
Mobil yang di tumpangi Yasmin kini tiba di depan rumah. Ia mengamati malam yang begitu sunyi, diliriknya arlojinya 02.15 AM terpampang jelas disana.
Rasanya baru kemarin ia meninggalkan rumah ini, namun sekarang ia telah berada di hadapannya lagi.
Sejenak ia kembali teringat akan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, dimana ia menerima ajakan ta'arruf pria yang selama ini hadir di mimpinya.
Seutas senyuman kembali tersungging di bibir tipisnya, entah kenapa setiap kali mengingatnya, hatinya menghangat. Ia tak menyangka akan dipertemukan dengan sosok pria seperti Yusuf yang dulu ia juluki pria roti karena pertemuan pertama mereka kala itu.
Yasmin kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Perlahan ia membuka pintu, derap langkahnya sebisa mungkin ia pelankan agar tak menganggu sang sahabat yang kini tengah berselancar di alam mimpinya.
Membersihkan diri sebelum tidur kini telah ia tunaikan. Perlahan ia mulai menutup mata sembari bibirnya mengucapkan kalimat indah kepada Sang Khaliq sebelum ia melepas rasa lelah yang saat ini sedang menggerogoti dirinya.
Kini subuh mulai menampakkan dirinya, alunan panggilan yang sangat indah dan menggetarkan qalbu turut membangunkan dua gadis yang berada di kamar berbeda. Anna dan Yasmin terbangun dari mimpi indahnya, seperti biasa, sholat subuh akan mereka tunaikan terlebih dahulu sebelum memulai aktivitasnya dipagi hari.
Anna keluar dari kamar untuk menyeduh segelas teh hangat yang akan menemaninya menjemput sang Fajar yang perlahan mulai menampakkan diri.
Namun ia dikejutkan oleh suara pintu kamar Yasmin terbuka, perlahan sosok dengan balutan serba putih yang menutupi tubuhnya keluar dari kamar.
"Ha-Hantu....." teriak Anna lalu ia berlari ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya rapat. Kehebohan yang Anna ciptakan dipagi buta ini berhasil membuat sosok yang ternyata adalah Yasmin ikut terkejut, ia berpikir ada hantu di dekatnya saat ini, namun, sejenak ia berpikir dan baru menyadari penampilannya saat ini yang masih lengkap dengan mukenah putihnya yang mungkin disalah artikan oleh Anna, mengingat Anna tidak mengetahui kepulangan Yasmin dini hari tadi.
"Astaghfirullah.. mimpi apa aku semalam sampai harus bertemu hantu pagi-pagi buta begini" gumam Anna ketakutan.
Tok tok
"Ann.. ini aku Yasmin"
"Yasmin? bukannya dia masih di Makassar yah?" batin Anna
Merasa tidak ada jawaban, Yasmin kembali mengetuk pintu kamar Anna.
Tok tok
"Ini beneran aku Ann, aku pulang lebih awal karena Ayahku sudah sehat, dan tadi jam 2 dini hari aku tiba disini"
Mendengar penuturan Yasmin, Anna perlahan membuka pintu, ia mengintip sejenak, setelah memastikan bahwa yang ada di depannya saat ini benar-benar Yasmin iapun langsung menghambur memeluk sahabatnya itu.
"Kok nggak bilang-bilang sih kalau udah balik kesini, aku kan nggak sampai ketakutan kayak tadi Yas" gerutu Anna melepas pelukannya dari Yasmin.
__ADS_1
"Hehe maaf, aku cuma mau kasi surprise buat kamu" kata Yasmin cengar-cengir.
Setelah sarapan, Yasmin dan Anna memulai kembali aktivitas mereka, Anna akan mengantar Yasmin ke RS A terlebih dahulu kemudian ia akan ke kampus.
Saat tiba di halaman RS, Yasmin mendapat pesan singkat dari Yusuf.
Kak Yusuf
'Assalamu 'alaikum.. maaf dek, aku mau ngasih titipan Ummi untuk kamu, kamu bisa kan ke taman sebentar?'
Setelah membaca dan membalas pesan itu, Yasmin melangkahkan kakinya menuju taman. Taman merupakan tempat yang ramai oleh pasien maupun staf RS. Yasmin berjalan lalu duduk dikursi taman sambil menikmati udara segar dipagi hari.
Tak berselang lama, Yusuf datang dengan membawa sebuah kotak makanan di tangan kanannya.
"Ini untuk kamu, Ummi memasaknya untuk kamu" kata Yusuf sembari memberikan kotak makanan tersebut kepada Yasmin.
