
"Lalu bagaimana dengan Adel? Apa Daddy bisa menyayangi Adel? Bisa berlaku adil?" tanya Hazel. Ia ingin Adel mendapatkan kasih sayang dari mertuanya sama dengan Kayla.
Daddy Azraf menaikkan sebelah alisnya, ia merasa Hazel terlalu jauh ikut campur urusan keluarganya.
"Saya menjamin Daddy akan bertemu dengan Kayla, asalkan Daddy juga mau menyayangi Adel."
"Baik, tapi aku tidak janji jika Adel melakukan sesuatu yang buruk dan ketika Adel melakukan sesuatu yang buruk atau pun Mona, kau tidak bisa ikut campur, bagaimana?" tanya Daddy Azraf. Walaupun ia tidak suka pada Hazel, tapi tidak ada salahnya pria berpengaruh di depannya ikut turun tangan.
Selama ini ia memang tidak takut meskipun sering kali mendapatkan teguran dari Hazel, ya mau bagaimana lagi? Hazel pernah menyuruhnya dan Mona bercerai, sedangkan Mona ikut dengan menantunya, tapi sayang sekali Mona tidak mau bercerai padahal ia sanggup bercerai sekalipun taruhannya adalah perusahaannya yang akan di hancurkan oleh Hazel.
"Baik Dad, kalau sampai Adel atau Mommy Mona melakukan sesuatu yang buruk, saya berjanji akan menghukumnya dengan tangan saya sendiri dan Daddy juga boleh melakukannya sama halnya dengan saya jika anak Daddy melakukan hal buruk pada istri saya dan pada Mommy Mona saya dan Daddy juga akan menghukumnya."
Hazel mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan anatara dirinya dan Daddy Azraf.
"Baik, aku setuju."
"Secepatnya aku akan mempertemukan Daddy dengan putri Daddy."
Hazel beranjak pergi setelah membuat keputusan itu, ia ingin membahagiakan Adel dan akan melakukan apa pun untuknya.
...
Sedangkan di tempat lain.
__ADS_1
Kayla mencium punggung tangan sang ibu, memandangnya dengan penuh kerinduan. Ia sangat rindu pada sang ibu, belaiannya, ciumannya, masakannya, semuanya.
"Ma, Kayla sendiri di sini. Bangunlah Ma, Kayla rindu Mama. Katanya Mama mau pulang, ayo kita pulang. Kita pulang,"
Dulu pernah Mamanya berencana untuk kembali ke kota kelahirannya dan mengenalkan tempat kelahirannya.
"Mama tau," Kayla tertawa kecil. "Aku tidak sanggup untuk menceritakannya Ma, aku tidak sanggup."
"Mama ingat, dulu pernah Kayla menawarkan panggilan dengan sebutan Mommya, tapi Mama tidak mau dan anehnya Mama tidak suka, entahlah, Kayla tidak tau dan ingin tau alasannya. Mama selalu marah kalau Kayla panggil Mommy."
"Mama juga cerita ingin ke pantai." Kayla menghapus air matanya yang mengalir itu. "Tolong bangun Ma, Kayla rindu Mama." Kayla semakin terisak, ia tidak memiliki siapa pun. Ayahnya telah pergi, ia hanya memiliki sang Mama sebagai tempat tempuhnya.
Kayla mengambil ponselnya di tas ranselnya, tiba-tiba ponselnya berdering, ia segera mengangkatnya. "Iya Tuan."
"Belum Tuan,"
Kayla menatap ponselnya yang di matikan sepihak, padahal ia ingin menolaknya, ia tidak mau dan sangat tidak ingin di jemput oleh Hazel. Ia pun menghubungi nomor Hazel, namun sayang Hazel tidak mengangkatnya.
"Apa aku tunggu saja ya? Kalau nanti dia kesini aku tidak ada, bisa habis aku." Gumam Kayla. Dia keluar dari ruangan ibunya dan duduk di kursi tunggu.
Cukup sekian menit, ia mendengarkan seseorang memanggilnya sambil melangkah ke arahnya.
"Tuan," sapa Kayla tersenyum tipis.
__ADS_1
Hazel menengok lewat kaca kecil di pintu ruangan itu. Selama menikah dengan Kayla, ia belum pernah melihat mama mertuanya itu.
"Ayo pulang, kau pasti ingin pulang kan?"
"Iya," jawab Kayla. Dia memang ingin pulang karena waktu telah menunjukkan jam lima sore.
"Ayo, kita mampir ke Restaurant dulu. Aku lapar," ucap Hazel. Karena terburu-buru menjemput Kayla ia sampai menolak ajakan Adel dan Mama mertuanya untuk makan malam.
"Iya tuan,"
...
Kini mereka telah sampai di sebuah Restaurant, Hazel memesan beberapa hidanga mewah untuk Kayla. Entah mengapa malam ini ia ingin bersama Kayla.
"Kau pernah keluar?" tanya Hazel.
Kayla bukan orang yang tidak pernah ke Restaurant mewah. Selama bersama dengan Dion, ia sering di ajak ke Restaurant mewah.
"Iya, waktu masih bersama Dion," jawab Kayla dengan jujur.
Nyes
Seakan ada sebuah pedang yang membelah hati Hazel, ia mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Rupanya pacar mu sangat memanjakan mu ya?" tanya Hazel tak suka. Ia semakin marah saat melihat Kayla tersenyum, seakan menyimpan sejuta cinta untuk kekasihnya.
"Oh ini suami mu Kay, yang menjadikan mu sebagai simpanan pria beristri." Seorang pria menghampiri mereka dan berkata dengan nada menekan sambil menatap benci pada Kayla.