Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Berita


__ADS_3

Di dalam kamar kost Eva sedang mengelus perutnya lembut, dia merasakan sebuah tendangan kecil dari sana.


ibumu benar-benar telah membuangmu...ya...Arsana meninggalkan bayi ini padaku...tak kusangka semua ini akan terjadi padaku...aku hamil di usiaku yang masih 18 tahun...tanpa seorang suami...uang yang di janjikan pun telah hilang...bukan kekayaan yang aku berikan pada kedua orangtuaku....tapi aku malah memberikan mereka beban...dan mungkin aib ketika mereka mengetahui aku hamil tanpa seorang suami....apalagi mengetahui bahwa bayi ini terlahir mempunyai kekurangan nantinya....oh Tuhan kenapa kau takdirkan semua ini padaku....aku hanya ingin merubah takdirku menjadi orang yang berkecukupan..tapi kenapa malah ini yang ku dapatkan...


batin Eva merasa getir dengan jalan hidupnya kini.


Toni yang berada di sampingnya, hanya terdiam melihat Eva yang menunduk menatap perutnya sambil mengelusnya.


Maaf Eva aku telah membawamu dalam sebuah masalah....masalah yang tak pernah ada dalam bayanganku...aku telah menghancurkan semua mimpimu...aku tak tau kehidupan apa yang akan kita jalani nanti...merawat anak yang cacat hasil dari kecerobohanku yang tergiur dengan uang yang sangat mustahil aku dapatkan....


batin Toni yang menatap Eva dengan rasa bersalahnya.


Toni menatap lagi layar TV, disana masih memperlihatkan Arsana yang menjawab berbagai pertanyaan dengan kebohongannya. Dan tentu di bumbui dengan tangis palsunya.


Acara siaran langsung itu pun selesai, sekarang berganti dengan acara sebuah berita-berita tanah air lainnya.


Tengah asyik melihat berita, tiba-tiba sebuah berita memberitakan tentang berita keguguran Eva yang baru saja di tayangkan.


bahkan acaranya saja baru saja selesai di muat di Tv...tapi sebuah berita sudah memberitakan soal Arsana....benar-benar kebohongan ini tak bisa di biarkan...berapa juta orang yang telah dia bohongi atas berita ini....tanpa mereka ketahui Arsana hanyalah seekor ular yang sangat licik dan menjelma menjadi manusia dengan sifat yang angkuh dan sombongnya....


batin Toni lagi.


Eva juga melihat berita tersebut, dia sekarang lebih tak peduli dengan apa yang sedang di siarkan di Tv. Eva sedang membereskan piring bekas dia memakan nasi goreng yang sudah kandas sepenuhnya.


Hendak beranjak dari duduknya Eva tersentak mendengarkan Toni yang tiba-tiba saja berbicara dengan nada yang keras.


"Aku tak bisa membiarkan ini semua.."


Kata Toni lantang sambil memandang Eva.


"Toni kau ini...apa yang kau lakukan...kau sungguh mengagetkan ku..."

__ADS_1


Kata Eva dengan nada kesal.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan sekarang...."


"Eh..maaf Eva..aku telah mengagetkan mu....tapi aku benar-benar tak bisa hanya berdiam diri dengan semua keadaan ini..."


"Lalu apa yang akan kau lakukan..."


"Membongkar semua kebohongan Arsana dengan mengatakan yang sebenarnya pada publik..."


"Caranya.."


"Dia menggunakan media berita untuk mengelabui publik tentang segala kebohongannya...kita juga akan menggunakan publik untuk percaya pada kita dan kembali menyerang Arsana dengan kebohongannya itu..."


"Apa maksudmu Toni...aku tak mengerti..."


"Kita akan memgatakan pada semua orang...bahwa kau tengah hamil anak Daniel dan Arsana saat ini...."


"Bukan seperti itu caranya Eva...dengarkan aku..."


Toni memegang kedua bahu Eva, berkata sambil menatapnya lekat-lekat.


