Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Liburan


__ADS_3

Eva di buat merasa iba atas apa yang telah menimpa Arsana. Eva dan Arsana sendiri sekarang sudah seperti teman dekat. Mereka sering bercerita di sela-sela waktu senggang saat Arsana dan Daniel mengunjungi Tama.


Eva tau bahwa Arsana sangat menginginkan kehadiran anak dalam rumah tangganya, dia berharap dengan begitu dapat mempererat hubungannya dengan Daniel. Yang sedari dulu menginginkan kehadiran buah hati dalam keluarga kecilnya.


Melupakan sejenak kehidupan Arsana, kini kehidupan Eva dan Toni sangat bahagia. Mereka tak takut lagi akan Tama yang pergi dari sisi mereka. Semua telah berdamai dengan keadaan, Arsana dan Daniel sendiri sudah bisa menerima kenyataan bahwa Tama tak ingin berada disisi mereka.


Eva dan Toni juga semakin dekat, mereka bahkan sudah mengungkapkan rasa saling cintanya masing-masing.


Dan dalam waktu dekat keduanya merencanakan untuk berbulan madu untuk yang pertama kalinya ke suatu pulau dan tentu dengan membawa Tama bersama mereka.


Usaha online Eva juga berkembang dengan pesat, banyak pelanggan-pelanggan baru yang membeli barang padanya. Eva sendiri sudah tidak di sibukkan dengan segala kerumitan bisnisnya. Eva sudah memiliki 5 karyawan wanita yang siap membantunya untuk menjalankan bisnis online nya itu. Eva pun tinggal mengecek dan juga menikmati hasil dari usahanya.


Sementara itu usaha Toni juga sudah mulai ramai, baik di restonya yang menyediakan berbagai makanan khas jepang, juga di bagian tokonya yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok serba ada.


Semua usahanya berjalan dengan lancar, impian Toni di masa kecil yang ingin memiliki usaha sendiri juga ingin menjadi seorang boss kini telah terwujud.


Dari seluruh usaha di rukonya, dia memiliki 16 karyawan yang terbagi di resto dan juga toko kebutuhannya.


Toni juga tinggal menikmati hasil dari usahanya. Dia tak menyangka kehidupannya yang sedari kecil berada di panti asuhan yang serba kekurangan, juga tak memiliki orang-orang terkasih di dekatnya.


Kini kehidupannya berbanding terbalik, Toni memiliki usaha yang cukup mapan. Kehidupan yang serba kecukupan. Istri yang sangat baik, perhatian dan mencintai Toni apa adanya. Juga seorang anak yang menggemaskan, selalu ceria, juga tampan bak malaikat. Kehidupannya kini terasa sangat sempurna, hingga Toni tak ingin melewatkan setiap detik pun moment di kehidupannya.


Tibalah hari dimana Eva dan Toni sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke suatu pulau, yang cukup terkenal dengan keindahannya, juga cukup banyak tempat-tempat wisata indah di setiap daerahnya.


Toni dan Eva sudah menyewa sebuah villa untuk bulan madunya kali ini. Mereka tak lupa juga membawa beberapa orang pelayan untuk membantu mereka mengurus Tama disana.


Semua perlengkapan dan kebutuhan sudah dikemas dengan rapi. Mereka pun berangkat dengan menaiki pesawat. Dan ini adalah kali pertamanya Eva maupun Toni menaiki pesawat. Cukup mendebarkan tapi keduanya sangat antusias, apalagi kali ini adalah liburan pertamanya sebagai sepasang suami istri yang saling mencintai.


Singkat cerita, mereka telah tiba di sebuah resto berlatar belakang sebuah pantai yang indah. Angin pun bertiup semilir, membawa hawa sejuk air laut yang memiliki bau khas air asinnya.


Eva kala itu memakai dress selutut berwarna coklat tua, sedangkan Toni memilih memakai setelan celana panjang dan kemeja pendek berwarna senada dengan Eva.


Baru saja tiba, Toni membawa Eva dan para pelayannya untuk mengisi perut terlebih dulu, sebelum menuju ke villa yang sudah di sewanya.


"Mbak...bisa tolong bawa Tama jalan-jalan dulu...saya ingin berdua dengan istri saya sebentar..."


kata Toni menatap pada sang pelayan yang berada di dekat Eva.


