Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Keanehan


__ADS_3

Hari...minggu..bulan pun berlalu dengan cepat. Hari ini Eva di minta kembali ke rumah sakit sari husada untuk melakukan USG lanjutan untuk melihat keadaan janin dan juga wajah dari si bayi, juga mengetahui jenis kelamin bayi yang ada dalam perutnya.


Perutnya semakin terlihat membesar, usia kandungannya sekarang memasuki 18 minggu. Eva sedang menunggu Toni yang tengah bersiap-siap mengantarkannya pergi ke rumah sakit.


Eva duduk bersandar di sofa ruang tamu villa sambil mengelus-elus lembut perutnya, sesekali dia merasakan tendangan bayi mungil yang ada di dalamnya. Dan itu membuat Eva tersenyum geli karna merasakan sensasi tendangan itu.


teryata seperti ini rasanya menjadi seorang ibu...sangat bahagia hanya dengan merasakan tendangan bayinya...meski dia bukan anakku tapi aku juga bahagia saat dia mulai menendang-nendang perutku...


batin Eva.


Kebahagiaan Eva tak dapat di gambarkan lagi, semakin berjalannya waktu kehamilannya baik Daniel maupun Arsana sebagai orang tua sang bayi sangat menghormati dan menghargai keberadaannya. Tak jarang mereka sering bertemu hanya untuk makan bersama, membeli baju khusus ibu hamil juga berbelanja keperluan-keperluan lainnya dan Eva slalu di temani Toni tentunya.


Eva dan Toni akhir-akhir ini juga tak lagi kaku dan canggung dalam hari-harinya. Mereka sering kedapatan bercanda, tertawa bersama, kadang duduk berdekatan hanya untuk membahas sebuah hal lucu atau apapun yang membuat mereka tertawa.


Tak jarang juga keduanya menceritakan latar belakang kehidupan mereka, sampai curhat tentang masalah pribadi masing-masing.


seperti beberapa hari ini keduanya sering duduk berdua melihat-lihat sebuah perumahan dengan harga ratusan juta untuk mereka beli. Sebagai hunian selanjutnya setelah keduanya keluar dari villa yang di tempati sekarang.


Eva dan Toni bahkan mengatakan akan membeli rumah di perumahan yang sama dan berdekatan agar ketika mereka sudah berkeluarga nanti, bisa saling mengenalkan keluarga mereka, dan mengingat perjuangan mereka saat ini.


Singkat cerita Eva dan Toni sudah berada di rumah sakit, begitu pula dengan Daniel dan Arsana. Seperti sebelumnya mereka berkumpul di ruang praktek dokter Danis.


Sedikit berbincang-bincang sebelum melakukan USG kali ini, lewat perbincangan itu Daniel dan Arsana sepakat untuk melakukan USG 4 dimensi pada Eva untuk melihat dengan jelas wajah dari anaknya.


Alat USG pun sudah berselancar di atas perut Eva. Alat USG langsung menunjukkan gambar wajah sang bayi, dan itu langsung membuat Daniel dan Arsana berbinar bahagia melihat wajah anak mereka.


"Sungguh dia menggemaskan sekali sayang....aku tak sabar ingin segera bertemu dengannya..."


kata Arsana sambil memegang erat tangan Daniel di sampingnya.


"Kau benar sayang...dia sangat-sangat lucu...kapan kira-kira dia di lahirkan dok...."


kata Daniel yang membuat dokter Danis seketika tertawa kecil.


"Bersabarlah tuan...mungkin sekitar 20 minggu lagi atau lebih...tergantung dari si bayi kapan dia siap untuk di lahirkan..."


jawab ringan dokter Danis.


"Jenis kelaminnya dok..."


kata Eva dan Toni bersamaan mengingatkan dokter Danis tentang tujuan USG hari ini.


"Hehe...orang tua sewaan ini kompak sekali..mereka juga penasaran rupanya dengan jenis kelamin bayi lucu ini.."

__ADS_1


jawab dokter Danis yang seketika mengundang gelak tawa di antara mereka semua.


