
2 minggu berselang setelah keputusan pengadilan yang lebih memihak pada Eva dan Toni.
Kini kehidupan mereka lebih baik, kehidupan yang mereka impikan sedari dulu sudah menjadi nyata, bahkan kini bersama malaikat kecilnya Tama.
Tak pernah mereka bayangkan juga, mereka akan hidup bersama sebagai sepasang suami istri. Takdir yang rumitlah yang telah mempersatukan mereka berdua dalam sebuah ikatan yang sakral. Bahkan kini keduanya mempunyai rasa yang sama, mereka mencintai tapi tak ada yang berani mengakui satu sama lain.
Mungkin takdir juga yang telah menjadikan mereka sebagai orang kaya, tapi dengan sebuah perjuangan yang luar biasa juga untuk mendapatkannya. Mereka harus menderita, jatuh terlalu dalam dulu sampai akhirnya kini bangkit dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah, cinta dan juga seorang anak sebagai pelengkap keluarga mereka.
Kehidupan Eva dan Toni juga lebih jauh tertata,Eva kini merenovasi 1 ruangan di rumahnya untuk dia jadikan gudang barang dagangan onlinenya, membeli rak-rak besar sebagai tempat menata barang-barang yang akan di jualnya.
Sementara Toni sesuai rencana dia membeli sebuah ruko untuk memulai bisnisnya, yakni membuka sebuah resto. Sedari kecil dia ingin sekali mempunyai usaha sendiri, agar dirinya tak bergantung pada siapapun.
Kini ketika dia mempunyai sebuah modal, dia ingin mewujudkan mimpinya. Tak hanya sebuah resto, ruko yang dia beli terdiri dari 2 lantai. Dia ingin menggunakan lantai 1 sebagai resto, dan lantai 2 sebagai toko baju, aksesoris, sepatu, tas dan masih banyak lagi.
Orang tua eva sendiri sudah pulang beberapa hari yang lalu, setelah mereka puas menimang Tama dan puas tinggal di rumah Eva menikmati segala fasilitasnya.
Eva sudah membekali keduanya dengan cukup banyak uang. Orang tuanya sendiri sudah mengabarkan bahwa mereka telah membeli sebuah ladang milik tetangganya sebagai sumber penghasillan mereka, memperbaiki rumah nya menjadi rumah yang layak huni. Juga membayarkan sejumlah uang pada pihak sekolah adik-adik Eva yang belum terbayarkan. Bahkan juga membayar biaya bulanan sekolah untuk beberapa bulan kedepan.
Banyak yang mempertanyakan Joni maupun Siti mendapatkan uang darimana, ketika mereka di tanya, mereka hanya bilang bahwa Eva telah sukses membuka usaha di kota dan dapat membantu kehidupan mereka.
Hari ini Daniel dan Arsana mengatakan pada Eva bahwa ingin menjenguk Tama di rumah baru mereka. Daniel juga mengatakan bahwa mereka tak akan datang berdua saja, mereka akan datang bersama kedua orangtua Arsana.
Untuk itu hari ini, pagi-pagi sekali Eva menyiapkan berbagai persiapan untuk menyambut mereka semua. Eva memasak makanan cukup banyak dan membeli beberapa kue untuk mereka.
Menjelang siang Arsana, Daniel, Arthur dan Ranika benar-benar datang ke rumah. Eva dan Toni menyambut mereka dengan baik, menjamu dengan berbagai makanan yang telah mereka siapkan sedari pagi.
"Dimana Tama ..."
tanya Arsana menatap Eva.
"Dia berada di kamar...aku akan membawanya kemari..."
kata Eva sambil berjalan menuju kamarnya.
"Sungguh aku tak sabar ingin melihat cucuku..."
kata Arthur yang melihat Eva berjalan meninggalkan mereka.
"Dia pasti sangat tampan bukan..."
imbuhnya lagi.
__ADS_1
Tak lama setelahnya, Eva datang sambil menggendong Tama dalam pelukannya.
"Sinii...sini sayang aku ingin menggendongmu seharian ini..."
kata Arsana sambil merentangkan tangannya pada Tama.
Daniel pun tak kalah antusias, dia juga mendekati Tama hendak menciumnya.
"Ya..ampun dia tampan sekali.."
kata Ranika sambil berjalan mendekati Tama.
