Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Keadilan


__ADS_3

Karna hakim yang terus mendesak mereka untuk berkata jujur, akhirnya Arsana pun mengakui bahwa dialah yang mengancam jurnalis Riko untuk pergi dari kehidupan Eva.


Arsana juga mengaku telah memberikannya sejumlah uang untuk pergi dan tak pernah mengurusi hidup Eva dan Toni lagi.


Daniel sempat terkaget dengan pengakuan Arsana, karna Daniel tak tahu menahu soal jurnalis itu dan Arsana sendiri juga tak pernah mengatakannya pada Daniel.


Setelah mendengar berbagai pengakuan dari Arsana, hakim pun mulai berunding kembali, untuk memutuskan hak asuh atas Tama.


Setelah lama menunggu dan harap-harap cemas, Hakim pun mulai membuka suara.


"Dari semua hasil penyelidikan dan keterangan dari para saksi saya telah memutuskan bahwa hak asuh atas anak bernama Adhitama jatuh pada nyonya Eva selaku ibu sambung dari Adhitama..."


seketika Eva pun menangis bahagia memeluk Toni yang berada di sampingnya dengan Tama yang masih berada dalam gendongannya.


Ketiga saksi dan juga kedua orangtua Eva juga menitikkan airmata bahagia setelah mengetahui betapa Eva sangat berjuang atas Tama.


Sementara Daniel kini juga menitikan airmata, sedih karna apa yang dia harapkan tidak terwujud. Arsana sendiri lebih terlihat kesal dengan keputusan hakim, bahkan dia beberapa kali melihat ke arah Eva dengan mendengus kesal.


Tak hanya memutuskan untuk hak asuh atas Tama. Hakim juga memberikan keadilan pada Eva dan Toni atas semua penderitaan yang telah di buat oleh Arsana dan Daniel.


Keputusan itu di antaranya.



Atas seluruh kejahatan Arsana dan Daniel, termasuk mengancam jurnalis dan mendiskriminasikan Eva dan Toni, memalsukan berita ke publik juga masih banyak lagi. Mereka di tuntut hukuman penjara selama 5 tahun atau membayarkan denda sebanyak 6 miliar rupiah jika memilih sebagai tahanan luar.



2.Arsana dan Daniel di tuntut untuk membayarkan sejumlah uang sesuai perjanjian awal program rahim sewaannya, sebagai ganti atas penderitaan yang telah mereka buat pada Eva dan Toni. Yakni sebesar 4 miliar, dengan rincian 3 miliar untuk Eva dan 1 miliar untuk Toni.



__ADS_1


Arsana dan Daniel tidak mendapatkan Hak asuh atas Tama, tapi mereka wajib untuk membiayai seluruh hidupnya. Karna mereka adalah orangtua kandung Tama. Termasuk memberikan hunian yang layak untuk Tama.




Tama akan menentukan sendiri dia ingin tinggal bersama siapa nantinya setelah dia mengerti, sekurang-kurangnya saat dia berusia 7 tahun.




Hak asuh jatuh pada Eva dan Toni. Tapi dari pihak Daniel dan Arsana tetap boleh melihat, menjenguk atau pun mengambil Tama dari Eva jika mereka merindukannya. Tapi dengan sebuah syarat tidak boleh lebih dari 1x24 jam, di karenakan Tama yang masih bergantung pada Eva (ASI).




Itulah beberapa keputusan hakim dalam persidangan yang membuat Eva lega. Eva berhasil mendapatkan Tama beserta uang yang sudah di janjikan padanya sebagai sebuah keadilan.


Kala itu juga Daniel dan Arsana segera membayarkan uang 4 miliarnya pada Toni dan Eva . Mereka juga memberikan hunian layak kepada Tama, sebuah rumah mewah di kawasan perumahan elite yang tentu akan menjadi hak milik Eva dan Toni juga.


Di hari setelah persidangan Eva dan Toni segera mengemasi barang-barang mereka, untuk segera pindah ke rumah barunya.


Sebenarnya mereka tak perlu membawa apapun untuk pindah kesana, karna Daniel telah membelikan mereka rumah lengkap dengan segala perabot dan fasilitas yang lengkap.


