
"Benarkah..."
kata Arsana menatap Daniel tak percaya.
"Iya dia benar-benar anak yang sempurna...."
kata Daniel kembali berlinang air mata.
"Lalu kenapa kau menangis sayang...bukankah itu baik...apa yang membuatmu menangis..."
"Toni dan Eva tak memperbolehkanku untuk menggendongnya...bahkan mereka bilang aku tak boleh menemuinya lagi....aku tau...aku memang salah telah meninggalkan mereka dulu...tapi aku benar-benar menyesal...aku ingin memeluk Tama..."
kata Daniel dengan deraian airmata.
"Tama...namanya Tama..."
"Ya..namanya Tama...Adhitama..."
"Lalu kenapa mereka tak memperbolehkanmu untuk menggendongnya...dia kan anak kandung kita...kita mempunyai hak atasnya..."
"Tapi kita memang sudah bersalah Arsana...kita membuangnya dulu...meninggalkan dia pada Eva dan Toni yang telah membesarkan dan merawatnya sampai sekarang....mereka juga mengatakan bagaimana pun mereka tak akan memberikan Tama pada kita...karna dia adalah anak mereka..."
"Tidak bisa begitu bagaimana pun Tama adalah anak kandung kita kan..."
Kata Arsana yang mulai kesal.
"Dia memang anak kandung kita...tapi kita pernah mencampakkannya dulu...dan mereka berdua tak akan membiarkan kita menyentuh Tama..."
"Kalau begitu...berikan uang yang telah kita janjikan pada mereka dulu...bukankah mereka dulu rela melakukan itu semua demi uang bukan...jika kita memberikan uang yang telah kita janjikan.... aku yakin pasti mereka akan memberikan Tama pada kita...sungguh aku ingin menemuinya...antarkan aku besok menemuinya ..ya..."
kata Arsana dengan semangat karna mempunyai ide yang di nilai cemerlang.
"Ya..kau benar...mereka pasti akan menukar Tama dengan uang yang telah kita janjikan..."
jawab Daniel dengan wajah yang mulai bersemangat kembali.
__ADS_1
"Kalau begitu besok kita akan kesana...dengan membawa uang 3 miliar yang telah kita janjikan... juga 1 miliar lagi untuk Toni...kita tukar Tama dengan itu...pasti mereka akan setuju...sungguh aku tak sabar menunggu hari esok..."
imbuh Daniel lagi
Arsana tersenyum ceria setelah mendapat persetujuan dari Daniel. Dia juga bahagia akan mempunyai anak tanpa harus mengandung dengan susah payah.
Arsana pun mengetikan pesan pada Vincent.
siapkan uang 4 miliar cash untuk besok pagi...kita akan menjemput anak kandungku...
pesan pun terkirim pada Vincent, hanya selang 1 menit langsung terlihat jawaban dari Vincent.
baik nona akan saya siapkan...
melihat pesan jawaban dari Vincent Arsana pun tersenyum, lalu melempar begitu saja ponselnya memeluk Daniel yang ada di sampingnya.
"Jadi mulai besok kamar itu mulai di tempati oleh anak kita..."
kata Arsana sambil mencium-cium Daniel dengan gemas karna rasa bahagianya.
Pasalnya Daniel dan Arsana memang sudah menyiapkan kamar khusus untuk anaknya, kamar yang di penuhi dengan mainan bayi. Dulu kamar itu memang di peruntukan untuk Tama.Tapi ketika mereka tau Tama yang akan terlahir dengan cacat, mereka segera meninggalkannya. Dan kamar itu terbengkalai begitu saja, tak ada yang menempatinya, hanya di bersihkan setiap hari oleh sang pelayan.
Dan kini ketika mereka tau Tama terlahir dengan sempurna, malam itu juga mereka meminta para pelayan untuk membersihkan dan menyiapkan kamar itu kembali. Melengkapi segala keperluan bayi di dalamnya. Juga menyewa jasa baby sister terbaik untuk membantu merawat Tama nanti.
Malam itu pun Arsana dan Daniel tertidur pulas, tak sabar menantikan esok hari untuk membawa Tama kembali ke rumah mereka.
