
Pagi itu seperti biasa Toni sudah pergi dari kost barunya, dia membeli nasi bungkus di warung kecil yang buka 24 jam. Menyediakan berbagai makanan dengan berbagai lauk, dan tentunya dengan harga yang terjangkau.
Toni membeli 3 porsi nasi bungkus dengan lauk ayam dan juga telur.
Setelah itu Toni segera saja membayarnya dan berjalan dengan tergesa menuju kost Eva.
Dia sengaja ke kost Eva pagi-pagi sekali karna tak ingin Eva tau, bahwa Toni yang biasa mengirim makanan untuknya. Toni ingin menaruhnya sebelum Eva bangun dari tidurnya.
Sesampainya di depan kamar kost Eva, ternyata ada seorang pria yang membawa tas dan juga beberapa barang lainnya hendak masuk ke dalam kamar itu.
"Loh mas nya mau ngapain..."
kata Toni terkaget, karna tiba-tiba saja ada seorang pria tak dia kenal akan masuk dalam kamar kost Eva.
"Mau masuk...saya penghuni kost baru disini...memangnya kenapa mas..."
"Penghuni kost baru...memangnya yang ngekost disini kemana mas..."
"Saya gak tau lah mas...tadi pagi saya cuma di telpon kalo ada kamar kosong... dan di minta buat segera nempati...karna memang saya sudah pesan dari kemarin kalo ada kamar kosong buat kabarin saya..dan mbak yang punya kost ngabarin saya kalo udah ada kamar kosong...ya saya kesini..."
Lalu kemana Eva pergi....apa dia pergi dari kemarin...kenapa aku bisa tak tau tentang semua ini...kemana Eva sekarang...dia tak mungkin punya tujuan di kota ini....dia tak punya siapa pun disini...
batin Toni yang merasa bingung, pria di depannya yang tau kebingungan Toni segera saja berkata.
"Sebaiknya mas tanya aja sama yang punya kost mas...siapa tau mbaknya tau kemana perginya penghuni kost sebelumnya..."
"Oh iya mas..terimakasih ya...maaf mengganggu..."
Toni pun segera ke rumah pemilik kost, dan bertanya tentang Eva.
Dari sana Toni mendapat informasi tentang Eva, mengenai baju yang di kenakannya, tas yang di bawanya dan segala yang di lihat wanita pemilik kost di pagi itu sebelum Eva pergi.
Toni pun berjalan tergesa berharap bertemu dengan Eva di jalanan, jujur saja Toni merasa khawatir dengan Eva. Apalagi keadaannya dengan perut yang semakin membesar. Meninggalkan Eva di hari itu membuat Toni malah semakin tak bisa hidup tenang, pasalnya dia terus kefikiran dengan Eva, mengkhawatirkan keadaannya.
Dan akhirnya Toni setiap hari menyempatkan untuk melihat Eva, walau hanya dari kejauhan, hanya sekedar melihat keadaannya baik-baik saja. Dan juga beberapa hari terakhir Toni mengirimi Eva makanan untuk menyambung hidupnya, dia merasa bersalah dan tanggung jawab atas keadaan Eva. Tapi dia malu untuk kembali setelah kepergiannya di hari itu.
Pagi itu Toni segera mencari Eva di jalanan,
__ADS_1
saudara...siapa saudara Eva disini...dia pernah bercerita padaku...dia tak memiliki siapapun disini...tak mengenal siapapun....dia pasti berbohong pada wanita pemilik kost itu....dan sekarang dimana kau Eva...aku harap kau baik-baik saja...
batin Toni sambil terus memandang ke segala arah, berharap menemukan sosok Eva.
Sudah berjalan jauh, dan bertanya pada setiap orang yang di temui dengan menyebutkan ciri-ciri Eva. Tapi Toni tak juga menemukan sosok Eva. Ternyata Toni melewati jalan lain yang tak di lalui Eva. Dia terus mencari dengan wajah khawatir yang tak bisa di tutupinya.
sebenarnya kemana dia..cepat sekali jalannya...sudah menghilang begitu saja...
batin Toni merasa kesal dan khawatir.
