
"Ayo Eva kita kesana...."
ajak Arsana sambil menaruh tangannya di bahu Eva yang terlihat mungil di sebelah Arsana. Perbedaan kulit mereka juga sangat terlihat, Eva dengan kulit sawo matang dan Arsana dengan kulit putihnya.
Vincent dan Toni pun mengikuti mereka berdua, hingga sampai di sebuah tempat makan, sudah tersaji berbagai makanan disana yang khusus di sediakan untuk semua yang ikut serta termasuk para pelayan dan pengawal.
"Eva...bersantai lah hari ini...dan bermain lah sepuasmu...tapi jangan lupa jaga kondisimu ya .."
sambut Daniel saat melihat Eva yang sedang berjalan dengan Arsana menghampirinya.
"Dan juga kau Toni...makan dan bersenang-senanglah hari ini ya..."
"Baik tuan...terimakasih atas semuanya..."
jawab Toni dengan tersenyum cerah.
Tanpa canggung Daniel berjabat tangan dan memeluk Toni disana.
Mereka semua menikmati makanan yang sudah di sediakan sebelum akhirnya bermain di berbagai wahana.
Eva memilih menaiki Bumper car dengan tenaga listrik, menurutnya itu adalah sebuah permainan yang tidak menguras banyak tenaga. Dia bermain bersama para pelayan dan juga Arsana, dia menabrak-nabrakkan mobil kecil yang ia naiki sambil tertawa bahagia.
Memang baru kali ini, sejak dari kecil Eva tak pernah pergi ke tempat rekreasi. Karna jangankan untuk membayar tiket, untuk makan sehari-hari saja masih terbilang kekurangan.
Untuk itu hari ini Eva sangat antusias bahkan sebenarnya ia ingin mencoba semua wahana permainan, hanya saja beberapa wahana disana tidak di perbolehkan di naiki oleh ibu hamil.
Perut Eva memang sudah terlihat membuncit, siapa pun akan mengetahui bahwa dia sedang hamil, karna perubahan bentuk perutnya dan juga badannya yang terlihat lebih gemuk dari sebelumnya.
Eva sudah banyak memasuki wahana bermain, di temani oleh para pelayan, sedangkan Arsana kini sibuk memfoto dirinya dengan berbagai pose, untuk dia upload di akun media sosialnya.
Memperlihatkan bahwa dia menyewa sebuah taman rekreasi hanya untuk berlibur bersama keluarga. Dia juga memperlihatkan suasana taman rekreasi yang sepi sebagai bukti dia telah menyewanya.
Seperti tidak merasa lelah, Eva terus berjalan menyusuri setiap wahana yang aman untuknya bermain. Eva kini duduk di depan sebuah wahana roller coaster, dia sangat ingin menaikinya, tapi tentu wahana ini sangat berbahaya untuk ibu hamil karna kecepatan dan rel kereta yang berputar-putar, belum lagi resiko terjatuh atau macet bisa saja terjadi jika ada kesalahan dalam permainan.
Eva terdiam melihat para pelayan dan pengawal yang menaiki wahana tersebut sambil berteriak-teriak kegirangan, ada pula yang ketakutan. Muncul sebuah ide gila bahwa dia akan menyuruh Vincent untuk menaikinya, dengan alasan dia ingin melihatnya.
Eva masih menyimpan sebuah kekesalan karna pertemuan awal dengan Vincent yang di nilainya kurang mengenakan, dan Vincent terkesan sebagai orang yang menyebalkan, meski kini sifatnya sedikit berubah padanya, itupun karna ada anak dari Daniel dalam dirinya.
Sedari tadi Eva berpapasan dengan Vincent yang hanya terlihat diam saja, seakan enggan untuk bermain seperti yang lainnya, Vincent bahkan terlihat mengantuk.
Tanpa Eva sadari ternyata Daniel sedang berjalan menghampirinya, Daniel baru saja menyelesaikan permainan roller coasternya. Rambutnya bahkan masih terlihat berantakan akibat angin yang kencang saat menaiki roller coaster.
"Sedang apa Eva...beristirahatlah jika kau lelah..."
sapa Daniel sambil melirik ke arah perut Eva yang sudah mulai membuncit.
Seakan mendapatkan angin segar, Eva segera menjalankan rencananya lewat perantara Daniel yang pasti akan menuruti kemauannya.
__ADS_1
"Aah tidak tuan...saya hanya sedang ingin duduk disini..melihat permainan roller coaster ini..."
"aku ingatkan ya... jangan menaikinya karna ini bahaya untuk ibu hamil..."
