Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
96. Yasmin Melahirkan Part 2


__ADS_3

"Huh huh huh" nafas Yasmin tersengal-sengal.


"Dorong sekali lagi bu,"


"Bismillah, Allahu Akbaaaaaaaar," wajah Yasmin memerah cukup lama, mengeluarkan sisa tenaganya untuk sang buah hati.


"oek oek oek"


"selamat bu, pak, bayi ketiga laki-laki" ujar bidan Nisa


"Alhamdulillah, selamat sayang, semua anak kita sudah lahir," tutur Yusuf memandangi bayi ketiganya lalu beralih melihat sang istri yang ternyata sudah tidak sadarkan diri.


"Sayang?" Yusuf memeriksa nafas dan denyut nadinya.


"Bu Bidan, sepertinya istri saya pingsan,"


"Tidak papa dokter Yusuf, istri bapak sangat lelah bahkan mungkin ia kehabisan tenaga, setelah ini istri bapak akan dipindahkan ke ruang rawat, dan untuk ketiga bayi akan kami tempatkan inkubator sementara karena berat badannya masih kurang," terang bidan Nisa.


"Baik bu,"


Hari sudah siang, setelah mengadzani ketiga anaknya, Yusuf memutuskan keluar sejenak untuk menghubungi keluarganya. Karena tadi terlalu khawatir, Yusuf tidak sempat menghubungi siapapun.


Yusuf menghubungi Ummi Ulfa, kemudian Ibu Hafsah di Makassar, dan terakhir menelfon Wildan yang mungkin saat ini sedang menjemput Anna sebagai rutinitas barunya semenjak Anna kembali kuliah.


Tidak lama kemudian, Yasmin di bawa ke ruang rawat VIP. Yusuf dengan setia selalu menemani sang istri kemanapun ia berada.


Yasmin nampak sangat pucat dan lemah, Yusuf duduk disamping tempat tidurnya, sembari menggenggan tangan istrinya.


"Sepertinya ini adalah ketiga kalinya kamu berbaring disini sayang, kalau dulu kamu membuatku sedih saat berbaring disini, sekarang malah sebaliknya. Aku sangat bersyukur dan bahagia. Setelah 3 tahun kita menunggu, akhirnya kamu sampai ditahap ini, melahirkan 3 anak kita." Yusuf mengecup punggung tangan Yasmin dengan sayang. "Terima kasih sayang, perjuanganmu sungguh luar biasa, dan aku tidak akan melupakan semua itu," lanjutnya dengan air mata yang kini menetes membasahi tangan Yasmin.

__ADS_1


Tok tok tok


"Asalamu 'alaikum," ucap Wildan dan Anna yang datang bersama Ameer.


"Wa'alaikum salam," jawab Yusuf menoleh ke arah 3 orang yang baru datang itu.


"Uncle tampan," teriak Ameer berlari ke arah Yusuf, namun suaranya semakin mengecil saat Yusuf memberikan kode jari telunjuk di bibirnya untuk tidak berisik.


"Keponakan uncle uang tampan, suaranya dikecilin dulu yah, kasian aunty Yasmin sedang tidur," lirih Yusuf sambil memangku Ameer.


"Baik uncle," jawab Ameer dengan suara lirih.


"Good boy." Yusuf mengusap kepala Ameer.


"Kak Yusuf, gimana keadaan Yasmin?" tanya Anna lirih.


"Kasian Yasmin, aku aja kemarin melahirkan 1 anak lelahnya luar biasa, apalagi sampai 3 anak sekaligus," celoteh Anna masih dengan suara lirih.


"Iya, dia sampai pingsan setelah melahirkan tadi," ujar Yusuf sendu.


"Yus, apa kamu juga digigit? untung kemarin Anna cuma melahirkan 1 anak, kalau melahirkan 3 anak kayak Yasmin , mungkin Anna sudah kenyang dengan dagingku,.. auw" celoteh Wildan yang seketika mendapat cubitan di pinggangnya oleh Anna.


"Itu mulut, bisa nggak sih di rem kalau ngomong bang?" dumel Anna.


"Iya maaf sayang, aku cuma berbagi pengalaman saja sama Yusuf, bagus loh bekas gigitan kamu sayang, masih ada sampai sekarang. Menjadi saksi perjuanganmu untuk selalu mengingatkanku untuk membahagiakanmu," tutur Wildan membuat wajah Anna merah merona.


Yusuf hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd pasangan itu.


"Uncle, dede tripletnya mana?" tanya Ameer kemudian.

__ADS_1


"Ada dikamar bayi Ameer, nanti kalau dedenya udah agak besar, baru boleh keluar dari kamar bayinya.


"Oh." Bibir Ameer membulat menanggapi perkataan Yusuf.


Tok tok tok


"Assalamu 'alaikum, bagaimana kabar menantu kesayangan Ummi?" ucap Ummi Ulfa yang baru datang bersama Abi Hasan.


"Wa'alaikum salam, Ummi, Abi. Yasmin tadi sangat lelah, jadi dia istirahat sekarang," jawab Yusuf.


"Oh iya, apa kamu sudah menghubungi ibu kamu?" tanya Ummi Ulfa.


"Sudah Ummi, mungkin nanti sore baru tiba dari Makassar," jawab Yusuf.


Ummi Ulfa dan Abi Hasan mendekat ke tempat tidur Yasmin.


"Pasti kamu sangat sakit dan lelah sayang, tapi tidak papa, saat melihat 3 malaikatmu nanti, pasti sakit dan lelah itu segera hilang tidak terasa," ujar Ummi mengelus kepala Yasmin yang tertutupi jilbab.


"Dimana bayi kembarnya Yusuf?" tanya Abi Hasan.


"Masih dikamar bayi Abi, mereka masuk inkubator dulu, mohon doanya, semoga mereka bisa cepat keluar dan sehat-sehat," jawab Yusuf.


"Aamiiin," ucap semua yang ada disitu.


"Uncle, uncle, nanti kalau dede tripletnya udah keluar, Ameer minta satu yah, kata ayah, kita nggak boleh pelit loh uncle," celoteh Ameer.


"Hah?" semua orang hanya bisa melongo mendengar perkataan bocah kecil itu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2