
Daniel pun ikut pulang bersama Arsana karna Arsana yang mengatakan bersedia memaafkan segala perbuatan Daniel dan memilih melupakan tentang perselingkuhannya.
Hubungan mereka berjalan baik kembali selama 2 minggu, tapi setelah itu Daniel kembali berulah. Beralasan tak pulang karna dia memiliki klien baru di berbagai kota, yang mengharuskan dia untuk menemui kliennya dan pulang slalu terlambat ke rumah.
Tak percaya lagi dengan segala perkataan Daniel, Arsana memilih untuk meminta orang suruhannya untuk mengikuti Daniel kemana pun dia pergi.
Arsana mendapatkan fakta lagi, bahwa Daniel masih berhubungan dengan wanita itu, bahkan Daniel membawanya ke villa privat miliknya, menyembunyikan dia disana.
Arsana memilih untuk diam, percuma juga dia memisahkan mereka, karna Daniel yang sepertinya juga menaruh perasaan untuk wanita itu.
Di tengah diamnya Arsana, dia terus memikirkan kehidupannya sekarang, dia memendam sendiri beban hidup yang dia alami kini, tanpa berbicara pada siapapun.
Dia membiarkan semuanya karna dia tak ingin Daniel marah dan pergi dari kehidupannya. Sesakit apapun akan dia jalani asalkan Daniel tetap berada di sisinya. Karna Arsana yang sangat mencintai Daniel.
Tanpa Arsana sadari segala apa yang terjadi pada dirinya kini sangat berpengaruh pada keadaan janin yang ada dalam rahimnya.
Akibat Arsana yang terus memikirkan kelakuan Daniel, dia jadi melupakan segala aturan untuk menjaga bayinya sendiri. Dia tak meminum vitamin dengan teratur, jarang makan tepat waktu dan masih banyak lagi.
Akibatnya di usia kandungan yang menginjak 4 bulan, janin yang berada dalam rahimnya di nyatakan tak berkembang oleh dokter. Dan harus segera di ambil dari rahimnya.
Mendengar kabar tentang gagalnya lagi kehamilan Arsana, Daniel di buat kecewa berat. Pertengkaran pun tak dapat terelakkan, Daniel menyalahkan Arsana atas ketidak mampuannya dalam mengandung seorang anak. Sedangkan Arsana menyalahkan Daniel atas semua sikap curangnya dalam berumah tangga, bahkan Arsana juga mengatakan bahwa selama ini dia sudah mengetahui Daniel yang membawa selingkuhannya ke villa privat milik mereka.
"Semua ini karna kau...karna kau yang telah menghianati aku...karna terus memikirkan kelakuan nakalmu itu...bayi kita menjadi tak berkembang...dan aku harus rela kehilangan untuk kesekian kalinya..."
kata Arsana dengan tangisnya.
"Itu semua hanya alasanmu saja...pada dasarnya memang kau yang tak pernah bisa memiliki seorang anak..."
kata Daniel memandang Arsana meremehkan.
Arsana semakin di buat geram karna Daniel yang sama sekali tak merasa bersalah dengan tingkahnya, dia sekarang malah memaki Arsana atas kahamilannya yang gagal lagi.
"Sekarang juga katakan padaku....kau pilih wanita itu atau aku..."
__ADS_1
Daniel pun terdiam atas kalimat Arsana, Daniel semakin menatapnya tajam.
"Jika kau memilih dia...maka tinggalkan semua yang kau miliki sekarang...karna harta dan kekayaan yang kau nikmati sekarang..tak lain adalah pemberian dariku dan orangtuaku...tanpa ku kau bukanlah apa-apa...sekarang pilihlah...aku atau dia.."
kata Arsana dengan airmata, tapi tergores ketegasan di dalamnya.
Sudah di iming-iming dengan kekayaan yang Arsana miliki, tapi tanpa di sangka Daniel malah menjawab dengan entengnya.
"Aku memilih dia...dan aku akan tinggalkan semua ini...untuk apa aku memiliki semua kekayaan ini...jika aku tak memiliki keturunan sebagai penerusku nanti...dan kau tak mampu memberiku semua itu..."
