Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Mengalah


__ADS_3

Toni dengan segera membopong tubuh Eva, di bawanya ke rumah bidan yang memeriksanya tadi pagi.


Setelah tiba disana sang bidan pun mulai memeriksanya, dan mencoba menyadarkan Eva. Tak lama setelahnya Eva tersadar, tapi tubuhnya masih terlihat sangat lemah, bahkan dia enggan bergerak.


Sang bidan segera mengecek detak jantung bayi di dalam kandungan Eva, takut terjadi sesuatu padanya.


Tapi ketika di cek teryata keadaan bayinya baik-baik saja, tidak ada hal yang aneh.


"Kenapa tadi kau ke kamar mandi sendiri Eva.."


tanya Toni dengan nada khawatirnya.


" Maaf aku hanya ingin buang air kecil tadi, tapi setelah selesai kepalaku sangat terasa pusing dan aku tak ingat lagi apa yang terjadi..."


jawab Eva dengan nada yang lemah.


"Lain kali jangan pergi ke kamar mandi sendirian...aku akan mengantarmu..."


"Iya bu Eva...itu sangat berbahaya..untung saja bayi dalam kandungan ibu baik-baik saja sekarang..."


kata Bidan memberikan nasehat pada Eva.


"Pak Toni saya perlu bicara pada anda sebentar " kata Bidan memandang Toni, dan mulai beranjak keluar dari ruangan.


Toni pun juga keluar ruangan, di liriknya Eva yang memandang Toni penuh tanya.


"Pak...saya sarankan untuk membawa bu Eva ke rumah sakit...dia dalam keadaan yang rentan sekarang...ntah karna apa...saya tak bisa menemukan penyebabnya karna saya tak memiliki alat medis yang lengkap disini...bayinya terlihat baik-baik saja....tapi tidak dengan ibunya...dia sangat lemah pak...jika di biarkan akan berbahaya untuk bayinya..."


kata sang bidan dengan nada Khawatir.


Toni terdiam sejenak berfikir, jika dia membawa Eva ke rumah sakit apa yang akan dia gunakan untuk membayarnya, apalagi uang yang tersisa kurang dari 1 juta, dia juga belum menemukan pekerjaan untuk menyambung hidupnya.


"Apa tidak bisa di rawat di rumah saja...saya tidak memiliki uang yang cukup untuk membawanya ke rumah sakit..."


"Mungkin tidak masalah jika bapak bawa pulang...tapi saya minta bu Eva jangan banyak fikiran dulu pak...cukupi makanannya dengan makanan yang sehat...dan susu untuk ibu hamil untuk menunjang gizi bayinya...saya lihat juga bu Eva mempunyai badan yang terlalu kurus pak...kemungkinan bu Eva kurang menerima asupan gizi yang seimbang...berikan dia makanan-makanan sehat....jika dengan cara itu bu Eva membaik...maka semua ini hanya masalah nutrisi saja yang kurang tercukupi dengan baik...mengingat bu Eva sedang mengandung...apa yang bu Eva makan kan harus terbagi dengan sang bayi di dalam tubuhnya..."


Sang bidan berbicara panjang lebar mengenai keadaan Eva. Toni hanya mengangguk-angguk faham saat mendengarkan.


Akhirnya Toni membawa Eva kembali ke rumah, sang bidan memberikan beberapa vitamin untuk Eva minum, sebagai penunjang kehamilannya.


Karna penuturan sang bidan Toni mulai mengatur membeli makanan-makanan sehat untuk Eva , tapi dalam jumlah yang kecil. Dia juga menggunakan uang itu , untuk membeli susu khusus ibu hamil.


Setelah sampai di kost, Toni mulai memasakkan untuk Eva, sayur-sayuran juga daging untuknya. Seperti menu makan lengkap di villa sebelumnya. Dia melihat cara memasak di internet, dan mulai menirukan dengan bahan-bahan yang tersedia.

__ADS_1


"Apa ini ton...terlihat Enak...kau dapat darimana..."


tanya Eva sambil memandang piring yang di bawa Toni.


"Ini makanan untukmu...makanlah...ini baik.untuk kesehatanmu...aku memasaknya sendiri..."


