Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Sidang kedua


__ADS_3

Sidang kedua pun akhirnya di gelar. Orangtua Eva kala itu ikut untuk menjadi saksi atas kehidupan tak adil yang telah di berikan Arsana dan Daniel pada anaknya.


Memang tak ada saksi lebih dari itu, semua orang sama sekali tak mengetahui kehidupan yang Eva jalani kala mengandung Tama. Bagaimana dia berjuang unuk mempertahankan bayi yang ada dalam kandungannya.


Eva saat itu sangat gusar, dia bolak-balik melirik ke arah pintu ruang persidangan. Berharap Toni segera datang. Sedangkan di ruang persidangan sendiri kini orangtua Eva tengah di ajukan berbagai pertanyaan, mengenai yang mereka tau tentang kehidupan Eva sebelumnya.


Eva dan Toni berusaha mencari saksi lain, yaitu seorang reporter wanita yang pernah membantu Toni mencari Riko. Riko adalah reporter yang pernah di ancam oleh Arsana kala itu untuk tidak menerbitkan berita tentangnya.


Semalaman Toni tak pulang dia pamit mencari rumah wanita itu, berharap dia mau menjadi saksi atas hilangnya Riko teman kerjanya. Karna berusaha menerbitkan berita tentang Arsana.


Berusaha menambahkan lagi kejahatan Arsana dan Daniel agar mereka tak di berikan hak asuh atas Tama.


Toni dimana kau...kenapa kau tak datang juga...batin Eva semakin panik karna sesi pertanyaan kepada orang tuanya sebagai saksi utama telah selesai di laksanakan.


"Nona Eva...apakah ada saksi lain yang ingin anda ajukan lagi...jika tidak pihak hakim akan segera memutuskan keputusannya..."


tanya salah seorang petugas pengadilan menatap serius pada Eva.


"Maaf tuan...saya mohon tunggu sebentar lagi...suami saya akan segera datang..membawa seorang saksi lagi..."


kata Eva dengan paniknya.


"Baiklah saya akan beri waktu jeda 10 menit untuk menunggu...saya harap tuan Toni segera datang....karna jadwal sidang berikutnya akan segera di gelar sebentar lagi..."


Eva hanya mengangguk faham, sambil terus melihat ke arah pintu masuk ruang sidang yang tak kunjung terbuka.


Waktu yang di berikan pada Eva pun sudah habis, seorang petugas berkata lagi pada Eva.

__ADS_1


"Mohon maaf nona...kami tak bisa menunggu lebih lama lagi..."


"Saya mohon Tuan beri waktu sebentar lagi..."


kata Eva sambil berkaca-kaca, karna Eva tau dia tak akan menang kali ini jika hanya menjadikan orangtuanya sebagai saksi. Orangtuanya belum cukup kuat menjadi saksi karna mereka sendiri yang hidup terpisah dengan Eva, dan hanya mengetahui semua dari cerita Eva.


Hakim tentu takut Eva hanya mengarang cerita karna tak adanya bukti dan saksi yang kuat akan kehidupannya. Sementara Arsana dan Daniel mempunyai bukti kuat untuk hak asuh Tama yaitu DNA yang sama dengan keduanya.


Melihat hakim yang tak dapat lagi memberikan waktu pada Eva, baik Arsana dan Daniel pun tersenyum senang, mereka yakin mereka akan memenangkan hak asuh atas Tama karna Eva tak memiliki bukti yang kuat.


Menunggu beberapa menit, hingga Hakim akhirnya membuka suara ingin mengumumkan keputusan sidangnya.


Tiba-tiba suara pintu ruang sidang dibuka dengan paksa, Eva seketika menoleh ke arah pintu. Terlihat Toni dengan nafas terengah-engah berada di ambang pintu.


Seketika itu juga sang hakim yang ingin memulai keputusannya terdiam karna terkaget dengan kedatangan Toni.


"Maaf tuan...itu suami saya...dia membawa saksi lagi...saya harap anda berkenan untuk mendengarkan mereka.."


"Tidak bisa...bukankah waktu yang di berikan sudah habis...tuan Hakim silahkan mulai untuk membacakan keputusannya"


kata Daniel menimpali.


