Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part21


__ADS_3

"Sayang, mungkin Hazel masih sibuk." Seru Mommy Mona. Dia menyelinapkan separuh rambut adel ke belakang kupingnya. Jujur saja ia begitu senang melihat putrinya yang sangat bahagia. Hatinya juga bergetar saat suaminya menginjakkan kakinya di kamar Adel. Pertama menikah sampai Adel dewasa dan menikah baru kali ini suaminya ada perhatian kecil untuk Adel. Ya, putrinya sangat merindukan sosok sang ayah.


Bahkan sampai saat ini orang itu tidak pernah sadar, perbuatan mereka membuahkan Adel.


"Mommy, aku seneng banget Mom." Adel menghapus air matanya. Ia terharu melihat Daddynya berbicara padanya dan menatapnya. "Aku tidak ingim berbagi, Daddy ku hanya milik ku Mom."


"Iya sayang, Daddy mu hanya milik mu. Apa pun Mommy akan lakukan demi kebahagian mu."


"Dan wanita itu, aku tidak ingin Daddy bertemu dengannya. Daddy hanya milik ku Mom, O iya Mom aku mengirim pesan singkat pada Hazel, tapi mungkin dia lagi sibuk atau sudah tidur, tidak biasanya."


"Sudahlah sayang, Hazel pasti kesini."


"Aku takut wanita itu meray Hazel Mom."


"Kalau sampai itu terjadi, Mommy tidak akan. Tinggal diam," ucap Mommy Mona. "Ya sudah, kamu istirahat saja. Mommy ingin menemui Daddy mu."

__ADS_1


Mommy Mona mencium kening Adel dan meninggalkannya. Kedua kakinya melangkah ke ruang kerja suaminya dan kini ia melihat suaminya sedang melamun.


Ehem


Daddy Azraf tersadar dari lamunannya, dia menatap wanita di depannya itu yang tersenyum.


"Aku kesini, terima kasih." Mommy Mona menunduk, ia salah tingkah. "Em, apa kau butuh sesuatu? Aku buatkan teh atau kopi?" Ia melirik suaminya yang masih belum bersuara itu.


Daddy Azraf menatap Mommy Mona, dia teringat wanita di depannya adalah masa kecilnya. Ya, wanita yang sering menghabiskan masa kecilnya bersamanya. "Aku tidak melakukan apa pun padanya. Aku sadar apa yang aku lakukan, mulai sekarang aku akan mencoba untuk menyayanginya."


Ya aku melakukannya, ini hanyalah sebuah kesepakatan. Aku tidak pernah lupa apa yang kau lakukan pada Sari, ya nama kekasihnya Puspitasari.


Ingin sekali Daddy Azraf tertawa. Kalau bukan karena wanita bermuka dua di depannya ini, ia sudah pasti bahagia. Tapi sekarang, ia akan memberikan keadilan, ia tidak peduli sekalipun kedua orang tuanya mengutuknya.


"Tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan? aku masih ada pekerjaan." Usir Daddy Azraf secara halus.

__ADS_1


"Iya, maaf aku mengganggu waktu mu." Mommy Mona menutup pintu ruangan kerja Daddy Azraf dengan rapat.


Sedangkan Daddy Azraf, dia mengusap wajahnya, menghapus air mata yang menggenang dan siap tumpah itu. "Sari, dimana dirimu sekarang? Bagaimana keadaan mu? Maafkan aku, tapi ini bentuk perlindungan ku dulu. Maafkan aku," sesal Daddy Azraf. Penyesalannya tiap hari semakin menumpuk, seolah ia tak bisa menahannya lagi. Betapa sulitnya hidupnya, semua orang pasti mengira ia hidup bahagia, tapi tidak, hatinya selalu menangis.


"Hazel, apa dia sudah menemukan jejak mereka?"


Daddy Azraf menghubungi Hazel, cukup lama ia menunggu panggilannya di angkat dan menghubunginya hingga beberapa kali. Ia berharap ada jejak yang sudah di temukan oleh Hazel.


"Iya Dad," sapa Hazel.


"Bagaimana? Sudah ada perkembangannya?" tanya Daddy Azraf dengan penuh harap.


Hazel diam, ia tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya. Ia belum melihat bukti pada Adel.


"Kau pasti tidak menemukannya ya?" tanya Daddy Azraf dengan nada kecewa. "Ya tidak masalah, setidaknya aku sudah berusaha. Tapi aku yakin, suatu saat aku akan bertemu dengan mereka. Hazel, kau tidak pernah merasakan penderitaan ku dan aku berharap kau tidak akan merasakannya."

__ADS_1


"Bersabarlah Dad, aku akan membawanya." Hazel tersenyum. Dia berjanji akan mempertemukan papa mertuanya dengan anaknya asalkan ada bukti kalau papa mertuanya sudah memperlakukan Adel dengan baik.


"Ya aku percaya, kau seorang Hazel yang tidak akan pernah mengingkari janjinya."


__ADS_2