
Di Restoran X
"Hmm Ann, kamu udah punya pa...." ucapan Ryan terputus saat makanan pesanan mereka telah datang.
"Pa? apaan tu?" tanya Anna terkekeh.
"Kita makan dulu, nanti kita lanjutkan pembicaraan kita, nggak baik makan sambil ngomong" kata Ryan.
Merekapun makan dengan hikmat, hingga makanan mereka tandas.
"Oke sekarang kamu ngomong apa tadi?" tanya Anna kembali setelah ia mengusap mulutnya.
"Sebenarnya.. aku tadi mau nanya, kamu udah punya pacar belum?" tanya Ryan serius.
"Nggak, aku ini JOMBLO" kata Anna menekankan kata jomblo membuah Ryan terkekeh.
"Apa kamu pernah pacaran? tanya Ryan lagi.
"Nggak, aku nggak tertarik" Ryan mengernyitkan alisnya mendengar jawaban Anna.
"Ann, hmm maaf yah, aku cuma mau nanya, kamu masih tertarik kan sama cowok? kata Ryan hati-hati. Sejujurnya ia agak khawatir ketika mengetahui Anna nggak tertarik pacaran, apalagi teman-teman Anna dominan pria.
"Hahaha.." Anna tergelak mendapat pertanyaan Ryan yang sudah ia duga sejak tadi. "Aku masih normal Yan, kamu pikir aku cewek jeruk makan jeruk, yaa nggak lah" lanjutnya.
"Aduh, gara-gara kamu dari tadi melawak terus, perut aku jadi sakit, aku ke toilet dulu bentar yah" kata Anna lalu beranjak pergi.
Sementara Ryan yang ditinggal ke toilet hanya bisa tesenyum bahagia "syukurlah, berarti aku masih punya banyak kesempatan untuk memiliki Anna" gumam Ryan lirih.
--
Anna menatap pantulan dirinya di dalam cermin, sebenarnya ia begitu tak nyaman dengan pertanyaan Ryan tadi, ia berusaha memahami bahwa siapapun pasti akan berpikiran begitu saat ia mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan pacaran ditambah dengan gayanya yang tomboi
"Hufth.. tetap bersikap biasa-biasa saja" gumam Anna berbicara kepada dirinya di dalam cermin.
Anna keluar dari toilet, namun ia bertemu dengan Wildan yang juga baru keluar dari toilet pria.
__ADS_1
"Eh kamu lagi?" kata Anna menghentikan langkahnya melihat Wildan di sampingnya.
"Oh.. hai.. kita bertemu lagi" kata Wildan menyapa Anna sembari mengangkat tangannya satu. "Karena bertemu lagi, maka aku anggap ini takdir" lanjut Wildan cengengesan.
Yah, awalnya memang ia melihat Anna di restoran secara kebetulan, namun pertemuan di depan toilet bukanlah suatu kebetulan, melainkan rencana Wildan. Ia sengaja mengikuti Anna saat ia melihat Anna ke toilet.
"Hahaha takdir apaan coba" kata Anna tergelak.
"Yah, takdir supaya kita bisa kenalan lah, masa iya kita sering bertemu tapi tidak saling memgenal" kata Wildan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh gitu.. hmm okelah, kenalin namau Anna, Anna Embong Bulan" kata Anna mengulurkan tangannya.
Wildan sedikit terkejut saat mendapat uluran tangan dari Anna, pasalnya ia tak pernah bersentuhan dengan wanita sebelumnya.
"Maaf, namaku Wildan, Wildan Prasetyo" kata Wildan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Melihat cara Wildan, Anna langsung paham, ia sering melihat Yasmin seperti itu saat ada pria yang ingin bersalaman dengannya.
"Nggak papa, aku ngerti" kata Anna tersenyum sembari menarik tangannya kembali.
"Hmm.. gimana ya?"
1 menit
2 menit
3 menit
Wildan baru akan membuka mulutnya
"Boleh deh, tapi kamu jangan teror aku, awas loh" kata Anna dengan mata melototnya yang sangat lucu di mata Wildan.
"Yaa nggak lah, memangnya aku apaan pake teror-teror segala" kata Wildan terkekeh.
"Aku pergi dulu, teman aku udah nunggu dari tadi" kata Anna diangguki Wildan.
__ADS_1
Wildan menatap Anna yang semakin menjauh sambil mengulum senyum "ternyata hanya teman" gumamnya lirih.
--
Di Rumah Kontrakan
"Assalamu 'alaikum, Anna yang cantik pulang" ucap Anna masuk ke dalam rumah dan mendapati Yasmin sedang makan malam.
"Ann, kamu sudah makan?" tanya Yasmin saat Anna mendekat ke meja makan.
"Sudah sih, tapi lihat kamu makan rasanya aku lapar lagi" kata Anna mengambil sendok Yasmin lalu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya membuat Yasmin terkekeh.
"Oh iya, kamu ada hubungan apa sama Ryan?" tanya Yasmin penasaran.
"Dia itu sahabat kecil aku, tapi..." kata Anna terpotong.
"Tapi apa Ann? tanya Yasmin lagi.
"Tapi tadi dia meragukan aku sebagai wanita nomal" kata Anna manyun.
"Normal gimana maksudnya? dan kenapa dia bisa sampai berpikiran seperti itu?"
"Ya dia kira aku itu jeruk makan jeruk. Awalnya dia tadi nanya, apa aku punya pacar atau belum, terus aku bilang nggak punya dan nggak tertarik" terang Anna.
"Oh mungkin dia itu suka sama kamu Ann, dan jangan-jangan dia mau jadikan kamu sebagai pacarnya" kata Yasmin menduga-duga.
"Yaa nggak mungkin lah Yas, dia itu sahabat aku sejak dulu dan sekarang" elak Anna.
"Ann, kamu tahu? nggak ada persahabatan yang murni antara pria dan wanita dewasa, mungkin awalnya memang murni, tapi seiring berjalannya waktu, akan tumbuh benih-benih cinta diantara mereka, entah itu dari pihak pria ataupun wanita" terang Yasmin.
"Apalagi kalau sama-sama jomblo Ann, makin besar peluangnya jatuh cinta" tambah Yasmin kemudian.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
__ADS_1