Korban Rahim Sewaan

Korban Rahim Sewaan
Tersenyum kembali


__ADS_3

Seketika itu juga Tama terdiam merasakan hangatnya pelukan Eva yang beberapa hari tak dia dapatkan.


Mata Tama yang semula menangis dengan mata tertutup, terbuka dengan lebar. Bola matanya berusaha melihat siapa yang tengah memeluknya.


Dan Tama mendapati Eva yang tengah menggendong dan memeluknya erat. Seketika mereka semua mendapati pemandangan yang tak biasa, Tama tersenyum melihat Eva yang sekarang juga memandangnya lekat. Bahkan Tama tertawa sambil memukul-mukul Eva kecil.


Tak lama Toni muncul dari belakang Eva, dia juga melihat Tama dengan menautkan tangannya di pinggang Eva.


Tama juga melihat kedatangan Toni, tangan mungilnya tiba-tiba berhenti memukul-mukul Eva. Berganti dengan memegang wajah Toni dengan tersenyum bahagia.


Eva dan Toni pun saling memeluk dengan Tama yang berada di tengahnya.


Ranika yang melihat kebahagiaan di wajah Tama, juga kedua orang yang tengah memeluknya. Ranika merasa lega, dia bahkan juga merasakan kebahagiaan yang sama.


Berbeda dengan Arthur, dia malah pergi memalingkan wajahnya ntah kemana. Sementara Daniel dan Arsana hanya terdiam di belakang Ranika dengan tatapan iri pada Eva dan Toni. Tapi jujur mereka juga bahagia melihat Tama yang dapat tersenyum kembali.


"Kami ingin bicara dengan kalian..."


kata Daniel memecah keheningan di antara mereka semua.


Seketika itu Daniel dan Arsana, berjalan ke ruang tamu sambil memeluk erat satu sama lain.


"Susuilah dia dulu Eva...Tama pasti lapar...dia tak memakan apapun beberapa hari ini..."


kata Ranika dengan tatapan penyesalannya.


"Maafkan aku...aku tak tau mereka melakukan ini semua...aku sendiri tak tau bagaimana cara fikir mereka...Daniel dan Arsana mereka hanya mementingkan keinginan mereka..tanpa melihat Tama yang tak ingin bersama dengan mereka....maaf pasti kau tersiksa Eva...segeralah berikan Tama ASI...agar kau juga tak merasakan sakitnya...."


imbuh Ranika lagi menatap Eva lekat.


Eva hanya mengangguk lalu dia pun masuk ke kamarnya, berjalan sambil mencium-cium Tama yang tertawa dengan ulah Eva.


"Apa anda tak mengetahui tentang semua ini nyonya.."

__ADS_1


tanya Toni pada Ranika, karna Toni menangkap perkataan dari Ranika bahwa dia tak mengetahui tentang perbuatan anaknya itu.


"Tidak Toni...mereka tak mengatakan apapun, selepas pulang jalan-jalan bersama Tama kala itu aku pulang...aku fikir mereka akan mengembalikan Tama sesuai janjinya....tapi teryata tidak...mereka bahkan mengancam kalian bukan...juga menyuap polisi atas kejadian ini...maafkan aku...sungguh maafkan aku...seharusnya kejadian seperti ini tak pernah terjadi...kasian Tama.."


kata Ranika panjang lebar dengan tatapan penyesalannya.


"Saya juga menyayangkan atas apa yang terjadi...saya tak tega melihat Eva...dia bahkan mengalami demam karna ini....karna kami juga sangat merindukan Tama....kami tak biasa hidup tanpa Tama..."


Percakapan keduanya terus berlanjut dengan ungkapan berbagai penyesalan Ranika atas kejadian ini.


Tak lama setelahnya Eva keluar dari kamar, dia mengatakan bahwa Tama telah tertidur pulas setelah meminum ASI darinya.


Mereka pun berjalan ke arah ruang tamu dimana ada Arsana, Daniel dan juga Arthur yang sedang berbincang-bincang pelan.


Melihat kedatangan Eva, Toni dan Ranika, mereka pun terdiam. Dan mereka semua pun duduk bersama di sofa ruang tamu tersebut.


"Maafkan kami.."


kata Arsana dan Daniel yang hampir bersamaan.


kata Arsana menatap Eva dengan kesedihan yang mendalam.


"Sekarang aku faham ada ikatan batin diantara kalian...dan aku tak bisa memaksa Tama untuk menerima ku sebagai ibunya..."


