Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Hilang


__ADS_3

Setelah kepergian Riko, Eva dan Toni sangat berharap dia benar-benar memuat berita tentang mereka . Membuat Daniel dan Arsana sedikit jera karna reputasinya sedikit tercemar.


Setiap hari Toni membeli surat kabar atas nama perusahaan cetak yang di ikuti Riko.


Sudah 1 minggu lebih semenjak kepergian Riko dari kost nya, Toni tak menemukan kisah tentang mereka yang di muat disana.


"Kenapa si Riko belum menulis berita tentang kita....apa butuh waktu selama itu untuk menulis berita ya..."


kata Toni sambil membolak-balik dan melihat di keseluruhan isi surat kabar itu.


"Ntah lah...aku rasa tidak selama itu...dia bilang hanya seminggu kan...aku kira ini sudah lewat dari seminggu..tapi berita tentang kita belum saja tertulis disana..."


jawab Eva, sambil mengelus perutnya dan merasakan bayi yang terus menendang-nendangnya.


"Aku pun tak salah..ini benar surat kabar perusahaan yang dia ikuti...tapi memang belum ada yang tertulis tentang kita disini..."


Toni membaca lagi mulai halaman awal memastikan jika benar-benar tak ada berita tentang dirinya.


"Kita tunggu 1 minggu lagi saja Ton...mungkin dia masih butuh waktu..atau mungkin masih banyak berita yang akan dia tulis bukan hanya tentang kita saja..."


jawab Eva ringan.


"Hmm..baiklah mungkin kau benar..."


Mereka pun menunggu berita tersebut di muat, sambil setiap hari membeli dan meneliti dengan seksama.


1 minggu belum ada berita yang muncul, hingga 2 minggu berlalu berita sama sekali tak ada tentang nama mereka disana.


Toni di buat geram sendiri dengan kondisi ini. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor surat kabar yang pernah di datanginya dulu saat bertemu dengan Riko.


Melewati satpam dengan mudah Toni mengatakan mempunyai kepentingan kepada atasan, yang jelas tidak Toni kenal. Dia hanya mendengar namanya dari Riko dulu, saat mereka bercerita-cerita banyak tentang kantor tempat kerjanya itu.


Toni masuk di bagian para pegawai, banyak dari mereka sedang sibuk dengan layar komputernya, mengetik dengan sangat cepat apapun yang ada di fikiran mereka.


wow....sebesar ini kantor para jurnalis berita....mereka sibuk semua dengan komputernya...


batin Toni melihat kagum pada seluruh karyawan yang ada disana.


Tiba-tiba seorang menepuk bahu Toni, yang membuatnya cukup terperanjak.


" Mas..siapa ya...ngapain disini...".


tanya wanita di belakangnya.


"Ehh..maaf mbak..saya ingin mencari seorang bernama Riko..."


jawab Toni santai sambil memandangi wanita cantik yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Riko..."


terlihat berfikir mengingat-ingat nama Riko dari banyak karyawan yang ada.


"Jurnalis ya..."


katanya lagi.


"Nggak tau apa kerjanya disini mbak..dia bilang bagian menulis berita disini..."


"iya mas itu jurnalis namanya.."


"hehe...maaf mbak saya kurang tau .."


jawab Toni dengan senyum garing merasa malu.


"Dia sudah keluar mas...beberapa hari yang lalu..."


"Apa...keluar... maksudnya..."


wajah ramah Toni, seketika berubah menjadi kesal dan bingung menjadi satu.


"Iya mas...saya dengar sih dia keluar dari sini beberapa hari yang lalu..."


"Serius nih mbak..."


batin Toni.


"Iya mas...memangnya kenapa ya..."


"Dia sudah berjanji akan memuat berita saya dan teman saya mbak...dari waktu 1 minggu yang dia minta....sekarang sudah lebih dari 2 minggu tapi berita tentang saya belum juga di tulis di surat kabar...."


"Oh dia kemarin menitipkan ke teman saya...beberapa berita yang belum sempat dia tulis...dan teman saya menggantikannya...mungkin mas bisa lihat berkasnya...akan segera kami tulis kalau memang benar itu punya mas..."


