Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Muncul kembali


__ADS_3

"Tentu saja mas silahkan masuk..."


kata Eva dengan semangat, karna dia mungkin akan mendapatkan pelanggan baru lagi. Eva sendiri belum pernah sama sekali melihat pria itu.


Setelah masuk di dalam rumah Eva, yang banyak di penuhi barang-barang yang sudah tersusun rapi di rak-rak. Pria tersebut memilih beberapa barang, dan bertanya beberapa hal tentang Eva dan juga keluarganya.


"Itu anaknya ya mbak..."


"Eh...iya mas..anak saya..."


"Waah tampan sekali...putih lagi anaknya...kayak anak orang luar negeri aja......"


kata sang pria sambil melihat Tama yang berada dalam gendongan Eva


"Hehe...iya mas...dia memang terlahir dengan banyak kelebihan..alhamdulilah..."


"Iya mbak...mbak pasti bersyukur banget ya punya anak kayak si tampan ini...oh ya ini semua berapa mbak..."


"hehe iya mas...bersyukur banget malahan...oh iya semuanya 60 ribu mas..."


"Ini mbak ini...kembaliannya mbak ambil aja..."


kata sang pria sambil berlalu pergi dari kost Eva.


"Loh beneran ini mas...terimakasih ya..."


kata Eva sambil setengah berteriak karna pria itu sudah berlalu keluar dari rumahnya.


Cukup terheran Eva, pasalnya sang pria semenjak masuk di dalam kost Eva selalu memandang ke arah Tama. Dia bahkan seperti mengambil sembarang barang yang di belinya. tanpa melihat-lihat dulu fungsi dan kegunaannya. Dia hanya seperti asal mengambil dan membayar barang yang di bawanya.


"Siapa sih dia...tapi siapa pun itu rejeki juga di kasih uang lebih gini....rejeki emang gak kemana...."


kata Eva sambil tersenyum lega.


Tak mau lagi berfikir keras tentang siapa pria itu, Eva kembali fokus pada Tama. Dan menutup pintunya lagi.


Sore itu pun Toni pulang,


"Hay sayang...sudah mandi belum..."


kata Toni menyapa Tama sambil mencium-cium lembut pipi menggemaskannya.


"Sudah donk...liat tuh sudah tampan kan dia..."jawab Eva sambil mengemasi beberapa barang yang akan di kirimkan esok hari.


" Meskipun nggak mandi pun Tama tetap tampan donk...dia kan sudah tampan dari sono nya..."


jawab Toni sedikit menggodai Eva.


"Iya...iya...Dia memang anak tertampan di dunia ini...aku percaya itu dan aku mengakuinya..."

__ADS_1


kata Eva sambil tersenyum tak kalah jailnya.


"Kalo ayahnya gimana ....tampan gak..."


kata Toni sambil tersenyum cerah pada Eva.


"Haha...apa sih kamu ini.."


"Loh aku kan tanya...tinggal jawab iya apa enggak ...malah ketawa...."


"Haha...jelek tau...masih tampanan Tama..."


"Masak sih...kalau jelek kamu kok mau nikah sama aku..."


kata Toni lagi yang sama sekali tak sakit hati ketika Eva mengatainya jelek, dia menganggap semua itu sebagai candaan saja.


"Iya itu kan karna sebuah kecelakaan..."


kata Eva di iringi tawa setelah kalimatnya.


"Haha...mana percaya aku...meskipun jelek-jelek begini kamu sayang kan..."


kata Toni lagi dengan percaya diri.


"Aah...sudah-sudah sana mandi...bau tau'..."


jawab Eva dengan tersenyum malu.


kata Toni lagi dengan senyum yang menggoda.


"Apa siih...sudah sana mandi..."


kata Eva sambil melihat Toni yang hendak menuju ke kamar mandi.


Tak dapat di pungkiri, kini Eva memang mulai menunjukkan rasa kasih sayangnya pada Toni. Eva memberikan perhatian lebih padanya, meskipun Eva enggan mengakuinya, tapi Toni sudah mengetahui dari perubahan sikap Eva padanya.


