
Pekerjaan telah sepenuhnya selesai, Toni dan pria mungil teman barunya itu, baru saja selesai memindahkan semua karung beras ke toko yang sudah di tunjuk.
Toni masih duduk di pinggiran trotoar merasakan pegal di sekujur tubuhnya, tubuhnya bahkan basah oleh keringat karna tenaga yang terlalu banyak di keluarkan.
Toni di hampiri oleh sang supir truk,
"Kau memindahkan berapa banyak karung kesana..."
menunjuk toko yang di penuhi karung beras, lalu menunduk menghitung-hitung uang di tangannya.
"Berapa banyak...aku tak menghitungnya pak..kau tak menyuruhku untuk menghitungnya tadi..."
kata Toni bingung karna dia memang tak tau berapa karung beras yang sudah di pindahkannya.
"Kau ini gimana sih...bagaimana aku mau membayarmu kalau begini.."
kata sang supir sudah dengan wajah kesal.
"Maafkan dia pak...dia masih baru...jadi tidak tau bagaimana aturan kerjanya...saya kan tadi kerja sama dia pak...saya berhasil pindahin 150 karung..bapak bawa berapa karung beras tadi kesini..."
kata pria mungil itu dengan santai, dan berusaha menenangkan sang supir yang mulai terbawa emosi.
"Saya bawa 200 karung tadi..."
kata sang supir sambil berfikir mengingat-ingat lagi bahwa yang di sampaikannya benar.
"Ya berarti mas ini pindahin 50 karung pak..."
"Hmm...ya sudah kalau begitu.."
sang supir memberikan uang pada pria mungil itu lalu memberikan juga pada Toni.
Saat Toni menerimanya, dia melihat uang yang di berikan sebesar 25 ribu.
apaaa...ini hanya 25 ribu loh...apa gak salah memberiku segini...
batin Toni sambil melihat ke arah sang supir yang mulai meninggalkan mereka.
Ingin memanggil dan memastikan bahwa uang yang di berikan tidak salah, tapi pria mungil di sampingnya seperti sudah mengerti arti tatapan Toni, dia segera menepuk bahunya dan berkata.
"Dia tidak salah memang itu bayaran untukmu..."
__ADS_1
"Ini....ini cuma 25 ribu loh.."
jawab Toni sambil membuka lagi lembaran uang yang di genggamnya.
"Ya...ya memang segitu bayaran kuli panggul kau kira akan dapat berapa banyak.."
jawab pria itu sambil terkikik pelan.
"Gila apa..badanku sampai sakit semua seperti ini...di bayar hanya segini....belum lagi mengangkat karung beras yang beratnya minta ampun itu....dia kira gak susah apa ya...seenaknya kalo bayar..."
"Mas...memang segitu bayaran buat kuli panggul...makanya gak banyak yang mau kerja begini an...karna berat dan bayarannya gak seberapa...tapi buat saya yang penting anak istri saya bisa makan mah saya lakuin aja mas...lagian juga mau kerja apa lagi..saya gak punya ijazah apa-apa saya gak pernah duduk di bangku sekolah..."
kata pria mungil itu sambil mengelap keringat di wajahnya dengan sebuah kain tipis, lalu menaruhnya lagi di saku celananya.
"Tapi kalo mas mau seharian jadi kuli panggul di pasar....pasti bakal dapat uang lebih dari itu mas...yang penting kuat aja se fisiknya...karna yaa...jadi kuli panggul pasti bawa barang yang berat-berat kan..."
katanya lagi sambil tersenyum kecil pada Toni.
"Ayo kalo mas mau kerja gini lagi...ikut saya...ini sudah jam nya truk gula datang..."
imbuhnya lagi sambil berjalan mendahului Toni.
Toni ingin mencari uang lebih, tapi badannya sudah terasa sangat lelah saat itu, Toni pun menolak untuk ikut dan mengatakan bahwa besok dia akan datang lagi.
"iya mas jangan di paksakan kalo udah gak kuat...soalnya mas baru pertama kali...besok aja lagi...ya biasanya sih jam 7 atau jam 8 sudah datang kok mas...atau mas cari saya aja besok...nama saya Eko banyak orang mengenal saya sebagai kuli panggul di pasar ini....mas tinggal bilang nama saya aja pasti udah tau kok..."
jawab Eko sambil tersenyum lebar.
"Iya mas terimakasih ya...besok saya akan balik lagi kok..."
kata Toni sambil berjalan terhuyung, tersenyum dan berlalu meninggalkan Eko.
Toni memandangi uang yang di dapatnya dengan susah payah itu.
untuk apa uang segini...bahkan untuk beli lauk yang layak untuk Eva saja kurang...
batin Toni sambil terus berjalan.
Toni berfikir, besok tak akan ada makanan lagi untuk di makannya dengan Eva, karna semua bahan pokok dan lauk sudah habis, hanya tersisa untuk hari ini saja.
Sementara dia sudah tidak kuat lagi, jika harus bekerja membawa karung yang sangat berat lagi. Toni belum terbiasa dengan pekerjaan barunya ini, dia butuh penyesuaian paling tidak untuk beberapa hari kedepan.
__ADS_1
Lewat di sebuah toko yang menyediakan berbagai keperluan pokok, Toni akhirnya memutuskan untuk membelikannya bahan pokok untuk makan besok.
Setelah itu Toni pun pulang kembali ke kostnya.
Toni membuka pintu kost dan mendapati Eva tengah menonton Tv sambil mengelus perutnya lembut, kala itu jam menunjukkan pukul 1 siang.
"Toni kau sudah pulang..."
sapa Eva senang, ketika melihat Toni sudah berada di ambang pintu.
"Ya...aku lelah sekali Eva...maaf aku hanya membawakan ini..."
Toni mengangkat tinggi-tinggi kantong yang di bawanya.
"Aku membelikan uang yang aku dapatkan dengan 1 kilo beras dan setengah kilo telur ayam va...untuk kita makan besok"
imbuhnya lagi.
"Memangnya kau dapat pekerjaan dimana ton...tak apa...itu juga sudah lebih dari cukup untuk makan kita besok...bahkan untuk 2 hari juga cukup..."
kata Eva yang melihat Toni iba, karna tubuhnya yang terlihat lelah serta baju yang basah oleh keringat.
"Maaf va...aku sudah berkeliling mencari pekerjaan dan tak ada orang yang membutuhkan tenagaku....aku terpaksa menjadi kuli panggul di pasar va...karna itu satu-satunya pekerjaan yang bisa aku lakukan sekarang untuk menghasilkan uang.."
jawab Toni sambil berjalan masuk dan menaruh kantong yang di bawanya di dapur kecilnya.
"Tak apa ton...apapun itu yang penting halal dan menghasilkan uang....justru aku yang minta maaf karna aku yang tak bisa membantumu mencari uang..."
kata Eva sambil memandangi perutnya yang mulai terlihat membesar.
"Aku akan bekerja lebih lama lagi besok.. agar aku dapat membeli lebih dari ini..."
kata Toni tersenyum sambil masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Keesokan paginya, pagi-pagi sekali Toni sudah terbangun, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, ingin istirahat saja di kostnya tapi dia kembali tersadar. Kalau dia tak pergi mencari uang hari ini tak akan ada makanan untuk esok hari.
Dengan rasa malas pun Toni bangun, hendak mandi tapi Eva sudah datang dengan dua porsi makanan di tangannya, yaitu nasi dan telur dadar pedas.
tumben dia sudah bangun lebih dulu dari pada aku....
batin Toni menatap Eva heran, dan menerima piring yang di sodorkannya.
__ADS_1
Bersambung...