"Oh ya..baik Tuan..."


pelayan itu pun meraih Tama yang sedang berada di pangkuan Eva. Dia membawa Tama berjalan-jalan di sekitar pantai bersama pelayan lainnya.

__ADS_1


" Ada apa Toni..."


tanya Eva saat Tama mulai terlihat menjauh.


"Tak ada..aku hanya ingin waktu berdua denganmu sebentar...sebelum kita bersenang-senang nanti bersama anak kita.."


"Baik lah...memangnya apa yang ingin kau lakukan.."


kata Eva sudah tersenyum cerah pada Toni.


"Aku hanya ingin memberikan ini padamu..."


kata Toni sambil mengeluarkan sesuatu yang ada di saku celananya.


"Apa itu..."


tanya Eva penasaran saat melihat sebuah kotak kecil yang di bawa Toni.


Toni pun membukanya, terlihatlah sebuah cincin emas bertahta berlian berwarna biru dan juga sebuah kalung dengan liontin berwarna senada dengan cincinnya.


"Toni..."


kata Eva terkejut.


"Tentu sayang..."


kata Toni dengan tersenyum manis.


mendengar panggilan sayang dari Toni, Eva mengeryitkan dahinya. Melihat expresi Eva, dia pun berkata.


"Tidakkah lebih baik kita mempunyai panggilan khusus mulai sekarang..bolehkan aku memanggilmu sayang...istriku..."


Eva pun tak menjawab dia hanya tersenyum.malu.


"Ini untukmu Eva..maaf aku baru bisa membelikanmu cincin pernikahan setelah sekian lama....aku ingin membelinya dari hasil kerja ku sendiri....ini memang tak mahal....tapi aku harap kau mau menerimanya dan memakainya..."


kata Toni sambil menyodorkan kotak kecil itu pada Eva.


"Kau mau kan sayang..."


kata Toni lagi memandang Eva serius.

__ADS_1


Eva hanya menganggukkan kepalanya tak berbicara apapun, kini mata Eva berkaca-kaca.


Toni pun berlutut di samping Eva, meraih tangannya hendak menyematkan cincin di jari manisnya.


"Kita memang sudah menikah...aku harap aku tak terlambat menyatakan cinta padamu....padamu yang ada di dalam hatiku...aku mencintaimu Eva...kau mau kan menemani dan setia padaku di seumur hidupmu..."


lagi-lagi Eva tak berkata apapun, dia hanya menganggukkan kepala, kini sudah ada yang mengalir di ujung matanya.


"Terimakasih sayang..."


Toni menyematkan cincin di jari manis Eva lalu menciumnya dengan lembut.


Toni pun berdiri dan memakaikan kalung pada Eva. Lalu dia memeluk Eva dari belakang.


"Kita memang tak berjodoh karna cinta...tapi takdir lah yang telah mempertemukan kita dan menyatukan kita dengan jalannya..."


kata Toni berbisik di telinga Eva.


"Dan dia adalah malaikat kecil yang telah mempersatukan kita"


kata Eva menunjuk ke arah Tama yang sedang bermain bersama pelayan di tepi pantai, Eva berkata sambil menahan airmatanya.


"Dia juga yang telah merubah kehidupan kita dengan caranya...kita tak akan berada di titik ini sekarang tanpa Tama...."


"Dia menuliskan berbagai kisah dalam kehidupan kita...banyak yang telah kita lewati bersama karnanya.."


kata Eva tanpa jeda.


Eva pun memalingkan wajahnya menghadap pada Toni yang ada di belakangnya.


"Dia juga yang telah menumbuhkan kasih sayang dan cinta di antara kita..."


kata Eva dengan tersenyum manis sambil memegang kedua pipi Toni.


"Ya kau benar...semua karna Tama...malaikat kecilku...dan kau adalah penyempurna hidupku bidadariku..."


jawab Toni, di akhir kalimatnya dia meraih dagu Eva dan mencium bibirnya lembut lalu berkata lagi.


"Aku mencintaimu Eva...."


"Aku juga mencintaimu Toni..."

__ADS_1


kata Eva terpotong-potong karna Toni yang kembali mengecup bibirnya lembut.


Bersambung....


__ADS_2