
Pagi itu Eva mencoba menghubungi Daniel dan Arsana, dia ingin menanyakan keadaan Tama. Eva merasa khawatir dengan keadaannya. Apalagi sekarang Eva juga tengah merasakan sakit di dadanya karna ASI yang tak di keluarkan semalaman.
"Ayo kita ke rumahnya Toni...aku benar-benar merasa khawatir padanya..."
"Iya...dia telah ingkar janji bukan...dia bilang akan pulang sebelum malam...tapi mereka tak kunjung kembali..bukankah pengadilan sudah mengatakan tidak lebih dari 24jam karna Tama yang masih bergantung padamu....rupanya mereka memang orang yang suka bertindak sesukanya..."
kata Toni kesal.
Akhirnya Toni dan Eva di antarkan oleh seorang supir menuju ke rumah Arsana dan Daniel pagi itu.Tapi ketika sampai disana keduanya tak di izinkan masuk, mereka tak bisa menemui Tama.
Eva dan Toni tak tinggal diam, mereka mengatakan lewat satpam bahwa mereka akan melaporkan pada pihak hukum jika Arsana dan Daniel terus menghalangi mereka untuk bertemu Tama.
Tapi Daniel dan Arsana tak tinggal diam, mereka malah mengancam balik untuk tidak berusaha menemui Tama lagi, apalagi melapor pada polisi. Jika mereka melapor pada polisi Arsana akan melakukan hal-hal yang membahayakan Tama, dan Eva tak akan lagi bisa bertemu dengan Tama.
Khawatir dengan ancaman Arsana, Eva memilih pulang dengan perasaan sangat sedih. Dia juga demam karna sakit yang dia rasakan karna ASI yang terasa penuh. Eva pun dengan terpaksa mengambil ASI nya untuk mengurangi rasa sakit.
Eva dan Toni pun juga tak tinggal diam begitu saja, karna ancaman Arsana, Eva semakin khawatir kalau Arsana menyakiti Tama.
Akhirnya Toni dan Eva melaporkan tindakan mereka kepada pihak polisi, tak menghiraukan peringatan Arsana.
Toni berfikir dengan begitu Arsana dan Daniel tak akan meremehkan mereka. Tapi ntah kenapa laporan mereka seakan tak di dengar. Polisi mengatakan akan segera ke rumah Arsana tapi setelahnya tak ada kabar lagi dari pihak kepolisian.
Toni dan Eva sudah bisa menebak bahwa Mereka telah menyuap pihak kepolisian untuk bungkam dengan tindakan tidak benar mereka.
Toni dan Eva juga sudah berkali-kali datang ke rumah Arsana tapi sama sekali mereka tak bisa bertemu dengan Tama.
Atas keadaan ini, Eva di buat sangat sedih begitu juga dengan Toni . Mereka merasa sepi dan rindu akan senyuman juga tawa dari Tama.
Eva bahkan terus menangis karna Tama yang tak kunjung kembali padanya. Tama memang bukan anak kandung Eva, tapi ikatan batin keduanya membuat Eva selalu merasa rindu, dan khawatir akan terjadi sesuatu pada Tama.
Sementara keadaan di rumah Arsana, Tama terus saja menangis. Dia tak mau bermain, tersenyum dan tertawa seperti sebelumnya. Tama bahkan enggan untuk minum susu formula atau pun makan makanan tambahannya.
Tama hanya minum sedikit susunya ketika dia benar-benar merasa lapar dan lelah karna terus menangis.
__ADS_1
Atas keadaan itu Arsana dan Daniel tidak menyerah begitu saja, mereka terus membujuk Tama. Bahkan mencoba mengganti susu formulanya agar Tama mau meminumnya.
3 hari berada di rumah Arsana, kini Tama mengalami demam tinggi. Karna takut terjadi sesuatu dengan Tama, Daniel akhirnya membawa Tama kerumah sakit agar dia mendaapatkan perawatan terbaik.
Telah mendapat perawatan di rumah sakit dengan baik, tapi Tama tak kunjung membaik.
