Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part20


__ADS_3

Hazel menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, hingga percikan air yang berasal dari rambut hitamnya hingga terciprat kemana-mana.


Hazel melangkah ke arah ranjang, ada piyama tidur berwaran hitam dan sesuatu yang membuatnya tercengang. "Ini," ia tersenyum, kedua sudut matanya menyipit. "Begitu ya," Ia bergegas memakai piyama hitamnya.


Tok


Tok


"Masuk," ucap Hazel.


Kayla masuk ke dalam sambil menyiapkan kopi hangat. Kemudian menaruhnya di atas nakas. "Saya menyiapkan kopi hangat untuk Tuan," ucap Kayla. Di saat makan malam tadi, Hazel memilih diam dan menunggunya menyelesaikan makanannya.


"Kau bisa mengambilkan aku sesuatu dari laci lemari."


Kayla menuruti titah Hazel, dia menuju ke arah Walk In Closet. Kayla menarik bebera gagang laci, namun yang di temukan hanya pakaian dan dasi. "Tidak ada," teriak Kayla.


"Carilah yang teliti Kay," Hazel memdorong pintu menuji walk in closet, melebarkan pintu itu.

__ADS_1


"Ini, kau ingin meminumnya?" tanya Kayla melihat sebotol anggur merah di tangannya.


Hazel mengangguk, seperti biasa dia akan meneguk anggur itu di kala sedang sentai. Dia pun mengambil anggur itu.


"Tuan, minuman ini tidak baik untuk kesehatan mu."


Kedua manik Hazel menatap lekat wajah Kayla yang menyembunyikan anggurnya di belakangnya. Dia melangkah dan membuat Kayla mundur hingga tubuhnya membentur rak pakaian milik Hazel.


Hazel menundukkan wajahnya. "Kau mengkhawatirkan aku?" tanya Hazel. Kedua maniknya menatap bibir indah dan mempesona itu.


Sedangkan Kayla malah mematung, bagaikan ada aliran listrik yang membuatnya darahnya perlahan menghangat, seakan di tarik oleh sebuah listrik dan jantungnya seakan di pompa, menimbulkan rasa hangat di sekejur tubuhnya. Bagaikan orang linglung, ia tidak sadar Hazel menghentikan ciumannya.


Hazel tersenyum, dia menarik dagu Kayla dan menjetikkan jarinya ke arah dahi Kayla dan membuat wanita itu sadar.


"Au," Kayla meringis. Ia mendorong tubuh Hazel sampai terdorong beberapa langkah.


"Kau," Merasakan debaran yang tak mampu ia tahan. Dia menaruh botol anggur itu di depan dada Hazel dan melepaskannya. Hingga cairan merah itu berserakah di lantai.

__ADS_1


Prang


Kayla berlari, dia tak membiarkan sedikit pun Hazel mengatakan apa pun. Sedangkan Hazel duduk berjongkok, sebelah pahanya menyanggah tangannya. Dia menatap cairan merah yang terlihat menarik itu. Tangan telunjuknya mengambil cairan sisa di botol yang pecah itu dan menciumnya. "Harum dan manis."


Lidahnya menjilat cairan merah itu, sangat menyenangkan. Dadanya berdebar, ia sangat senang melihat wajah Kayla yang mematung bagaikan es. Wajah menggemaskannya itu, menggelitik hatinya.


...


Kayla menutup pintunya dengan kasar, jantungnya seakan ingin keluar dari tubuhnya. Kejadian tadi membautnya benar-benar kehilangan kendali dan arah. Ia memegang bibirnya, lalu berkaca. Bengkak dan ada sedikit luka.


"Ini gila," gumam Kayla. Dia menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya. "Sadar Kay,"


Kayla melangkah dengan cepat ke arah ranjangnya dan menutupinya tubuhnya dengan selimut. Memejamkan kedua matanya, namun nyatanya matanya ingin terbuka dan bayangan Hazel menciumnya menambah aura panas di pipinya.


Sedangkan di tempat lain.


Adel berkali-kali menghubungi Hazel, namun pria itu tak kunjung membalas panggilannya. Ia merasa senang melihat sang ayah yang mendatangi kamarnya dan menyapa walaupun masih dengan ekspresi datar

__ADS_1


__ADS_2