Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Pasar


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian pingsannya Eva. Kini tubuhnya sudah membaik dan terlihat bugar kembali. Karna benar kata bidan bahwa Eva hanya kekurangan makanan bergizi untuk tubuhnya, sehingga tubuhnya lemah. Apalagi karna kejadian dalam hidupnya akhir-akhir ini membuat fikirannya kacau. Dan itu berdampak pada kesehatannya.


Hari ini Toni pagi-pagi sekali sudah keluar dari kostnya untuk mencari pekerjaan.


Toni meninggalkan Eva yang masih tertidur dengan sepiring sarapan dengan daging dan telur dadar.


Itu adalah lauk terakhir yang dapat di belinya, karna uang telah habis, beberapa hari Toni selalu membeli makanan terbaik untuk Eva, untuk memulihkan kondisinya, dan benar saja kesehatan Eva semakin membaik karnanya.


Eva membuka matanya karna mencium bau rendang yang sangat lezat. Terlihat sepiring nasi yang masih terlihat sedikit mengepul, dengan daging rendang dan telur dadar. Di sampingnya juga ada segelas susu coklat .


Eva melirik jam yang masih menunjukkan jam 6 pagi.


masih jam 6 pagi tapi sarapan sudah matang..aku sudah merasa baikan tapi kenapa dia tetap memasak untukku...baik sekali kau Toni...


Batin Eva sambil tersenyum manis.


Eva berjalan ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya lalu segera menyantap sarapan yang menggoda penglihatannya itu.


Toni benar-benar sudah pergi pagi-pagi sekali...aku bahkan tak menyadarinya dia sudah menghilang...kira-kira dia akan kerja dimana ya...semoga saja dia segera mendapat pekerjaan...


Semalam Toni memang mengatakan pada Eva bahwa dia akan pergi di pagi hari untuk mencari pekerjaan. Karna Eva yang sudah terlihat sehat kembali dan bisa merawat dirinya lagi.


Terjadi sebuah pembicaraan panjang antara keduanya, Eva yang sudah pulih dari kondisinya berniat ingin membantu Toni dalam bekerja. Apapun itu yang terpenting bisa menghasilkan uang, dia bisa mencuci atau menyetrika, atau apapun meski kondisinya sekarang sedang hamil. Eva tak ingin berdiam diri di kamar kostnya yang di nilai membosankan.


Tapi saat itu juga Toni melarangnya, melihat dari kondisi Eva yang sangat rentan, dia tak tega jika harus membiarkan Eva bekerja.


**


Pagi itu Toni berjalan menyusuri jalanan, mencari Toko, restorant, swalayan atau apapun yang membutuhkan tenaganya. Menawarkan diri untuk bekerja apapun yang mereka butuhkan.


Semua pertokoan yang berjejer di pinggir jalan sudah Toni masuki, berharap ada satu saja yang membutuhkan bantuannya. Tapi sayang tak ada satupun yang menginginkan Toni untuk menjadi salah satu karyawannya.


Merasa sudah tak ada lagi yang di pandang Toni untuk menawarkan diri, Toni pun berjalan kembali ke arah kost nya.


Dia berjalan melewati area pasar yang ramai sekali para pedagang dan pembeli maupun orang-orang yang mempunyai keperluan lain di pasar.


Merasa mungkin dia bisa membantu beberapa pekerjaan disana dan mendapatkan uang, langkah Toni pun memasuki area pasar yang ramai dengan hiruk pikuk berbagai kegiatan.

__ADS_1


Berjalan menyusuri lorong-lorong pasar dengan gang-gang sempit, Toni seperti tak menemukan apapun, dia hanya melihat berbagai kegiatan dagang dengan kesibukan mereka masing-masing.


Dia pun keluar, menyusuri pinggiran pasar di area parkir, terdapat 1 buah truk yang penuh dengan banyak karung beras, terdapat 1 orang disana yang nampak kebingungan melihat ke segala arah. Tanpa berfikir panjang Toni pun menghampirinya.