"Ini dia jenis kelaminnya...laki-laki...dia adalah bayi laki-laki..."


kata dokter Danis sambil tersenyum cerah.


Daniel dan Arsana seketika tampak kegirangan dan saling memeluk satu sama lain, sangat bahagia mendapati bayi mereka laki-laki sesuai dengan harapan mereka berdua.


"Kita akan memiliki pewaris laki-laki sayang..pasti papa dan mama akan sangat senang..."


kata Arsana sambil memeluk Daniel.


"Kau benar sayang...aku akan segera memiliki jagoan..."


jawab Daniel sambil mencium puncak kepala Arsana.


Eva dan Toni juga merasa senang, apalagi melihat tingkah Daniel dan Arsana yang sangat bahagia dengan bayinya.


Dokter Danis pun meneruskan memutar alat USG itu di atas perut Eva.


Melihat di bagian-bagian tubuh yang lainnya, seketika wajah dokter Danis terlihat sedikit redup. wajah berbinarnya seketika menghilang berganti dengan wajah yang serius menatap pada layar monitor yang ada.


Mereka berempat masih sibuk dengan kebahagiaannya hingga tak menyadari perubahan wajah dokter Danis.


"Dokter..ada apa..kenapa dokter terlihat murung.."


Eva bergantian melihat wajah dokter Danis, layar monitor dan juga alat yang masih menempel di perutnya.


"Ada apa dok.."


tanya Toni spontan yang menyadari ada sesuatu yang aneh pada USG kali ini.


Daniel dan Arsana juga seketika melihat dokter Danis yang mengalami perubahan expresi, mereka tak sengaja berkata dengan bersamaan.


"Ada apa dok....?katakan..."


Keringat dingin dokter Danis bertambah banyak memenuhi wajahnya, dia terlihat menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, bingung ingin menjelaskan sesuatu yang ia lihat saat ini.


Tak mendapat jawaban dari sang dokter Arsana semakin penasaran dan geram, hingga ia berkata lagi.


"Dokter Danis tolong jelaskan dengan segera apa yang terjadi pada bayi kami..."


Mendengar itu dokter Danis segera membuka suaranya, dan dia mengganti metode USG dengan USG 2 dimensi untuk mengetahui organ dalam sang bayi.

__ADS_1


"Begini tuan dan nona, saya menemukan sebuah kejanggalan di dalam diri sang bayi.."


" Ada apa dok cepat katakan.."


jawab Daniel tak sabar.


"Berdasarkan pemeriksaan saya..bayi anda nantinya mungkin akan terlahir dengan cacat tuan..."


"Apaa..."


mereka berempat serentak mengatakan bersama dengan wajah terkejut.


"Apa dokter tak salah..."


"Ya coba cek ulang..."


"Cacat apa maksud dokter..."


"Tak mungkin dokter pasti salah dalam pemeriksaan...."


mereka memberondong dokter Danis dengan berbagai pertanyaan.


"Saya tidak salah melihat....maafkan saya...tapi kaki salah satu bayi ini tidak tumbuh dengan sempurna...terlihat bagian sebelah kakinya mengecil dan tidak sempurna..."


"Dia akan terlahir cacat...dalam artian lain dia tidak dapat berjalan dengan normal nantinya.."


"Dan maaf saya juga menemukan sebuah keanehan pada jaringan otaknya....sebagian tidak tumbuh dengan sempurna juga...semua bisa terlihat disini...apa kalian lihat ini..."


dokter Danis menunjuk bagian yang di curigai tidak berkembang dengan baik.


"Ini tidak berkembang dengan sempurna di usianya yang sudah 18 minggu...seharusnya jaringan sudah tumbuh di usianya yang sekarang...mungkin ini juga penyebab kaki sang bayi tidak berkembang dengan baik..."


penjelasan panjang dokter Danis masih dengan keringat dinginnya.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi...bukankah Eva sudah menjalani semua yang dokter sarankan..."


kata Arsana spontan dengan nada amarah.


"Nona benar...saya sudah berikan semua yang terbaik pada bayi anda...tapi kita tidak bisa menyalahi takdir Tuhan disini..."


jawab Dokter Danis dengan nada sedih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2