Demam nya turun ketika selesai meminum obat, setelah beberapa jam dia kembali demam tinggi lagi. Tak hanya itu Tama juga rewel tak mau di gendong dan tak mau meminum apapun, nutrisinya kini hanya di penuhi dari cairan infus yang terpasang di tangannya.
Arthur dan Ranika yang sedang berada di luar negeri segera pulang, setelah mendapatkan kabar bahwa Tama sedang di rawat di rumah sakit.
Mereka berdua pun segera menuju rumah sakit untuk menjenguk Tama.
"Astaga....sayang....apa yang terjadi padanya...terakhir kali aku bertemu dengannya dia tak sekurus ini...apa dia sakit mulai di hari terakhir bertemu dengan kita..."
tanya Ranika yang baru saja tiba di ruangan Tama.
" Tidak ma...Tama sakit baru 3 hari yang lalu..."
kata Arsana sambil memandang Tama yang sedang tertidur pulas.
tanya Ranika sambil memandang ke seluruh ruangan.
"Dia tak disini ma...nttahlah seperti apa cara didik Eva sampai Tama menjadi anak nakal seperti ini...dia selalu menangis ma...tak mau makan atau pun minum apapun...tidur saja harus dalam gendongan..."
kata Arsana kesal mengumpati Eva.
"Eva tak disini...lalu siapa yang membawanya kemari..."
tanya Ranika bingung.
Lama Arsana tak menjawab akhirnya Daniel yang angkat bicara,
"Tama tinggal di rumah kami ma...tanpa Eva.."
__ADS_1
"Tinggal di rumah kaliaan..."
jawab Ranika terkaget karna Ranika memang satu-satunya orang yang tak di beritahu akan rencana mereka membawa Tama. Menurut mereka memberitahu Ranika sama saja menggagalkan rencana mereka, karna Ranika yang selalu menentang dan tidak setuju dengan segala sesuatu yang tidak semestinya.
"Iya ma...Tama tinggal di rumah kami sejak terakhir kita menjenguknya...kami mengajaknya tinggal di rumah...tapi dia tak mau memakan apapun ma....minum susu pun dia tak mau...dia selalu saja menangis di setiap waktu...."
kata Daniel dengan wajah sedih.
"Astaga....kenapa kalian melakukan itu...jelas-jelas kalian sudah mendapatkan keputusan tak boleh memisahkan Tama dan Eva...karna anak kalian yang masih bergantung dengan Eva...dia meminum ASI darinya kan..."
"Ma....mereka tau...tapi bukankah Tama memang hak mereka...Tama anak kandung mereka ...cucu kita...apa salahnya tinggal bersama orangtua kandungnya..."
jawab Arthur membela Arsana dan Daniel.
"Tapi kalian tak bisa begitu...Eva juga ibu dari Tama...dia yang mengandung dan menyusuinya..kalian tak bisa memisahkannya begitu saja..."
"Untuk alasan itu juga Tama sakit....dia pasti rindu dengan Eva...dia ingin berada di pelukan Eva...yang Tama inginkan hanyalah air susu dari Eva...."
"Kalian tak bisa memaksakan anak bayi seperti ini...dia juga memiliki keinginan meski dia belum bisa berbicara..."
jawab Ranika panjang lebar dengan nada emosi.
"Apa maksud mama....ibu dari Tama hanyalah aku....bukan Eva.."
kata Arsana memandang Ranika penuh kekesalan karna perkataannya.
"Dia hanya sakit ma...setelah ini dia akan sembuh dan mau makan minum kembali....percayalah...tidak perlu membawa-bawa Eva...aku akan membuat Tama berhenti bergantung pada Eva...kami bisa memberikan lebih padanya dari pada Eva ...."
imbuh Arsana lagi.
"Itulah yang tak kau tau...karna kau yang tak pernah mengandung dan merasakan ikatan batin antara Ibu dan anak...kembalikan dia pada Eva...dia hanya merindukan Eva...Aku yakin Tama akan sembuh bahkan tanpa obat sedikit pun..."
kata Ranika penuh penekanan.
__ADS_1
Bersambung.....