>>>>Flashback<<<<
Beberapa bulan sebelum hari dimana seorang pengawal suruhan Daniel datang ke rumah Eva.
Tepat di bulan yang sama di hari perkiraan kelahiran bayinya, Daniel berusaha mencari keberadaan Eva dan Toni. Tapi sama sekali dia tak menemukannya.
Banyak orang suruhan dari Daniel yang mencari mereka, dan Daniel mendapatkan kabar bahwa Eva pulang ke kampungnya kembali saat usia kandungannya 8 bulan.
Daniel pun beserta orang-orang suruhannya juga mencari di desa asal Eva tapi dia kembali mendapat kabar bahwa Eva kembali ke jakarta bersama dengan Toni yang sudah menjadi suaminya.
__ADS_1
Mencari beberapa bulan di jakarta, di setiap rumah sakit yang menangani kelahiran bayi. Daniel selalu bertanya tentang bayi yang terlahir cacat di bagian kakinya, ada beberapa bayi dengan ciri yang di sebutkan Daniel tapi terlahir dari orangtua yang berbeda.
Daniel hanya ingin tau apakah keadaan anaknya baik-baik saja, atau bahkan Eva telah
membunuhnya saat dia terlahir.
Tanpa sepengetahuan Arsana, Daniel ingin bertanggung jawab atas anaknya. Setidaknya dia membiayai semua biaya hidupnya meski tak bisa ikut merawatnya.
Tapi Daniel di buat putus asa dengan tak kunjung di temukannya Eva dan Toni dimana pun, juga berita kelahiran bayi cacat di setiap rumah sakit menyatakan mereka terlahir bukan dari ibu bernama Eva.
Hingga akhirnya setelah 5 bulan dari bulan perkiraan kelahiran anaknya. Daniel mendapatkan titik terang dimana mereka berada. Lewat bisnis online bernama Eva yang di curigai oleh orang suruhannya.
Akhirnya Daniel menyelidiki semuanya, dia meminta alamat sang penjual online itu. Daniel membawa seorang pengawalnya pagi itu ke alamat yang sudah di berikan.
Menyuruhnya untuk melihat ke rumah itu apakah benar bahwa dia adalah Eva yang dicarinya.
Menunggu lama di dalam mobil hingga akhirnya sang pengawal kembali ke dalam mobil dengan membawa kantong barang belanjaannya dari Eva, yang di beli asal-asalan olehnya. Dia masuk ke rumah Eva hanya ingin memastikan dia adalah wanita yang di cari tuannya, dan melihat bagaimana keadaan anak yang sedang di berada dalam pelukannya.
"Bagaimana ..."
kata Daniel yang sudah gusar menunggu sang pengawal kembali dari alamat yang sudah di tunjuk.
"Benar tuan dia adalah wanita yang tuan cari...dan dia memang bersama bayi anda...wajahnya sangat mirip sekali dengan anda tuan...dia juga memiliki tubuh yang sangat sempurna..."
kata sang pengawal dengan wajah yang sangat yakin.
"Apaa...jadi dia terlahir dengan sempurna ...kakinya sempurna..."
"Benar tuan dia sempurna..seperti bayi pada umumnya..."
Daniel pun seketika berlinang airmata bahagia, dia meminta untuk malam nanti sang pengawal mengantarkan dia pada Eva. Daniel masih tak percaya dan ingin melihat kebenaran itu dengan mata kepalanya sendiri.
Dan malam itu Daniel benar-benar memastikan kesana, dan benar saja dia melihat sepasang kaki mungil yang sempurna. Bahkan bayi itu terus tersenyum padanya.
Daniel pun di buat menyesal atas apa yang telah di lakukannya dulu, sengaja meninggalkan bayi menggemaskannya pada Eva. Seorang wanita baik yang benar-benar telah menjaga dan merawat anaknya dengan baik. Malam itu sepanjang perjalanan pulang menuju kediamannya, Daniel terisak keras menyesal atas semua yang telah dia lakukan dulu atas permintaan, saran dan bujukan dari Arsana.
__ADS_1
Daniel sendiri sangat merindukan kehadiran anak dalam keluarganya.
Bersambung....