"Apa bapak membutuhkan seseorang..."


kata Toni berada tepat di hadapan orang tersebut.


"Ya...saya membutuhkan beberapa orang untuk memindahkan beras-beras ini pada pembeli.."


jawabnya sambil memandang Toni dari atas sampai bawah.


Merasakan mendapat peluang setelah cukup lama berjalan tak tentu arah, akhirnya ada seorang yang membutuhkan tenaganya.


"Saya mau pak...saya akan memindahkannya..."


"Benarkah..kau tak pernah terlihat di area sini...orang baru ya..."


"Hehe iya pak...baru pindahan..."


"Oh ya udah kamu pindahin karung-karung beras ini ke Toko seberang berwarna merah itu ya..."


"Baik pak..."


Toni pun dengan bersemangat memulai pekerjaan barunya, sebagai kuli panggul di pasar dekat dengan area kost nya.


Baru saja menggendong satu karung beras ke atas bahunya.


ya ampun....teryata berat sekali ya karung beras ini...


batin Toni sambil terus berjalan menuju Toko yang di tunjukkan tadi.


Satu karung sudah diantarkan ke toko yang di tunjuk, saat Toni kembali ke truk sudah ada satu orang lagi kuli panggul. Orang itu terlihat mungil, pendek dan kurus. Tapi dia mampu membawa 3 karung beras sekaligus menuju Toko yang Toni tuju tadi.


Seakan malu dengan kekuatannya sendiri yang tak sepadan dengan tubuhnya, dia segera saja melakukan seperti yang di lakukan orang mungil itu.


Menggendong 3 karung beras sekaligus di atas bahunya, tapi baru saja 3 langkah berjalan Toni sudah ambruk dan karung beras itu jatuh berantakan.

__ADS_1


Seorang yang menyuruhnya tadi melihatnya dengan jelas lalu berjalan menghampirinya.


"Hey...kalo bawa yang hati-hati...kalo gak kuat jangan sok-sok an bawa banyak donk...bisa sobek itu nanti karungnya...tumpah...yang rugi saya...gimana siih.."


kata sang supir truk dengan nada kesalnya.


"Iya..iya pak maafkan saya..."


jawab Toni dengan nada malunya.


"sanggup gak...kalo gak saya suruh orang lain aja deh.."


"Enggak pak jangan..saya sanggup kok...."


"Ya udah kalo gitu hati-hati...awas sampai jatuh lagi.."


supir itu berjalan menjauh sambil menunjuk-nunjuk Toni.


Toni pun bangun, ingin menaruh karung beras itu lagi ke dalam truk, tapi tangan pria mungil tadi tiba-tiba mengangkat karung beras itu ke bahunya untuk di bawa sambil berkata.


"Mas...kalo mas belum terbiasa mending bawa satu-satu aja mas...ini biar saya yang membawanya..."


kata orang tersebut sambil berjalan bersama Toni membawa 2 karung beras di bahunya, sedangkan Toni hanya membawa 1 saja.


"Hehe...iya mas berat banget..."


"Dulu saya juga gitu mas awalnya...tapi lama-lama karna terbiasa sekarang udah kayak ringan aja bawanya...karna tiap hari emang ya kerjanya gini....Mas orang baru ya saya gak pernah liat mas..."


"Iya pak...saya baru ngekost disini..."


"Saya juga tinggal di rusun deket sini kok mas...kalo mas mau mampir..."


"Iya pak terimakasih..."


"Kalo mas mau...setelah beras ini habis ikut saya ke truk satunya lagi mas...banyak orang yang butuhin jasa kuli panggul...tapi gak banyak yang mau lakuinnya....karna ya emang kerjanya gini...berat kalo gak biasa..."


Merasa mendapatkan teman dan juga pekerjaan, meski sulit untuk Toni lakukan. Toni pun mengiyakan ajakan pria itu. Mereka pun banyak mengobrol sambil berjalan saling beriringan menuju toko yang sudah di tunjuk untuk beras tersebut.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2