
Duhai istriku, bidadariku,
terima kasih untuk semuanya,
pengorbananmu demi melahirkan seorang malaikat kecil ke dunia ini sungguh luar biasa.
Menyaksikanmu secara langsung dalam bertaruh nyawa sungguh sangat menyiksa hatiku. Andai bisa, biar aku yang menanggung rasa sakitnya.
Sungguh rasa sakit akibat gigitanmu ini tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa sakit yang kamu rasakan saat melahirkan anak kita.
Sekali lagi, terima kasih sayang.
Love You
(Wildan Prasetyo)
--
oeek oeek oeek
Suara tangisan bayi menggema diseluruh ruangan itu. Rasa sakit yang tadi dirasakan Anna seolah langsung terbayar lunas dengan kehadiran malaikat kecil yang selama 9 bulan berada dalam kandungannya.
Wildan sendiri yang sejak tadi berteriak kesakitan tanpa menangis, seketika menumpahkan air matanya saat melihat sang buah hati untuk pertama kalinya.
Wildan menghambur memeluk Anna dan menghujani wajah sang istri dengan ciuman kasih sayang, ciuman kebahagiaan.
"Terima kasih banyak sayang, perjuanganmu dan pengorbananmu sangat luar biasa. Aku sangat mencintaimu," lirih Wildan disamping Anna lalu kembali menghujaninya dengan ciuman membuat Anna tertawa pelan merasa geli karena terkena brewok sang suami.
"Iya sayang, terima kasih juga karena sudah menemani aku berjuang, menemani masa-masa kehamilanku dengan sabar, dan rela memberikan tanganmu untuk ku gigit. Aku juga sangat mencintaimu," lirih Anna lemah.
__ADS_1
"Selamat yah, putra kalian sehat dan sempurna," ucap ibu bidan.
"Alhamdulillah.. terima kasih banyak bu bidan," ucap Wildan.
Setelah bayinya dibersihkan, kini diberikan kepada Wildan untuk di adzani. Wildan mengadzani putranya dengan air mata yang mulai membasahi pipi. Rasa syukur yang sangat besar kepada Allah senantiasa diucapkan oleh Wildan dan Anna.
-
Anna kini sedang tertidur pulas setelah melahirkan karena begitu lelah. Sementara Wildan sedang duduk disamping tempat tidur Anna. Tangannya yang terluka akibat gigitan Anna kini tengah diobati oleh Yusuf.
"Pantas saja tadi teriakanmu seperti orang melahirkan, ternyata dalam juga gigitan Anna ditanganmu ini," ujar Yusuf.
"Iya, ini sakit sekali, tapi tidak sebanding dengan sakitnya Anna saat melahirkan putraku," tutur Wildan sembari memandangi Anna yang sedang tertidur pulas.
Saat ini, Anna telah dipindahkan ke ruang rawat VIP, sementara bayinya masih berada dikamar bayi. Setelah Wildan mengadzani putranya, perawat langsung membawa putranya untuk diberi vaksin dan tetes mata khusus bayi baru lahir.
Semua keluarga tengah duduk menunggu kedatangan bayi Anna dan Wildan.
"Sudah bu, namanya Ameer Baihaqi Wildan."
"Alhamdulillah, nama yang indah, insya Allah menjadi doa untuk anak kalian," ujar Ummi Ulfa yang ikut mendengarkan.
"Aamiiin," ucap semua orang yang berada di ruangan itu.
Tidak lama kemudian, seorang perawat datang membawa bayi Anna dan Wildan.
Yasmin yang melihat perawat masuk membawa baby Ameer langsung mengekori perawat itu.
"Ini bayi ibu Anna, jika nanti menangis, tolong bangunkan ibu Anna untuk menyusuinya," ujar perawat tersebut.
__ADS_1
"Baik suster, terima kasih," ucap Wildan.
Semua keluarga kini melihat baby Ameer satu per satu. Sementara Yasmin tak pernah pindah dari tempatnya disamping tempat tidur baby Ameer.
"Masya Allah tabarakallah, selamat datang anak sholeh dan tampan, semoga jadi anak yang senantiasa bertaqwa pada Allah yah sayang," gumam Yasmin.
Yusuf yang melihat antusias Yasmin kini menghampiri sang istri.
"Aamiiin yaa Rabb." Yusuf mengaminkan doa Yasmin.
"Dan semoga segera adik kamu bisa segera hadir dalam sini," lirih Yasmin sambil memegangi perutnya.
"Aamiiin, insya Allah sayang." Yusuf kembali mengaminkan doa Yasmin.
Yusuf mengamati istrinya saat mengatakan itu, bibirnya tersenyum manis, namun sorot matanya memancarkan kesedihan.
Semenjak kecelakaan itu, sampai saat ini Yasmin belum hamil lagi. Dan itu cukup membuat Yasmin merasa sedih. Namun, Yusuf selalu menyemangatinya. Ia tidak pernah membicarakan hal itu kecuali jika Yasmin yang membahasnya duluan.
--
"Kak, jujur aku ingin sekali hamil lagi," jujur Yasmin dengan wajah sendu yang saat ini sedang berada di kamarnya.
"Insya Allah sayang, kata dokter, rahim kamu sehat dan subur. Jadi kita tunggu saja yah, jika sudah waktunya, insya Allah Yasmin junior akan hadir disini," terang Yusuf sembari memeluk istrinya dari belakang dan mengusap perut Yasmin dengan lembut.
"Makasih kak, karena selalu menjaga hati Yasmin dengan tidak bertanya apapun tentang ini, terima kasih juga karena selalu menyemangati Yasmin."
"Iya sayang, itu sudah kewajibanku sebagai suami, jangan pernah menyerah atas rahmat Allah sayang. Tetap berhusnuzhan (berprasangka baik) pada Allah, dan yakinlah bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmah dibelakangnya yang telah Allah siapkan."
-Bersambung-
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.