"Hey sayang...ini nenek...apa kabar..."
kata Ranika sambil mencium-cium pipi Tama yang berada dalam gendongan Arsana.
"Tentu saja ma...dia kan anakku dan Daniel dia pasti tampan dan sempurna...."
kata Arsana sambil mempererat pelukannya.
"Waah...cucu kakek benar-benar jagoan yang tampan ya..."
kaya Arthur juga ikut mendekati Tama.
kata Daniel manatap Eva penuh tanya.
"Sudah....dia sudah mulai memakan beberapa makanan tambahan beberapa hari belakangan ini...karna usianya sudah 6 bulan..."
kata Eva sambil tersenyum.
"Berikan dia makanan terbaik ya....kirimkan daftar makanan tambahan apa saja yang di perlukan Tama...aku akan membelinya..."
kata Daniel lagi.
"Benar....jangan sampai kau memberikan makanan sembarangan pada Tama ku Eva...itu akan mengganggu pertumbuhannya..."
kata Arsana menimpali.
"Kita tak pernah memberikan makanan sembarangan pada Tama....kita selalu memperhatikan gizi untuknya...karna kita juga peduli dan sayang padanya...iya kan Eva..."
jawab Toni sambil memandang Eva.
__ADS_1
"Iya...kami kan sudah menganggap Tama sebagai anak kamisendiri..jadi mana mungkin kami memberinya makanan asal-asalan..."
kata Eva mengiyakan perkataan Toni.
"Ya..aku tak mau saja anakku tak tumbuh dan berkembang dengan baik karna makanan yang dia makan..."
kata Arsana dengan fokus menatap Tama.
"Ya...kalian harus menjaga cucuku dengan baik...jangan pernah menanamkan fikiran buruk tentang orangtua kandungnya..karna kalian sebenarnya tak pantas menjadi orangtua dari cucuku...dan ya...meskipun hak asuh jatuh di tangan kalian...setelah dia berusia 7 tahun nanti Arsana dan Daniel selaku orangtua kandungnya akan membawa Tama..karna mereka berhak atas anaknya..."
kata Arthur menatap Eva dan Toni serius.
"Bukankah pihak pengadilan sudah menjelaskan...bahwa Tama nanti bisa memilih dia tinggal bersama dengan siapa...Tama yang akan menentukan sendiri bukan kalian..."
kata Toni membalas tatapan serius Arthur.
"Terserah...tapi yang jelas Tama adalah cucuku.. dia mempunyai hak waris dari harta kekayaan ku....dia sudah terlahir dari garis keturunan orang kaya...tentu aku tak akan membiarkan dia hidup dengan kalian dalam keadaan yang seperti ini..."
kata Arthur dengan angkuhnya.
"Dan satu lagi...teruntuk dirimu Eva...jaga makanan mu...aku tak mau sampai cucuku kenapa-napa karna meminum asi darimu...memangnya kenapa sih kalau tidak di kasih asi...aku bahkan bisa membelikan cucuku susu yang mahal dengan nutrisi yang lengkap dari pada harus meminum asi dari wanita sepertinya...."
tambah Arthur lagi.
Dirasa perkataan Arthur semakin memanas, Daniel segera saja mengajaknya pergi dari ruangan tersebut.
"Pa....mari kita ke ruang sebelah...Arsana dan Tama sudah menunggu kita disana..."
Daniel pun menggandeng Arthur untuk pergi, menyusul Arsana yang sedang membawa Tama berjalan-jalan di dalam rumah.
"Maafkan sikap mereka semua Eva...."
kata Ranika lembut sambil menepuk bahu Eva.
"Tak apa bu....saya sadar saya siapa...mereka pantas mengatakan itu..."
"Tidak Eva...kau adalah wanita yang hebat...terimakasih karna selama ini telah menjaga, melahirkan dan merawat cucuku dengan baik...kau sungguh wanita yang tangguh...Tama beruntung mendapatkan ibu sepertimu..."
kata Ranika sambil melingkarkan tangannya di bahu Eva.
Mereka berdua pun berbincang-bincang akrab, dalam perbincangan itu, Ranika sangat berterimakasih pada Eva karna dia telah menjaga Tama dengan baik, dia juga berdoa semoga Tama lebih menurunkan sifat dari Eva ketimbang sifat kedua orangtuanya.
__ADS_1
Bersambung....