Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part51


__ADS_3

Di lain tempat.


Seorang wanita tengah menangis dan duduk termenung, satu ponsel di genggamannya. Foto pernikahannya dengan pria yang ia cintai.


Kenangan demi kenangana berputar di benaknya, hatinya hancur. Kenangan itu seketika hancur, bahkan ia ingin menyatukan kepingan itu. Namun ia tak bisa melakukannya, ia telah berusaha.


"Sebaiknya Nona makanlah dulu," tanpa sadar kedua netranya melihat ponsel Adel. "Saya tidak tau permasalahannya Nona, tapi ..."


"Aku tidak pantas mendapatkan semua kebaikan orang. Suami yang aku cintai, aku tak mengerti perasaannya. Selama ini aku telah menyakitinya."


Pria itu mengulurkan tangannya, menghapus jejak air mata di pipi Adel. "Nona telah melakukan yang terbaik."


"Tidak, kau tau apa? Aku wanita yang jahat, bahkan aku ..." Tenggorokannya tercekat ketika mengingat ibu Kayla. Dia melirik pria di depannya yang kira-kira seumuran dengan Hazel.

__ADS_1


"Ceritalah, kalau itu bisa membuat Nona merasa tenang."


"Saat kecil aku ingin memiliki keluarga yang utuh, aku melakukan yang terbaik. Namun ayah ku tak menoleh pada ku dan mama ku. Ternyata ada sesuatu di antara mereka, aku menutup mata ku. Ternyata Mama ku membuat Ayah ku menikah dengannya dan saat itu aku telah hadir, jadi aku bukanlah anak kandung ayah. Saat aku mengetahui seorang wanita yang di cintai ayah, aku marah. Aku sangat marah, aku tidak rela ibu ku menangis. Aku mencarinya, memintanya pada suami ku. Lalu aku meminta suami ku menikahi adik tiri ku, kau tau. Aku menawarkan membantu pengobatan ibunya, wanita yang aku benci. Adik tiri ku melakukannya, tapi aku mendustainya. Aku tidak benar-benar malakukannya. Bahkan aku menyuruh Dokter atas nama suami ku yang sebenarnya adalah perbuatam ku. Aku kira setelah kepergian adik tiri ku, kehidupan kami akan normal. Tidak, ternyata suami ku telah mencintai adik tiri ku. Aku menutup mata, di rumah kami hanya ada pertengkarang dan pertengkaran. Semuanya berubah, ini salah ku yang membuat suami ku menjauh. Aku tidak melayaninya dengan baik, hingga Tuhan mencabut rahim ku. Tapi suami ku selalu menemani ku, hingga akhirnya aku bersalah, dan lebih menyakitkan lagi. Adik tiri ku telah memiliki anak, diam-diam dia merawatnya sendirian."


Pria itu terdiam, ia tersentuh dengan adik tiri dan suami dari wanita yang ia tolong. Ia tak berani menyalahkannya, karena semuanya adalah penyebab wanita di depannya.


"Kau pasti ingin mengatakan aku bersalah, tidak apa. Aku memang bersalah, aku pantas mendapatkannya."


Drt


"Adel kau ada di mana?" tanya Mommy Mona khawatir. Ia takut terjadi sesuatu pada anaknya itu.


"Aku ada di rumah sakit Mom,"

__ADS_1


"Apa?" Mommy Mona shock. "Sayang apa yang terjadi? katakan rumah sakit mana? Mama akan kesana."


"Rumah sakit xxx Mom."


Adel menutup ponselnya, ia menatap wajah pria yang terdiam sejak tadi. "Terimakasih karena sudah membawa saya kesini. Lain kali saya pasti akan membalas budi anda," ucap Adel. Ia merasa ada beban berat yang telah keluar dari hatinya dan kini ia merasa lega.


"Saya akan menunggu sampai ibu anda datang kesini."


Adel mengulurkan tangannya. "Adel."


"Firman." Pria itu tersenyum. Sekalipun Adel menurutnya keterlaluan, tapi saat ini ia merasa kasihan pada wanita di depannya.


"Terimakasih karena sudah mendengarkan cerita ku."

__ADS_1


"Boleh aku memberikan saran," ucapnya. Adel mengangguk sebagai jawabannya.


"Sebaiknya anda melepaskan suami anda," Firman menunduk, kemudian mengangkat wajahnya. "Suami anda berhak bahagia, begitu pun anda."


__ADS_2