"Hanya kau...kaulah Eva yang pantas menjadi ibu dari Tama...."


kata Arsana lagi dengan airmata yang sudah mengalir di pipinya.


"Maaf Toni dan Eva....kami sadar sekarang.. bahwa Tama memang sudah di takdirkan untuk kalian...tanpa sadar Tama sudah memilih kalian sebagai orang tuanya...maafkan kami telah membuat keadaan kacau ini.."


kata Daniel sambil menunduk dalam.


"Mulai sekarang kami percayakan Tama pada kalian...karna hanya kalianlah yang pantas menjadi orangtua Tama..."

__ADS_1


kata Arsana, disetiap katanya Arsana mengucapkannya dengan bergetar. Arsana sebenarnya tak rela tapi dia harus melakukannya demi kebahagiaan Tama.


"Tama adalah anak kalian....rawat dan besarkan dia dengan kasih sayang kalian...kasih sayang sebagai orangtua yang sesungguhnya....kalian benar... mungkin ini balasan untuk kami...Tama sama sekali tak nyaman dengan kami..dia seperti tak menginginkan kehadiran kami...meski kami adalah orangtuanya.."


Arsana menitikkan airmatanya lagi.


"Kalian adalah orangtua Tama mulai sekarang...kami sudah ihklas bahkan saat Tama berusia 7 tahun nanti, Tama pasti akan lebih memilih kalian...karna kasih sayang tulus yang telah kalian berikan, Tama menjadi nyaman berada di dekat kalian..."


kata Daniel sambil memeluk Arsana yang tak mampu berkata lagi. Arsana terisak dalam pelukan Daniel.


"Tapi kami mohon izinkan kami untuk tetap menjenguk dan menemui Tama jika kami merindukannya...kami tak akan mengulangi kelakuan bodoh kami....kami janji..."


ungkap Daniel lagi dengan wajah penuh harapan.


Eva pun juga terharu dengan segala penuturan dari Daniel dan Arsana.


"Kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk Tama...karna Tama sudah saya anggap seperti anak saya sendiri...saya yang mengandung dan melahirkannya...bukankah itu sudah cukup bukti bahwa saya benar-benar sayang padanya..."


kata Eva dengan airmata harunya.


"Silahkan kalian menjenguk Tama sesuka hati kalian...Tama juga anak kalian...kita sama-sama orangtuanya...jadi kita berikan kasih sayang padanya tanpa adanya rasa iri dan dendam....dengan begitu dia akan merasa bahagia...untuk nanti ketika dia sudah mengerti...biarkan dia yang memilihnya...kalian atau kami...itu tak menjadi masalah...yang penting Tama bahagia dengan pilihannya..."


jawab Toni menatap Daniel dan Arsana penuh Arti.


Dan di pagi itu Arsana dan Daniel benar-benar telah menyerahkan Tama pada Eva dan Toni. Mereka berbincang hangat dengan mengutarakan kasih sayang mereka terhadap Tama.


Dia pagi itu juga mereka mendapatkan sebuah keajaiban, Tama yang sudah berhari-hari demam dan tak kunjung sembuh. Setelah beberapa jam bersama Eva dia pun seketika sembuh dan tak mengalami demam lagi.


Bahkan Tama juga tersenyum dan tertawa dengan gemasnya. Membuat siapapun yang berada disana juga tersenyum dengan bahagia.


Sejak saat itu, Arsana dan Daniel lebih menghargai keberadaan Eva dan Toni sebagai orangtua sambung dari Tama. Mereka seminggu sekali menjenguk Tama, membelikan beberapa mainan untuk Tama. Juga selalu memberi Eva dan Toni makanan untuk mereka makan bersama sambil berbincang dan menjaga Tama.


Arsana sendiri sejak saat itu berusaha untuk menjadi ibu. Dia ingin hamil dan mengandung anaknya sendiri dengan Daniel. Arsana bahkan juga melakukan program kehamilan di rumah sakit untuk mempercepat dia mendapatkan seorang bayi.

__ADS_1


Satu bulan setelahnya Arsana mendapatkan kehamilannya, seperti sebelumnya dia memamerkan kehamilannya ke publik. Tapi sayang kehamilannya tak bertahan lama, saat kehamilannya memasuki usia 3 bulan Arsana mengalami keguguran. Dan kali ini tak seperti sebelumnya yang hanya sandiwara, Arsana mengumumkan kegugurannya dengan airmata yang sesungguhnya, karna dia benar-benar menginginkan seorang anak yang lahir dari rahimnya.


Bersambung....


__ADS_2