Toni mencari hingga sore hari, tapi tak juga menemukan Eva. Hingga waktu yang mulai gelap, Toni hendak bertanya pada seorang yang ada di dekat terminal.
mungkin setelah ini...jika aku tak menemukannya aku akan pulang...ntahlah dengan nasibnya...aku sudah berusaha mencarinya...tapi dia bagai hilang di telan bumi...sulit sekali untuk di cari...
batin Toni sambil berjalan menghampiri orang yang ada di pinggiran jalan.
"Pak maaf apa bapak melihat seorang wanita hamil pak...membawa 2 tas dan memakai jaket tipis berwarna hitam..."
"Waduh saya sudah banyak melihat wanita hamil disini mas...dan gak begitu perhatiin tuh ciri-cirinya..."
"Iya mas maaf ya..."
Saat Toni akan beranjak pergi, tiba-tiba seorang wanita menghampiri pria itu.
"Kenapa lama sekali..."
tanya pria itu pada wanita yang baru saja menghampirinya.
"Itu tadi ada wanita hamil pingsan...kasian..jadi aku melihatnya dulu..."
jawab wanita itu pada sang pria.
Mendengar yang di bahas adalah seorang wanita hamil, Toni pun urung pergi dan bertanya pada sang wanita.
"Maaf bu...apa wanita hamil itu membawa tas...dan juga memakai jaket berwarna hitam..."
"Iya mas...dia membawa 2 tas cukup besar...mas siapa...mas mengenalnya ya..."
__ADS_1
"Astaga...dia wanita yang saya cari seharian ini bu....dimana dia sekarang..."
kata Toni sudah ingin berlari menghampiri Eva.
"Itu mas disana...di ruang tunggu terminal...di kerumunin banyak orang tuh kelihatan dari sini..."
kata wanita itu sambil menunjuk banyaknya orang berkerumun.
"Baik bu....terimakasih ya..."
kata Toni sambil berlari kecil, masih dengan membawa kantong berisi 2 bungkus nasi. karna 1 bungkus sudah dia santap tadi karna lapar saat mencari Eva.
*****
"Kau benar-benar jahat...kenapa kau meninggalkanku sendirian...hah..."
kata Eva dengan wajah kesal tapi air matanya mengalir begitu saja di pipinya.
"Maaf...maafkan aku..aku tak bisa hidup seperti itu terus...apa lagi ada bayi itu...aku tak bisa hidup berdampingan dengannya...karna kau juga yang memilih mempertahankan bayi itu....maka aku yang pergi...aku tak mau hidup dengannya...."
"Tidakkah kau melihat dia Toni...ini juga semua karna ulahmu...jika saja kau tak mengajakku waktu itu...masa depanku juga tak akan sehancur sekarang..."
kata Eva masih berderai air mata.
"Kau tak tau bagaimana rasanya jadi aku...aku merasakan dia yang setiap hari bergerak di dalam perutku...dia hidup disana...dia sudah memiliki jiwa...apa kau tega membunuh seorang anak manusia yang bahkan belum terlahir di dunia..."
"Lalu apa bedanya dirimu dengan kedua orangtuanya yang meninggalkannya begitu saja...kau bahkan lebih kejam dari pada mereka...kau juga meninggalkan ku sendiri dalam kondisi seperti ini...kau..."
Eva tak dapat meneruskan kalimatnya lagi, karna dia yang semakin terisak keras. Dia melampiaskan segala kekesalannya pada Toni yang telah begitu saja meninggalkannya.
Tiba-tiba Toni yang melihat Eva tak sanggup berkata dengan tangisnya, dia segera memeluk Eva dengan eratnya.
"Maafkan aku....maafkan aku...aku memang salah maafkan aku..."
kata Toni dengan memeluk Eva semakin erat.
Bersambung...
__ADS_1