Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part11


__ADS_3

Kayla duduk di sebuah danau, tempat di mana dia dan Dion mengukir sebuah kenangan. Kayla menekan dadanya. Rasa sakit yang terus bergelanyut di hatinya tak bisa ia hilangkan, semakin ia ingat semakin terasa sakit dan perihnya menancap.


"Cukup Kay, jawaban mu sudah jelas."


"Dion ..." Kayla menepuk dadanya, ini tidak seperti yang dia bayangkan.


Kenangan demi kenangan berputar di otaknya, dimana dia saat berlarian dan Dion mengejarnya, di iringi salju Dion menciumnya, memeluknya dengan erat. Sekarang tak ada lagi yang bisa membuatnya kuat. Semuanya hancur dalam sekejap.


"Dion, aku minta maaf."


Mikayla terus berkata lirih, bahkan suaranya seakan habis mengatakan minta maaf. Dia beranjak dan berjalan gontai, sepanjang perjalanan dia menangis, membiarkan air matanya mengalir terus. Ia tidak peduli tatapan semua orang padanya.


Ceklek


Hancur semuanya hancur, orang yang ia cintai telah pergi, orang yang ia sayangi terbaring lemah.


Bruk


"Ma ... Ini sakit Ma .... Kay tidak kuat." Mikayla mendongak, dia merangkak dan menggenggam tangan sang ibu. Menciumnya dengan lembut dan menuangkan air matanya. "Ma ...."

__ADS_1


"Mama ..... Bangun Ma ... Kay tidak kuat," Kayla beranjak dan menyembunyikan kepalanya ke ceruk leher sang Mama.


"Mama tau, semuanya ... Dia, Papa yang membawa kita pergi, dia .. Dia ternyata memiliki keluarga baru Ma, dan, dan ..." Kayla tak mampu melanjutkan perkataannya. Perihnya sangat meluluh lantahkan hatinya, di hancurkan dalam sekejap.


....


Sedangkan di tempat lain.


Dion menuju salah satu club, dia meneguk beberapa wiskey. Ia terkekeh kecil, kenapa wanita yang ia cintai mengkhianatinya? Wanita yang ia cintai memberikan cinta padanya, tapi kenapa dia juga memberi luka. "Kay? Kenapa kau melakukannya? Apa kurangnya aku?"


Drt


"Dion kau ada di mana?" tanya seorang pria dengan nada membentak. "Cepat pulang, ada sesuatu yang Daddy ingin bicarakan."


"Dion kau kemana saja? Jam segini kau malah keluyuran." Pria itu melihat jam yang melingkar di lengannya, tepat pukul 12 malam


Dion menatap malas pria di depannya. "Apa yang ingin Daddy bicarakan?"


Seorang wanita mengusap bahu Dion. Suaminya ingin sekali Dion menikah dengan pilihannya. Padahal Dion telah memiliki pasangan.

__ADS_1


"Huh, anak kurang ajar. Aku sudah menetapkan tanggal pertunangan kalian dan minggu depan kalian akan melaksanakannya. Kau tidak bisa menolaknya lagi Dion."


Dion menunduk dan mengepalkan kedua tangannya, rasa sakit di hatinya, ia akan membalasnya. "Baik Dad."


"Di ..." Mommy Aleta tak percaya, putranya yang dulu dengan tegas menolaknya kini menyetujuinya tanpa basa-basi. Ia merasa sesuatu yang tidak beres di antara mereka.


Sejenak pria itu tercengang, lalu tersenyum, dia pun menghubungi teman lamanya dan mengatakan kebahagiannya itu.


"Dion ini Mommy Nak," Mommy Aleta mengetuk pintu bercat putih di depannya.


"Boleh Mommy masuk?"


Ceklek


Mommy Aleta masuk ke kamar Dion, pria muda itu pun menutup pintunya kembali dan membaringkan tubuhnya dengan kasar. Sedangkan Mommy Aleta dia duduk di samping ranjangnya dan memperhatikan putranya yang menutupi kedua matanya dengan salah satu lengannya.


"Nak, kau kenapa? Apa ada sesuatu?" tanya Mommy Aleta.


Dion langsung beranjak, dia memeluk Mommy Aleta dan menangis ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu pada hubungan kalian?"


"Dia mengkhianati ku Mom," ucap Dion dengan perasaan yang sesak.


__ADS_2