiliki arsitektur yang unik, masjid yang sesuai dengan namanya 'Masjid 99 Kubah' memiliki 99 kubah yang ditata bertingkat dengan warna merah, oranye, dan kuning" papar Yasmin menjelaskan sambil berjalan.


Wildan sangat takjub melihat masjid tersebut, sehingga ia langsung mengambil gambarnya lalu segera mengunggahnya di media sosial miliknya.


Tak lama kemudian, hapenya berbunyi dan ternyata Yusuf yang menelfonnya.


"Halo bro?" ucap Wildan


"Assalamu 'alaikum" Ucap Yusuf menyindir.


"Eh iya lupa salam aku, Wa'alaikum salam" jawab Wildan.


"Kamu lagi di Makassar yah?" tanya Yusuf


"Benar sekali bro, dan coba tebak siapa yang menjadi tour guide ku?"


"Siapa?"


"Yaa siapa lagi kalau bukan Yasmin..kita semua ini lagi liburan, sayang sekali kamu nggak ada, ckckck" kata Wildan sengaja memanas-manasi Yusuf.


"Oke nanti aku menghubungimu lagi" kata Yusuf langsung mengakhiri telfonnya secara sepihak.


"Ck.. ini anak, semena-mena sekali mematikan telfon seperti itu, padahal sudah dipanas-panasin, cemburu kek, apa kek, ini malah no respon" dumel Wildan bicara sendiri.


--


"Oh jadi dia sudah di Makassar, baguslah kalau begitu" batin Yusuf sambil tersenyum penuh arti.


-Bersambung-


Author lagi ikut lomba menulis tentang Kisah Kasih di Sekolah dengan Judul BUKAN CINTA MONYET, mohon dukungannya dengan like dan komen yah. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2