"Seperti Arsana yang menggunakan media berita sebagai alat untuk menyebarkan kebohongannya...kita juga akan mengungkap sebuah kebenaran dari sana....berita...ya kita akan masuk pada berita dan membongkar semua kebusukannya..."


"Maksudmu kita menyewa seorang wartawan...."


"Ya kurang lebih seperti itulah..."


"Itu semua membutuhkan sebuah uang yang cukup besar Toni..apalagi untuk memuat berita di Tv yang menyangkut tentang kehidupan seorang aktris...kita harus membayar mahal untuk itu..."


"Kita akan mengatakan yang sebenarnya pada mereka...bukan tak mungkin kan mereka akan memuat sebuah berita yang mereka nilai akan menghebohkan ini..."

__ADS_1


"Ya tapi aku yakin itu semua tak luput dari uang..."


"Berapa uang yang kau pegang sekarang Eva..."


"Tidak Toni....aku tak akan menggunakan uang itu untuk membayar para wartawan yang tentu sangat mahal...kita tak memiliki uang lagi..bagaimana kita akan hidup kedepannya.."


"Gunakan uang itu dulu Eva...nanti jika berita berhasil di muat...maka Arsana juga tak akan tinggal diam...publik akan mendorongnya untuk bertanggung jawab terhadap anak kandungnya...tentu dia juga tak akan mau reputasinya tercoreng karna itu....dia dan Daniel akan kembali fokus pada anak yang kau kandung lagi...dan bukan tak mungkin mereka akan meneruskan pekerjaan ini lagi...menunggu bayi itu lahir dan memberikan uang yang telah mereka janjikan....kita harus katakan semuanya pada publik....mereka pasti akan percaya apalagi melihat perutmu yang sudah membesar...."


"Tapi Toni bagaimana jika orangtuaku juga melihat berita itu....apa yang akan mereka lakukan nanti padaku.."


jawab Eva merasa ide Toni kini bukanlah pilihan yang tepat.


"Cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya bukan va...kau pasti akan jujur juga pada mereka nanti..."


Merasa ide Toni ada benarnya juga, dan Eva juga tergiur dengan hasil yang akan di dapatkan. Paling tidak dia tak terbebani dengan seorang anak yang bukan darah dagingnya nanti dalam kehidupannya. Akhirnya Eva setuju menggunakan sisa uang dari Daniel untuk membayar beberapa wartawan untuk memuat berita tentang kehamilannya.


Malam itu pun Eva tertidur dengan pulas meski di sebuah ranjang yang tak empuk seperti yang biasa dia pakai di villa. Sedangkan Toni tengah terbaring di lantai dengan sebuah tikar tipis. Dia masih terjaga memikirkan apa yang harus dia lakukan dulu esok hari, untuk membongkar semua kebohongan Arsana.


Pagi pun menjelang, Eva dan Toni telah menyelesaikan sarapannya dengan sepiring nasi dan telur dadar buatan Eva.


"Eva aku akan mencari tau dulu... bagaimana cara kita bisa masuk dalam dunia berita..kau tunggu disini saja dulu ya...."


"Tidak Toni aku akan ikut denganmu..lagi pula apa yang akan aku lakukan disini sendiri..."


"Jangan Eva...lebih baik kau dirumah....karna aku masih belum tau seluk beluk dunia berita seperti apa..."


Eva pun menurut dan membiarkan Toni pergi sendiri membawa uang 10juta untuk idenya kali ini.


Dalam perjalanannya, Toni mendapat informasi bahwa butuh biaya yang sangat besar untuk memuat berita yang dia bawa ke Tv. Dan dia tak mungkin melakukannya karna uang yang dia pegang tak cukup untuk membayarnya.


Akhirnya dia memilih untuk pergi ke kantor pembuatan koran, untuk meminta mereka menerbitkan berita tentang Eva. Paling tidak ada banyak pasang mata yang akan membacanya. Dan mulai tak percaya dengan semua berita tentang Arsana.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2