"Saya tidak akan menaikinya tuan...tapi saya entah kenapa hanya ingin melihat seseorang menaiki wahana ini..."
"Apa ini salah satu ngidammu ya..."
kata Daniel dengan mata berbinar, seakan ingin menuruti semua kemauan Eva karna alasan bayi yang di kandungnya.
"Saya juga tidak tau tuan...tiba-tiba saya menginginkan seseorang menaiki itu..."
jawab Eva berpura-pura menunjuk kereta roller coaster itu.
ahh ya...berarti benar ini adalah kemauan dari bayiku...
batin Daniel.
"Katakan siapa orang yang ingin kau lihat menaikinya...apakah aku..."
Mendapat kesempatan besar untuk mengerjai Vincent dia segera saja menjawab Daniel dengan secepat kilat.
"Bukan anda tuan...tapi tuan Vincent.."
"Vincent..??"
"Iya memangnya kenapa tuan..."
"Tapi Vincent takut dengan ketinggian..."
"Benarkah.."
seakan mendapatkan kesenangan berlipat jika memang Vincent takut ketinggian, maka Eva segera memohon pada Daniel untuk menyuruh Vincent manuruti kemauannya.
"Maaf tuan Daniel...tapi saya sangat ingin melihat tuan Vincent menaiki roller coaster itu tuan.."
kata Eva di lengkapi dengan wajah sedihnya.
"Bagaimana ya.."
Daniel terlihat berfikir sejenak, lalu segera berkata.
"Aku akan memintanya..lagi pula ini demi anakku kan...aku tak mau nanti anakku ileran trus..gara-gara keinginan yang tak di turuti.."
kata Daniel lirih yang masih bisa di dengar Eva.
Lewat sebuah panggilan di ponselnya, Daniel memanggil Vincent untuk segera datang ke lokasinya. Dengan cepat Vincent sampai di tempat Daniel tepat di depan roller coaster.
__ADS_1
" ada apa tuan.."
jawab Vincent tergesa takut ada suatu hal yang penting.
"Tak ada apa-apa...hanya saja anakku ingin melihat kau bermain di suatu wahana.."
"Wahana...wahana yang mana tuan..."
Vincent melirik ke arah Eva.
"Itu..."
jawab Daniel sambil menunjuk dengan matanya dan tersenyum nakal.
"It...itu...ro..roller coasteer.. maksud anda...".
Vincent menjawab kaget sampai terbata.
" Ya Vin...naik sebentar ya aku akan temani kamu.."
"Ta...tapi tuan..."
"Ayolah Vincent ini demi anakku...kalau kau tak mau nanti..kalau anakku ileran gimana ...."
"Tapi saya takut tuan..."
"Kau tak akan jatuh vin...permainan ini aman...sangat aman..."
Dan Daniel pun membujuk Vincent sampai dia benar-benar mau mengikuti permintaan Eva.
Benarkah ini permintaan si jabang bayi....atau jangan-jangan hanya alasannya saja untuk membuatku takut...kalau memang benar awas kau ya...
batin Vincent melirik Eva kesal sambil terus berjalan mendekat ke wahana permainan dengan wajah yang pucat.
Vincent dan Daniel pun benar-benar menaikinya, dan kereta segera melaju dengan pelan dan perlahan di rel tanjakan, tapi setelah rel menurun kecepatan bertambah 5x lipat. Vincent terlihat berteriak-teriak, menjerit ketakutan, sambil memegangi sabuk pengaman yang ada di depan tubuhnya.
"Sudah...cukupp...tolong hentikan..."
Teriakannya yang bisa di dengar oleh Eva. Melihat itu Eva sangat-sangat puas dan merasa mereka sekarang impas.
Tidak sampai disitu saja, Eva memintanya untuk menaiki roller coaster itu sebanyak 3 kali permainan, dan itu cukup membuat Vincent benar-benar takut sampai mengeluarkan keringat dingin.
Sudah 3 kali putaran, Vincent melepas sabuk pengamannya dengan cepat dan langsung berlari keluar arena, memuntahkan semua isi perutnya, lalu berjalan terhuyung mendekati Eva.
"Aku tau.. kau sedang mengerjaiku...persetan dengan bayi yang ada di kandunganmu...awas kau ya..akan aku balas perbuatanmu ini..."
Sementara Eva hanya tertawa sambil berlalu pergi, meminta seorang pelayan mengambilkan dia sekotak es cream coklat rasa favoritnya.
__ADS_1
Bersambung...