"Bukankah sidang yang lain juga akan di gelar tuan Hakim...tolong segera bacakan keputusannya..."


kata Arsana juga dengan panik, karna melihat Toni yang membawa 3 orang saksi, Arsana tak mengenalnya, tapi dia tetap takut mereka akan mempengaruhi keputusan hakim yang sudah jelas akan memihak kepadanya karna semua bukti yang ada.


Tapi tanpa di sangka Hakim ternyata memberikan waktu untuk para saksi yang di bawa Toni, untuk mengutarakan yang mereka tau tentang kehidupan Eva dan Toni sebelumnya.

__ADS_1


Saksi pertama datang dari pemilik villa mewah yang sebelumnya di tinggali oleh Eva dan Toni. Tepatnya Villa yang telah di sewa Daniel untuk mereka saat menjalani program sewa rahimnya.


Wanita itu bersaksi pada Hakim bahwa kala itu seorang pria yang bernama Vincent telah menyewa villanya. Dan ketika beberapa bulan berjalan Vincent tak lagi membayar tagihan villanya, hingga akhirnya dia mengusir Eva dan Toni.


Dia berkata dengan jujur kala itu Eva sedang hamil, dia juga berkata bahwa dia menyita semua pakaian dan juga perhiasan yang ada di kamar Eva untuk membayar tagihan villanya selama 1 bulan, Eva tak membawa apapun dari sana hanya beberapa pakaian nya saja, tak ada barang berharga sama sekali, dia juga berkata telah mengusir Eva dengan kasar karna dia kesal dan marah waktu itu.


Saat itu juga hakim bertanya pada Daniel.tentang siapa Vincent, tak dapat mengelak Daniel pun jujur bahwa Vincent adalah asisten pribadinya.


Saksi kedua datang dari pemilik kost Eva sebelumnya. Dia memberikan saksi pada Hakim bahwa Eva tinggal di kostnya bersama Toni. Dia mengatakan bahwa Toni dan Eva kala itu hidup dengan bekerja keras. Dia pernah mengetahui Toni di pasar bekerja sebagai kuli panggul. Juga Eva yang membuka jasa cuci dan setrika baju dalam keadaannya yang sudah hamil besar.


Dia mengakui kala itu mengusir Eva dari kost nya karna dia tak sanggup membayar uang bulanan hingga akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana pagi-pagi sekali.


Saksi ketiga adalah seorang reporter wanita yang kala itu membantu Toni mencari tau tentang kabar menghilangnya Riko.


Dia bersaksi pada hakim bahwa temannya Riko tiba-tiba menghilang ketika akan memuat berita tentang Eva dan Toni. Sebagian jurnal yang dia tulis juga menghilang dari kantor.


Riko menghilang begitu saja tanpa ada yang tau dimana dia tinggal, juga sebab apa yang membuat dia resign dari kantornya.


Wanita itu mengutarakan takut jika menghilangnya Riko ada sangkut paut nya dengan Arsana dan Daniel.


Mendengar semua saksi telah bicara dengan jujur, hakim pun berfikir ulang. Hakim cukup tertarik dengan kesaksian dari saksi ketiga. Hakim pun menanyakan hal itu pada Arsana dan Daniel selaku orang yang di curigai.


"Nona Arsana dan tuan Daniel...apa benar menghilangnya jurnalis atas nama Riko tersebut ada hubungannya dengan anda...katakan yang sejujurnya...atau hukum akan lebih tegas lagi jika mengetahui anda yang berbohong..."


kata sang hakim dengan di selingi ancaman.


Baik Arsana dan Daniel sama sekali tak menjawab apapun, mereka hanya terdiam. Daniel yang terdiam karna bingung tak tau menahu tentang jurnalis itu sama sekali. Sedangkan Arsana yang terdiam karna dia memang yang mengancam jurnalis tersebut agar tak menulis berita tentangnya kala itu.

__ADS_1


Karna hakim yang terus mendesak mereka untuk berkata jujur, akhirnya Arsana pun mengakui bahwa dialah yang mengancam jurnalis Riko untuk pergi dari kehidupan Eva.


Bersambung.....


__ADS_2