Wanita itu mengantarkan Toni ke teman sesama jurnalis yang sudah di tunjjuk untuk menggantikan menulis berita yang akan di tulis oleh Riko sebelumnya.


Setelah memeriksa beberapa berkas Toni tak menemukan sama sekali tulisan tentang dirinya dan Eva.


"Wahh...ini penipuan mbak...dia membawa kabur uang saya...nggak ada berita apapun tentang saya disini...."


jawab Toni penuh amarah.


"Sabar dulu mas...apa mas udah benar-benar yakin tak ada tentang berita mas disana..."


"Nggak ada mbak...saya sudah membaca semuanya lebih dari 2kali...tetap nggak ada..."


"memangnya berapa uang mas yang telah di bawa Riko..."

__ADS_1


"Dia minta saya 8 juta mbak...untuk memuat berita saya...di bilang buat penyelidikan dan biaya lainnya...tapi sampai sekarang belum ada kejelasan tentang berita itu...."


Wanita itu cukup terkaget dengan nominal yang di sebutkan Toni. merasa ini semua semakin rumit lewat cerita yang di sampaikan Toni padanya. Akhirnya Wanita itu membawanya ke sang direktur, untuk membicarakan masalahnya.


Telah sampai pada direktur , Toni segera menceritakan semua perihal dirinya dan kerjasamanya dengan Riko. Serta uang 8 juta yang telah dia berikan pada Riko.


Sang direktur juga tak bisa menghubungi Riko lagi semenjak dia keluar dari kantor itu. Dia juga tak menitipkan apapun padanya. Riko hanya berkata dia keluar dan akan pindah dari tempat itu. Tapi ntah kemana direktur itu pun tak tau.


Toni akhirnya pulang dengan rasa kecewa. Beritanya gagal di muat, juga uang 8 juta yang telah dia berikan di bawa kabur oleh Riko.


Di tengah perjalanan pulangnya, dia bertemu dengan wanita yang tadi membantunya menemui direktur di kantor Riko.


"Mas ..mas yang tadi di kantor kan...boleh saya bicara sebentar..."


"Ada apa lagi mbak..."


"gini mas menurut saya Riko bukan pergi tanpa alasan mas....apalagi saya melihat berita tentang mas yang tiba-tiba menghilang dari daftar jurnal nya...itu bukan suatu yang kebetulan...mungkin ada seorang yang melarangnya untuk menerbitkan berita mas...apalagi berita mas menyangkut orang-orang berpengaruh...bukan tak mungkin Riko mendapat ancaman dari sana..."


"Dia meminta bayaran segitu karna resiko besar yang harus dia dapatkan...dan saya yakin dia juga pernah menjelaskan tentang itu...buktinya dia tiba-tiba menghilang dan hilang kontak dengan kami mas tanpa adanya kejelasan sekarang berada dimana...."


"Ya memang ini lah resiko kami sebagai seorang jurnalis mas...bekerja menulis berita tentang seseorang....jika orang itu tak terima tentang tulisan kita...kita bisa di tuntut dan di penjara hanya karna tulisan beberapa paragraf...."


jawab wanita itu panjang lebar.


"Jadi maksud mbak...dia tidak sengaja kabur membawa uang saya...melainkan di ancam oleh seseorang..."


"Kurang lebih seperti itu mas....dan itu sudah biasa terjadi dengan kami...bahkan ada yang sampai di bunuh karna nekat menerbitkan sebuah berita setelah mendapat ancaman...dan itu terjadi pada teman saya sendiri mas.."


imbuh wanita itu lagi.


Pasti Daniel dan Arsana yang telah mengancam Riko....lalu bagaimana dengan uangku dan Eva...


Batin Toni, dia hanya terdiam dia menyesal telah melakukan semua ide gila itu, menantang Arsana dan Daniel yang jelas-jelas bukan tandingannya.


Bersambung....


.


.


.


.


.


Happy reading para Reader....jangan lupa tekan favorit untuk novel ini yaa dan berikan dukungan untuk author...berupa hadiah,vote, like dan komentarnya ya...agar author makin semangat nulis dan rajin updatenya.... 💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2