
"Ameer keponakan aunty yang paling tampan, sini biar aunty pangku," ujar Yasmin sembari merentangkan kedua tangannya kepada Ameer.
Dengan lincah Ameer turun dari pangkuan Ibunya dan langsung berlari memeluk Yasmin.
"Anak pinter, Ameer udah sarapan belum sayang?" tanya Yasmin lembut.
"Sudah aunty,"
"Wah hebat keponakan aunty ini."
"Yasmin, Yusuf memanggilmu, dia muntah-muntah lagi tapi dia nggak mau jika aku yang memijitnya, dia maunya dipijit sama kamu," kata Wildan keluar dari kamar Yusuf.
"Oh iya kak, baik," ujar Yasmin.
"Ameer sama Ibu dulu yah, aunty mau lihat uncle dikamar dulu, bujuk Yasmin sembari menurunkan Ameer dari Pangkuannya.
"Yas, mumpung kita disini, ayo bawa kak Yusuf ke dokter, kasihan dia kalau muntah-muntah terus," ajak Anna.
"Oh iya yah, kalau gitu aku dan kak Yusuf siap-siap dulu, makasih yah Ann." Anna mengagguk menjawab ucapan Yasmin.
-
"Astaghfirullah kak," ucap Yasmin saat mendapati Yusuf tengah muntah di kamar mandi.
Dengan sigap Yasmin menghampiri Yusuf dan memijit lembut tengkuk sang suami.
"Kak, ayo kita ke rumah sakit yah, kasihan loh kakak jadi semakin lemas karena muntah terus," ajak Yasmìn dan Yusuf hanya mengangguk lemah.
-
__ADS_1
Dan disinilah mereka sekarang, berada di ruang dokter David.
"Dokter kok sakit?" canda David kepada Yusuf sambil tersenyum.
"Dokter juga manusia Dav," jawab Yusuf lemah.
"Apa kamu lagi banyak pikiran akhir-akhir ini?" tanya dokter David seraya memeriksa keadaan Yusuf.
"Nggak, pikiranku lagi adem ayem aja sekarang," jawab Yusuf, membuat dokter David mengerutkan keningnya.
"Hmm maaf Ibu, apa boleh saya memeriksa denyut nadi Ibu?" David merasa ada yang aneh dengan Yusuf.
Yasmin mengernyit bingung, lalu menatap suaminya.
"Nggak papa sayang." Yusuf berbicara dengan gerakan bibir tanpa bersuara. Ia sepertinya mulai memahami apa maksud David.
David pun mulai memeriksa denyut nadi Yasmin, dan benar saja, denyut nadi Yasmin saat ini lebih cepat dari denyut nadi wanita normal.
"Sindrom couvade? maksud dokter kehamilan simpatik?" tanya Yasmin dan dokter David mengangguk.
Senyum Yasmin seketika mengembang, begitupun dengan Yusuf yang melihat raut wajah bahagia dari sang istri.
"Terima kasih dokter David, kalau gitu kami akan langsung ke poli obgyn." Yusuf pamit lalu merangkul pundak Yasmin keluar dari ruangan pemeriksaan.
Meski tubuh Yusuf sangat lemah saat ini, namun rasa bahagia dan semangatnya untuk memeriksa kehamilan sang istri mampu menutupinya.
Sepanjang perjalanan, Yasmin selalu tersenyum dan itu tak luput dari pantauan Yusuf yang juga ikut tersenyum.
"Kamu bahagia sayang?"
__ADS_1
"Iya kak, aku bahagia sekali, semoga dugaan dokter David benar,"
"Aamiiin.. insya Allah sayang."
-
Setelah mengantri beberapa menit, akhirnya kini giliran Yasmin yang akan di periksa. Dengan didampingi Yusuf, Yasmin mulai diperiksa oleh dokter Ika.
Dokter Ika mulai menempelkan transducer USGnya di perut Yasmin, sambil di gerakkan mencari posisi yang tepat untuk mendapatkan gambar yang paling jelas.
"Selamat yah, Ibu Yasmin memang saat ini sedang hamil, dan ini kembar 3," tutur dokter Ika menunjuk layar monitor yang memang saat ini sedang menampilkan gambar dengan 3 titik berwarna hitam.
Mata Yasmin dan Yusuf seketika membulat mendengar penuturan dokter Ika.
"Kembar 3? Ini beneran kan dok?" tanya Yasmin memastikan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Benar bu, dan usia kandungannya sudah 5 minggu, untuk saat ini, tolong ibu Yasmin istirahat total di rumah, mengingat Ibu memiliki riwayat keguguran sebelumnya," pesan dokter Ika.
Yasmin tak mampu lagi berkata-kata, air matanya luruh ke pipi. Yusuf yang melihatnya langsung memeluk sang istri.
"Selamat yah sayang, akhirnya kesabaranmu selama 3 tahun berbuah manis, lihat, Allah langsung menghadirkan 3 janin sekaligus dalam rahim kamu," bisik Yusuf di telinga Yasmin.
--
Dibalik musibah, tentu ada hikmah dibaliknya. Sabar dan tawakkal dalam menghadapinya tidak akan merugikan kita sedikitpun, justru dengan begitu, Allah akan menggantinya dengan hadiah yang tak pernah disangka-sangka.
Hari ini, Allah telah memperlihatkan hikmah besar dibalik musibah itu. Penantian kami selama 3 tahun, kini berbuah manis. Tak ada kata yang tepat selain ucapan puji dan syukur kepada Allah yang Maha Baik.
(Yasmin dan Yusuf)
__ADS_1
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.