Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part37


__ADS_3

"Tuhan ...." Air matanya mengalir deras. "Aku meminta untuk di pertemukan dengan putra ku dan wanita yang masih singgah di hati ku." Hazel meremas dadanya sambil tergugu.


Ini hukuman untuknya, ini karma untuknya. Dia pantas mendapatkanya. Pernah dia meminta izin pada Daddy Azraf. Seperti biasa ia hanya mendapatkan makian dan bentakan. Seperti pukulan baginya dan menghantam sampai ke ulu hatinya.


Badannya yang dulu gagah, kini kurus kering. Di bawah matanya menghitam, dia terus bekerja tanpa henti. Diam-diam dia telah mewariskan seluruh kekayaannya untuk putranya. Ya, ia tau tentang putranya.


"Tuan, saatnya makan siang." Adam menaruh sebuah kotak nasi. Setelah keluar dari ruangan atasannya, ia memesan makan siang untuk Hazel.


Hazel kadang mengabaikan jam makan siangnya, seolah tidak peduli pada kesehatannya.


"Taruh saja di atas meja."


Adam menghela nafas, "Tuan, tolong jaga kesehatannya. Apa tuan tidak ingin menjaga tuan muda Ghava? Dia butuh sosok tuan."


"Aku merindukannya."


"Saya akan mengatur keberangkatan tuan ke Jakarta."

__ADS_1


Hazel menoleh dan menatap Adam. Tangan kanannya ini selalu mengerti keinginannya.


"Temui nyonya dan tuan muda." Adam tersenyum, kemudian membungkuk hormat.


...


Hazel mengamb beberapa pakaian dari lemarinya, kemudian memasukkannya ke dalam kopernya. Ia tak sabar menunggu hari esom untuk bertemu dengan putranya dan melihat Kayla. Hazel menurunkan kopernya, lalu menyeretnya ke sudut ruangan.


Ia pun menoleh ke arah ranjangnya, seperti biasa ia tidak melihat siapa pun meskipun waktu telah menunjuk jam 01.00 malam. Istrinya yang di sapa Adel, semenjak lima tahun ini keluar malam. Seolah lupa bahwa wanita telah berstatus istri. Kadang pulag mabuk dan akhirnya berujung pertengkaran, ia akui selama kepergian Kayla dan Daddy Azraf semuanya berubah. Mommy Mona yang gemar berbelanja, entah berapa puluhan juta yang di habiskan mertuanya itu. Mommy Mona berhasil ia bujuk untuk berpisah dengan Daddy Azraf dan sebagai gantinya, ia akan memenuhi uang bulanannya karena ia tidak mau, Mommy Mona mengganggu Kayla dan Daddy Azraf. Begitu pun Adel, selain kembali ke jalan remajanya yang dulu juga gemar berbelanja.


Wanita itu menghentikan aktivitasnya sejenak. "Apa tuan ingin makan sesuatu?" tanya Bibi Lin. Dia melanjutkan pekerjaannya. Tengah malam ia ingin makan sesuatu, jadinya dia menghangatkan beberapa kue yang tadi ia buat.


"Bi Lin, aku merindukannya."


"Sama, Bibi juga merindukannya." Bibi Lin tersenyum mengingat wajah Kayla.


"Dia sekarang memiliki putra dan Bibi tau, dia putra ku yang tidak aku pedulikan. Aku takut dan tidak memiliki keberanian untuk menemuinya."

__ADS_1


"Kenapa tuan tidak menemuinya saja?" Bibi Lin menoleh, namun tatapannya tertuju pada wanita di samping Hazel yang menatap nyalang padanya.


"Jadi kau masih belum melupakannya?"


Hazel menoleh, ia melihat Adel yang berpakaian minum berwarna hitam. Lagi pula buat apa sekarang ia menutupinya. Ia tidak ingin ada hal apa pun di tutupi lagi, Adel berhak tau. Pernikahannya juga tak sehat, terbesit dalam benaknya untuk mengakhiri saja, Adel berubah seperti sosok wanita yang tak ia kenal.


"Aku tidak bisa, seberapa pun aku berusaha melupakannya, semakin sakit Adel. Aku berusaha menerima semua ini."


"Selama ini kau diam-diam mencari tau tentangnya?" suara Adel begitu tercekat dia melepaskan tasnya dan memukul dada Hazel. "Kenapa? Kenapa kau tidak bisa melupakannya? Kenapa kau harus mencintainya, kau sudah berjanji dan dia, dia memiliki anak dengan mu."


Tubuh Adel luruh, dia menangis pilu di depan Hazel. Namun Hazel tak berniat untuk menenangkannya, karena ia saat ini pun tak bisa menenangkannya.


"Aku kalah Adel, padahal aku dulu tidak ingin mencintainya dan sekarang aku mencintainya." Hazel kembali menangis, rasanya sakit dan sesak.


"Tidak, kau Hazel ku. Kau akan selalu mencintai ku. Kau sudah berjanji Hazel." Adel berteriak histeris.


Hazel menggeleng lemah, ia melangkah jauh dari Adel, membiarkan Adel menangis kesakitan dan berteriak merancau.

__ADS_1


__ADS_2