Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
33. Ingin Ta'arruf


__ADS_3

Melihat senyuman di bibir putranya, Ummi Ulfa kembali tersenyum bahagia. Ini pertama kalinya ia melihat Yusuf terenyum ke arah wanita asing.


"Yusuf, sini" ajaknya kepada Yusuf memberikan tempat disisinya dan disisi Yasmin. "Ummi mau memperkenalkan kamu sama Yasmin" lanjutnya sembari melirik Yasmin dengan tetap mempertehankan senyumannya.


"Ummi kenal Yasmin?" tanya Yusuf sedikit gugup melirik ke Yasmin lalu kembali melihat Umminya.


"Iya nak, kan Ummi pernah cerita ke kamu kalau waktu itu Ummi bertemu seorang gadis cantik di depan minimarket" kata Ummi membuat pipi Yasmin seketika merah merona karena malu.


"Oh, jadi gitu" jawab Yusuf singkat.


"Kamu sendiri sudah kenal Yasmin nak?" tanya Ummi membuat Yasmin melirik ke Yusuf sebentar lalu menunduk kembali.


"Iya Ummi, Yasmin ini yang lagi PKL di tempat tante Karina" jawab Yusuf.


"Oh gitu, ka.." kata Ummi Ulfa terpotong saat ada panggilan telfon masuk di hapenya. Ummi pergi menjauh sedikit untuk mengangkat telfon kemudian beberapa menit kemudian ia datang untuk pamit keluar sebentar.


"Yusuf, Yasmin, Ummi tinggal dulu sebentar yah, Ummi tadi dipanggil oleh pamanmu, Ummi harus bertemu dulu dengannya" kata Ummi Ulfa lalu melengos pergi meninggalkan mereka berdua.


Kedua manusia itu diam membeku, entah apa yang ada dipikiran mereka masing-masing, yang jelas sampai beberapa menit berlalu, tak ada yang memulai pembicaraan. Jika saja tidak terdengar suara musik di ruangan itu, mungkin saja suara debaran jantung mereka yang begitu hebat bisa terdengar jelas, mengingat saat ini jantung keduanya sedang tidak baik-baik saja sejak tadi. Hingga akhirnya Yusuf memberanikan diri untuk berbicara duluan.


"Makan dek, aku belum menyentuhnya" basa basi Yusuf sambil menyodorkan dessert yang ia ambil tadi ke depan Yasmin.

__ADS_1


"Eh, i-iya pak, terima kasih" jawab Yasmin gugup.


"Jangan panggil aku 'Pak', aku masih bujang, rasanya aku seperti bapak-bapak beranak 3 jika dipanggil 'Pak'. Celoteh Yusuf berusaha melucu dan itu cukup berhasil membuat Yasmin tersenyum tipis.


Hening sejenak..


"Ka-kamu sudah nikah?" tanya Yusuf mulai ke intinya sambil menahan rasa gugupnya.


Mendengar pertanyaan Yusuf membuat Yasmin mendongak ke arah Yusuf yang juga sedang menatapnya, ia terkejut mendapat pertanyaan tersebut. Ia juga tidak menyangka Yusuf akan langsung menaknyakan hal seperti itu padanya.


"Be-belum pak,, eh" jawab Yasmin baru sadar kalau iya memanggil Yusuf kembali dengan sebutan "Pak", namun ia tak tahu harus memanggilnya dengan apa.


"Lalu, saya harus panggil apa?" tanya Yasmin kembali menunduk.


"Panggil mas, kakak, atau abang juga boleh" papar Yusuf tersenyum kembali melihat Yasmin lalu menunduk.


"Kalau paman gimana?" tanya Yasmin bercanda, membuat keduanya tertawa ringan sejenak. "Ya udah aku panggil kakak aja yah?" lanjut Yasmin menunduk.


"Baiklah, itu bagus" kata Yusuf kemudian.


Hening lagi..

__ADS_1


"Dek, kalau misalnya aku ngajakin kamu buat ta'arruf apa boleh?" tanya Yusuf hati-hati.


Pertanyaan Yusuf kali ini membuat debaran janutung Yasmin yang sejak tadi sedang tidak baik-baik saja seketika ingin melompat keluar, disatu sisi iya juga merasakan perasaan hangat dalam hatinya, seolah-seolah ia telah menantikan ajakan itu sejak lama.


Yasmin terdiam sejenak, "kalau boleh tahu, apa alasan kakak ingin mengajakku ta'arruf?" tanya Yasmin kemudian.


"Hmm.. entahlah, kamu pasti sudah menyadari kalau kita pernah bertemu sebelumnya 2 tahun yang lalu kan?" Yasmin mengangguki pertanyaan Yusuf, "kalau boleh jujur, jauh sebelum hari ini, bahkan 2 tahun lalu, sebelum pertemuan kita yang terakhir di RS karena temanmu sakit, aku sudah melakukan istikharah, dan jawabannya yaitu kamu, dan tidak hanya sekali atau dua kali, tapi istikharah itu ku lakukan beberapa kali, tidak peduli 2 tahun lalu, ataupun beberapa minggu lalu, jawaban istikharahku masih tetap sama, yaitu kamu". kata Yusuf menunduk namun sesekali melihat ke arah Yasmin.


Anggaplah Yusuf saat ini sedang membuat puisi cinta yang begitu romantis, namun ia tak tahu harus menjelaskan bagaimana selain mengatakan apa yang ia lalui dengan jujur, bukan sekedar kata-kata indah nan romantis semata. Menurutnya, mengawali suatu kebaikan haruslah dengan suatu kebaikan pula, salah satunya yaitu kejujuran.


Mendengar alasan Yusuf, Yasmin semakin menunduk, bukan karena malu, akan tetapi kali ini ia tidak mampu menahan air matanya yang sejak tadi ia tahan dan ia tidak ingin Yusuf melihatnya. Kini ia mengerti, rupanya, inilah alasan mengapa sejak 2 tahun lalu ia sering memimpikan sosok wajah Yusuf dengan begiu jelas, Allah tidak akan menghendaki sesuatu terjadi kecuali ada hikmah kebaikan dibalik sesuatu itu.


"Bagaimana dek?" tanya Yusuf kembali karena ia merasa Yasmin tidak memberikan respon apapun sejak tadi.


"Jika memang apa yang kakak katakan itu jujur, dan kakak sungguh-sungguh dengan niat kakak, maka datanglah ke rumahku, minta izinlah pada kedua orang tuaku sebelum mengajakku ta'arruf" kata Yasmin masih dengan menunduk.


Senyum bahagia seketika terukir di bibir Yusuf, ia tak menyangka akhirnya ia berhasil mengutarakan niatnya saat itu juga dihadapan Yasmin secara langsung.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2