"Da...daniel..."
kata Arsana dengan terbata karna kaget dengan jawaban Daniel.
"Aku akan pergi sekarang juga dari sini...dan aku tak butuh dengan semua ini..."
kata Daniel sambil melenggang pergi.
"Daniel tunggu...aku tak serius dengan kata-kata ku...tinggalah...apapun lakukan semaumu...tapi aku mohon jangan tinggalkan aku..."
kata Daniel tak berhenti dengan langkahnya.
Dan akhirnya saat itu juga Daniel meninggalkan rumah tanpa membawa apapun dari rumah Arsana, dia bahkan tak menggunakan mobilnya, dia berjalan kaki. Hanya uang tersisa di dompetnya itulah yang dia bawa saat itu.
Daniel menjemput wanita yang ada di dalam villa pribadinya dan membawanya pergi dari sana.
Beberapa bulan berlalu Arsana mendapatkan surat cerainya dari Daniel. Arsana tak menyangka Daniel benar-benar pergi meninggalkannya bahkan mengurus perceraian untuk mereka.
Bulan-bulan berlalu Arsana lewati dalam kesendirian, dia yang sudah berhenti dari pekerjaannya sulit untuk mendapatkan job lagi. Karna kedudukannya saat itu sudah tergantikan oleh banyaknya model baru yang lebih menarik dari Arsana.
Hidup Arsana terasa lebih hancur lagi ketika melihat orang yang paling dia sayangi menikah dengan wanita pilihannya. Arsana masih saja tak rela jika Daniel di miliki oleh orang lain.
Tapi semua sudah terlambat, Arsana mengetahui berita pernikahan Daniel saat istrinya sudah mengandung anak dari Daniel. Dan itu malah membuat Arsana semakin terpuruk dalam hidupnya.
__ADS_1
Daniel memilih hidup sederhana meninggalkan segala kemewahan yang telah dia miliki, bersama wanita yang lebih mengerti dirinya. Daniel kini bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran dan tinggal di sebuah kost sempit bersama istri barunya.
Atas semua kejadian yang menimpa hidupnya, Arsana tak lagi memperhatikan dirinya, dia makan dalam porsi banyak untuk meredam rasa sakit dalam hatinya. Hingga tubuhnya menjadi gemuk dan sangat tidak terawat.
Arsana juga sering berbicara sendiri jika sedang sendiri, kadang juga menangis bahkan tertawa tak jelas.
Atas keadaan ini Ranika di buat khawatir dengan keadaan Arsana. Dia membawa Arsana kembali ke rumahnya untuk merawat putri satu-satunya itu.
Arthur sendiri lebih sering marah-marah atas semua yang terjadi pada Arsana. Dia bahkan juga menyalahkan Arsana karna telah berhenti dari pekerjaannya untuk menuruti Daniel yang kini meninggalkan Arsana seenaknya.
"Aku telah memngeluarkan biaya banyak untuk menjadikanmu artis...tapi kau malah berhenti menuruti pria yang bahkan sama sekali tak mencintaimu itu...lihatlah dia sekarang...dia malah meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini...dan menikah bersama wanita lain..."
kata Arthur berdiri di depan Arsana dan memarahinya.
"Sudahlah pa....semua sudah terjadi....jangan marahi Arsana seperti itu..."
kata Ranika memeluk Arsana penuh rasa sayang.
Sementara Arsana sendiri hanya terdiam dan melamun tak mendengarkan kata-kata orang di sekitarnya.
Keadaan Arsana yang tak kunjung membaik membuat Ranika memanggil ahli psikologi untuk menyembuhkan rasa sakit yang tengah dia alami.
Tapi keadaan Arsana sama sekali tak menunjukkan peningkatan, dia kini malah sering marah-marah dan memukul siapa saja yang ada di sekitarnya. Arsana juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menggores lengannya dengan sebuah pisau.
Atas semua kejadian itu pun, Ranika memutuskan untuk mengirim Arsana ke rumah sakit jiwa untuk menyembuhkannya.
Dan membuat Arsana sembuh kembali seperti sedia kala.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....