Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part24


__ADS_3

Kayla melangkah dengan, dia berjalan menunduk sampai tidak menyadari jarak antara ia dan Hazel sudah jauh.


"Kay,"


Kayla menoleh, "Jangan ambil hati ucapan dari tuan Hazel, dia pria baik."


Kayla tersenyum tipis, ia tidak berharap terlalu jauh dan cukup membuat benteng saja. Ia tidak boleh terlalu masuk ke dalam perhatian Hazel.


...


Hazel melirik Kayla yang berada di sampingnya. Wanita itu melihat ke arah luar sambil menopang dagu. Cukup lama keduanya terjebak dalam keheningan.


Hazel kembali melirik Kayla, ia ingin memulai obrolannya. "Kau suka lagu?"


Hazel merasa canggung dan gugup, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Cukup lama, namun tidak ada suara dari wanita di sampingnya.


"Apa dia memikirkan tikus curut itu lagi?" batin Hazel dengan geram. Dia menatap tajam wanita di sampingnya.


"Kau memikirkannya? Tidak bisakah otak mu tidak memikirkannya?" Hazel sedikit menaikkan suaranya dari satu oktaf membuat Kayla tersadar.

__ADS_1


Kayla menaikkan sebelah alisnya, ia merasa aneh dengan Hazel yang tiba-tiba seakan berteriak padanya. "Apa tuan merasa terpaksa mengantarkan saya?"


"Kau jangan mengalihkan pembicaraan?" tanya Hazel dengan kesal.


"Berhenti di depan," ucap Kayla. Dia malas meladeni Hazel yang berbicara panjang lebar.


"Baiklah, kau akan ku turunkan di sini," ucap Hazel kelewat kesal. Ia sudah berbaik hati pada Kayla, namun Kayla malah memikirkan laki-laki lain.


Kayla membuka pintu depan mobil itu, dia langsung menutup pintu di depan.


Hazel langsung menancapkan gas mobilnya, ia tidak peduli pada Kayla, lagi pula Kayla bukan keutamaan baginya. Ia menyandarkan sebelah tangannya ke pintu mobilnya. Ia menggeleng, hatinya merasa khawatir. Dia pun melirik ke kaca spion, mengamati keadaan di belakangnya.


Dia memutar mobilnya menuju arah tadi, namun sampai di sana dia melihat mobil putih berhenti di depan Kayla. Saat melihatnya, tangannya terkepal kuat. Dimana ia melihat seorang pria tengah memegang tangan Kayla.


"Lepasin Dion, kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi? Ini urusan ku, mau aku bagaimana pun."


Kayla menarik lengannya, namun tenaganya kalah kuat. Dion menarik Kayla ke dalam pelukannya. Dia memeluk erat tubuh Kayla, ia sangat merindukan Kayla, tiap saat tiap detik, hatinya hancur saat membayangkan Kayla.


"Lepasin aku Dion," Kayla memberontak. Kedua tangan mendorong tubuh Dion.

__ADS_1


Dion mencium kepala Kayla, dia tak memikirkan lagi keadaan di sekitarnya. "Aku merindukan mu Kay,"


Kayla menghentikan tangannya, ia juga ingin membalas pelukan Dion. Ia juga merindukan Dion.


"Kay,"


Hazel langsung keluar, dia melonggarkan dasinya, menarik lengan Dion dan langsung memukul pipinya.


"Dion," pekik Kayla saat melihat Dion terkapar di jalan, darah segar mengalir di bibirnya.


Kayla ingin menolong Dion, namun Hazel menariknya semakin menjauh.


"Hazel, apa yang kau lakukan?" teriak Kayla. Ia tidak terima Dion di perlakukan seperti itu. "Kau menyakitinya,"


"Kalau kau sadar aku menyakutinya, seharusnya kau menjaga jarak dengannya. Kau istri ku Kayla,"


Dion bangkit, "Lepaskan Kayla, dia kekasih ku."


Kedua orang itu saling mengeluarkan aura hitam di sekeliling tubuhnya. Dion maju, dia hendak memukul Hazel. Namun Hazel tak semudah itu di lumpuhkan. Dia kembali menyerang Dion dengan meninju pipi dan perutnya.

__ADS_1


"Cukup, jangan apa-apakan Dion." Kayla memeluk Hazel dari belakang, yang membuat pria itu menghentikan tendangannya.


Hazel melepaskan tangan Kayla, dia menarik Kayla ke dalam mobilnya. "Masuk!" titah Hazel. Rasanya sakit melihat Kayla berada di dalam pelukan orang lain.


__ADS_2