"Terima kasih banyak kak, tolong sampaikan salam dan ucapan terima kasihku pada Ummi" kata Yasmin setelah menerima kotak makanan tersebut.
Hening sejenak, suasana terasa begitu canggung.
"Hmm.. jika kamu ingin mengetahui banyak hal tentang aku, kamu boleh menanyakannya langsung ke Tante Rina, beliau adalah adik dari Ummi yang tahu banyak tentangku" kata Yusuf memecah keheningan diantara keduanya.
"Aku mengajakmu ta'arruf untuk kamu, agar kamu bisa mengenaliku lebih jauh melalui tante ataupun Ummi. Aku tidak ingin kamu merasa menikah dengan pria asing nantinya. Kalau untuk aku, aku bisa mengenalimu nanti setelah nikah jika memang Allah menakdirkan kita untuk menikah. Aku percaya akan pilihan Allah.
Yasmin terenyuh mendengar penuturan Yusuf, ia merasa senang karena Yusuf betul-betul mengutamakan dirinya.
"Baik kak, terima kasih banyak karena telah memberiku kesempatan terlebih dahulu untuk mengenali kakak"
"Kalau begitu, aku pamit ke dalam dulu" lanjut Yasmin, membuat Yusuf mengangguk.
Mereka perlahan meninggalkan tempat itu secara terpisah.
Tanpe mereka sadari, pertemuan mereka disaksikan oleh beberapa suster dan tentu saja oleh Riska. Melihat Yusuf yang memiliki karakter dingin dan kaku pada wanita bisa dekat dan berbincang santai dengan Yasmin membuat mereka bertanya-tanya tentang 'apa hubungan mereka'.
Saat jam makan siang
Yasmin dan ketiga temannya sedang makan di kantin. Beberapa hari lagi ketiga temannya itu akan menyelesaikan PKLnya, artinya Yasmin akan melakukan PKL sendiri sampai satu minggu kedepan.
__ADS_1
"Wah, tumben kamu bawa bekal Yasmin" kata Andi saat melihat Yasmin mengeluarkan kotak makanan dari tasnya.
"Eh, iya Andi, mari makan" kata Yasmin mengalihkan pembicaraan.
"Yas, Ayah kamu sudah sehat? perasaan kemarin kamu izin 2 minggu deh, ini masih seminggu kamu udah balik aja" tanya Nisa.
"Iya Nis, alhamdulillah Ayah sudah sehat, Ayah juga yang menyuruhku segera kembali karena lagi PKL" jawab Yasmin.
"Permisi, Yasmin?" tanya seorang suster kepada Yasmin.
"Iya kak" kata Yasmin.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya suster Mira
"Oh iya silahkan kak" jawab Yasmin
"Aku mau bicara empat mata" kata suster Mira lalu meninggalkan mereka, dan Yasmin mengikutinya.
"Langsung saja yah, kamu ada hubungan apa dengan dokter Yusuf?" tanya suster Mira mulai ketus.
Yasmin sangat terkejut mendengar pertanyaan suster tersebut.
"Apa saya harus mengatakannya pada kakak?" tanya Yasmin dengan lembut.
"Yaa harus lah, aku itu suka sama Yusuf sudah lama, jadi jika ada yang dekat sama Yusuf itu hanya boleh aku" sarkas suster Mira.
Yasmin tersenyum mendengar penuturan suster itu.
"Kenapa kamu malah senyum?" tanya suster Mira ketus.
"Aku hanya merasa lucu dengan kakak yang mengklaim kak Yusuf seperti itu padahal belum nikah, ingat kak, Allah yang telah mengatur semuanya termasuk perihal jodoh. Kita ini hanya manusia biasa, sama halnya dengan kakak dan aku, kak Yusuf juga memiliki takdirnya sendiri, mengenai siapa jodohnya, itu hanya urusan Allah, kakak nggak berhak mengatur itu apalagi sampai memaksanya" kata Yasmin tegas.
"Nggak sopan sekali, beraninya kamu," kata suster Mira ingin menampar wajah Yasmin, namun Yasmin berhasil menahan tangannya.
"Maaf kak, jika kakak menganggapku tidak sopan, ini hanya bentuk pembelaanku terhadap sikap kakak tadi, permisi" kata Yasmin dengan tatapan tegas lalu pergi meninggalkan suster Mira sendirian dengan rasa dongkolnya yang sudah sampai di ubun-ubun.
Suster Mira hendak pergi dari tempat itu, namun tiba-tiba ia dihalangi oleh kehadiran Riska yang sejak tadi mendengar pertengkaran mereka.
__ADS_1
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.