Begitu juga dengan Toni, dia mulai menaruh perasaannya pada Eva. Selalu mendahulukan kebahagiaan Eva dan Tama sebagai keluarga kecilnya.


Malam itu tak seperti biasa, Toni sedang libur menjadi tukang parkir. Ada seorang teman yang di minta Toni menggantikannya, karna malam ini Toni ingin menghabiskan waktu menggodai Tama. Melepas lelah dan penat pekerjaannya dengan mendengar tawa Tama yang menggemaskan itu.


Sementara Eva sendiri dengan liburnya Toni, dia kini bisa lebih fokus mengemas berbagai barang pesanannya. Biasanya Eva menunggu Tama tertidur baru dia akan mengemasi pesanannya. Tapi dengan adanya Toni, kini dia selesai lebih awal, dan tepat jam 8 malam semua sudah selesai.


Toni, Eva dan juga Tama pun bercengkrama hangat di depan televisi. Sambil mengobrol tentang banyak hal di dalam hari-hari mereka. Eva dengan posisinya yang terbaring. Sementara Toni sedang duduk dengan Tama yang ada di dalam pangkuannya.


Tengah asyik-asyiknya mengobrol tiba-tiba Eva dan Toni di kejutkan dengan suara ketukan pintu yang cukup keras.


Eva spontan membukakan pintu itu dan mendapati pria misterius yang datang tadi pagi. Padahal Eva baru saja menceritakannya pada Toni, tentang pria yang memberinya uang kembalian cukup banyak itu.


"Eh mas datang lagi....mau beli apa lagi mas..."

__ADS_1


kata Eva ramah kepada Pria yang ada di depannya, masih dengan pakaian yang sama.


"Tidak mbak... saya tak ingin membeli apapun malam ini...saya hanya mengantarkan tuan saya untuk bertemu dengan mbak.."


kata Pria itu sedikit dengan pandangan aneh pada Eva.


" Tuan...siapa mas maksudnya..."


kata Eva menatap penuh kebingungan.


"Itu dia mbak..."


kata pria tersebut sambil menunjuk seorang yang berjalan ke arah Eva dengan sangat elegan.


Seketika mata Eva terbelalak , mendapati Daniel yang sudah tidak pernah di temuinya, tiba-tiba saja datang dan mengetahui tempat tinggalnya.


jadi dia orang suruhan dari Daniel....pantas saja dia bersikap aneh tadi...Tama...tidak...dia Tama ku....dia adalah milikku...dia anakku...


batin Eva memandang gusar ke arah dalam rumahnya, sekarang Eva mengambil sikap dengan sedikit menutup pintu di belakangnya. Berharap Daniel tidak melihat Tama yang sedang bersama Toni.


"Tu...tuan Daniel..."


kata Eva terbata sambil menarik pintu di belakangnya agar sedikit tertutup.


"Apa kabar Eva...."


kata Daniel dengan sangat santai.


"Ba..baik..saya baik..."


kata Eva langsung menjawab basa-basi Daniel dengan cepat. Rasa bencinya pada Daniel seketika itu hilang, terkalahkan oleh rasa takut Eva yang sangat besar. Takut jika Daniel ingin mengambil Tama darinya. Tentu saja Eva tak rela, karna selama ini dia yang merawatnya dan dia juga sudah menganggap Tama sebagai anak kandungnya sendiri.


"Siapa Eva..."


teriak Toni dari dalam rumah, karna heran Eva yang tak kunjung kembali.


Toni pun segera berdiri sambil menggendong Tama, dia menghampiri Eva, membuka pintu yang setengah tertutup itu dan berdiri di belakang Eva.


Eva yang terkaget karna Toni yang tiba-tiba ada di belakangnya reflek menutupi Tama dengan tubuhnya.


Toni sendiri terbelalak karna mendapati Daniel yang berada di depan kostnya dengan senyum menawannya.


"Ka..kau...."


kata Toni yang sangat terkejut.


"Ya...ini aku Toni...kau tak lupa kan denganku...aku Daniel..."


kata Daniel dengan senyum yang semakin cerah pada Toni.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2