Tapi baik Eva maupun Toni tak mau membuang apapun hasil jerih payah mereka selama ini, meskipun barang-barang yang mereka bawa adalah barang sederhana, tapi di setiap barangnya mempunyai cerita dan perjuangan keras dalam mendapatkannya.


Eva tak lupa juga membawa semua barang dagangan onlinenya yang sudah cukup banyak.


Meski Eva kini telah memiliki banyak uang, yang cukup bisa menjamin hidupnya. Eva tetap tak mau berdiam diri, dia berniat menggunakan uangnya sebagai modal tambahan usaha onlinenya.


Dia juga memberikan sebagian uangnya pada orangtuanya, untuk membeli sebidang tanah di desa, agar orang tuanya tak bekerja di ladang milik orang lain lagi, memberi uang juga untuk biaya adik-adiknya bersekolah, juga untuk perbaikan rumah orangtuanya yang masih jauh dari kata layak.

__ADS_1


Sementara Toni sesuai janjinya, dia mengirimkan sejumlah uang ke panti asuhan tempat dia tinggal dulu, untuk membantu kehidupan anak-anak lain yang senasib dengannya.


Toni juga berniat akan menggunakan uangnya sebagian untuk modal usaha, dia ingin mendirikan restoran atas namanya. Agar uang yang dia dapatkan dari usahanya itu bisa berkembang untuk menghidupi Eva dan juga Tama.


Eva dan Toni sedang mengemasi barang-barangnya dengan suka cita, sangat bahagia atas keputusan sidang hari ini, yang berpihak banyak pada mereka.


Eva dan Toni mengemasi barangnya sambil mengutarakan keinginan mereka dengan uang yang di dapatkan itu.


Sementara kedua orang tuanya tengah menggendong Tama dan bercanda dengannya, meluapkan rasa bahagia yang sama. Karna mereka tetap akan menjadi kakek dan nenek meski Tama bukanlah cucu dari darah dagingnya.


Hari-hari pun berganti, kini Eva dan Toni telah siap menuju rumah barunya.


Bersama kedua orangtuanya yang akan tinggal disana beberapa hari sebelum pulang ke desanya kembali.


Mereka di bawa dengan sebuah mobil suruhan Daniel yang akan mengantar mereka ke rumah barunya.


Mereka di bawa masuk ke dalam komplek perumahan Elite. Dan masuk ke sebuah gerbang dengan halaman yang sangat luas, di sudut halaman ada sebuah taman bermain kecil, yang rupanya sudah di desain untuk Tama bermain nanti.


Rumah dominan dengan warna biru terang dan abu-abu, juga sentuhan marmer di beberapa bagian lantainya.


Ketika masuk ke dalam rumah, udara sejuk AC sudah menyapa kulit mereka.


Rumah tersebut memiliki 3 lantai, menyediakan berbagai fasilitas seperti, dapur dengan segala alat modern, ruang makan, ruang menonton Tv, ruang keluarga, kamar lengkap dengan kamar mandi pribadi, kamar khusus untuk Tama, kamar bermain, ruang musik, ruang olahraga, ruang bioskop pribadi, kolam renang yang luas juga sebuah ruang tamu yang sangat luas menyambut ketika baru masuk dalam rumah.


Rumah juga sudah di lengkapi dengan barang-barang mewah, guci-guci, lampu kristal juga barang-barang mewah lainnya khas rumah para miliader.


"Ibu tak pernah melihat rumah sebagus ini Eva..."


kata Siti sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


"Benar Eva...bahkan rumah ini jauh lebih bagus dari rumah pak Erman..."


kata Joni menimpali.

__ADS_1


Sementara Eva dan Toni hanya tersenyum melihat tingkah kedua orangtuanya, mereka sendiri sudah tak asing lagi dengan semua fasilitas yang ada, karna sebelumnya keduanya juga pernah menjadi seorang yang istimewa di mata Daniel dan Arsana dengan segala pelayanan yang istimewa pula.


Bersambung....


__ADS_2