"Kau memasak....tapi uangnya darimana...bukankah kau sudah membayarkannya pada pemilik kost..."


"Ada beberapa uang yang masih tersisa disini...itulah yang aku gunakan...."


jawab Toni sambil berjalan menuju dapur, lalu kembali dengan segelas susu di tangannya.


"Kenapa kau membeli makanan seperti ini...uang kita bisa habis nanti..."


"Ini semua demi kau dan bayi itu....bidan bilang kau kurang gizi yang cukup...dan badanmu terlalu kurus....itu bisa mempengaruhi kesehatanmu....mengingat kau yang sedang hamil sekarang...tenang saja....aku akan segera mencari pekerjaan....maka cepatlah sembuh agar aku bisa segera mencari uang..."


Eva pun terdiam, dia sejak hamil memang terbiasa makan makanan yang bergizi tinggi.Semua kebutuhan gizi dalam tubuhnya selalu terpenuhi bahkan berlebih. Tapi beberapa minggu ini Eva dan Toni memang menghemat uang untuk kebutuhannya, mereka kadang hanya menyantap telur dadar atau kadang mie Instan sebagai lauk makannya.


Buah-buahan yang biasa berlimpah juga tak lagi di rasakan Eva, es cream pun tak pernah dia membelinya.


Eva menerima segelas susu yang di berikan Toni, lalu meminumnya sedikit sambil melirik Toni.


"Kau mau..aku bisa berbagi denganmu jika kau mau..."


Toni menggelengkan kepalanya.


"Tak usah...minumlah dan habiskan makananmu..."


"Lalu kau tak makan..."


tanya Eva heran karna tak melihat piring lagi untuk makan Toni.


"Aku masih kenyang...makanlah..."


Kata Toni sambil menyalakan Tv.


Eva pun memakan semua porsinya dengan lahap, sudah lama dia tak makan makanan lezat seperti ini. Dia sangat rindu rasa daging dan sayuran dalam mulutnya.


teryata dia pintar memasak juga ya...masakannya terasa sangat lezat...


batin Eva sambil terus menyuapi mulutnya.


Sepiring nasi lengkap dengan lauk yang bergizi dan segelas susu ibu hamil telah kandas sepenuhnya.

__ADS_1


Eva akan beranjak dari ranjangnya, menaruh piring kembali ke arah dapur sempitnya. Tapi Toni tiba-tiba menghadangnya.


"Sini...biar aku yang menaruhnya...jangan banyak bergerak dulu...atau kau akan pingsan lagi nanti..."


kata Toni sambil mengambil piring dan gelas dari tangan Eva.


Eva pun hanya terdiam memandang Toni, yang berjalan ke arah dapur. Ada sedikit rasa senang saat Toni memperhatikan dirinya, ntah rasa itu tumbuh mulai kapan, tapi yang jelas Eva mulai nyaman berada di dekat Toni.


"Kau tak makan....."


kata Eva yang masih bisa di dengar oleh Toni meski dia sedang berada di dapur, itu karna ruangan kamar kost yang sempit


"Ya aku akan makan..."


Toni berjalan ke arah tikarnya lagi sambil membawa piringnya. Ketika Toni sudah duduk di tikarnya yang berada di bawah Eva. Eva melihat piring di tangan Toni. Tak mendapati lauk yang sama seperti yang telah di makannya. Eva hanya melihat nasi dan mie Instan sebagai lauknya.


"Loh...kenapa kau makan dengan mie instan Toni..."


"Sudahlah...ini lebih enak menurutku..."


"Kenapa tak memakan masakan yang kau masak tadi...apa lauknya telah habis...kenapa kau tak membaginya menjadi 2..."


" Lauknya masih ada...tapi itu untukmu makan nanti..."


"Tidak Toni...kita harus makan makanan yang sama... ini tak adil namanya.."


"Sudahlah diam...aku tak suka dengan makanan tadi..menurutku lebih enak mie Instan ini..."


Eva pun terdiam, dia tau betul Toni hanya beralasan, karna dia hanya membelinya sedikit dan memasaknya untuk Eva.


Bersambung....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan untuk author ya...agar author makin semangat nulisnya... 💞💞💞


__ADS_2