
"Apa?" Hazel memijat pelipisnya, baru saja ia bersantai di temani oleh Kayla di dekat kolam. Entah apa lagi yang terjadi di keluarga istrinya dan saat ini ia mendengar kalau ayah mertuanya menampar sang istri. "Aku akan kesana Mom,"
Kayla mengintip, ia tidak bermaksud untuk bertanya walaupun merasa suami kontraknya itu khawatir. Ia yakin sudah pasti masalahnya dengan saudara tirinya itu.
"Kau ingin ke rumah sakit kan?" tanya Hazel mengulangi pertanyaannya. Tadi Kayla meminta izin ke rumah sakit dan ia berniat mengantarnya, namun seperti tidak bisa karena urusan istrinya lebih penting. "Aku akan mengantar mu dulu, tapi aku tidak bisa menemani mu."
"Tidak masalah tuan, kalau tuan sibuk saya bisa memanggil taksi."
"Kau yakin?" tanya Hazel yang di angguki oleh Kayla.
Hazel bergegas ke rumah mertuanya, kebetulan ia ingin membahas sesuatu dengan papa mertunya itu.
Tak butuh waktu lama, Hazel telah sampai di kediaman Azraf dan menemukan sang istri yang tengah duduk di ranjangnya dan Mommy Mona mengompres sebelah pipinya.
Mommy Mona menegakkan tubuhnya, kali ini ia tak bisa mengatakan apa pun. Ia sudah membujuk Adel agar jangan memikirkan perkataan ayahnya, tapi sepertinya tidak bisa dan ia belum bisa mengatakan semuanya.
__ADS_1
"Honey, hey," sapa Hazel dengan nada lembut dan penuh cinta. Sekalipun Adel dulu bersikap apa pun ia tetap menerimanya, bahkan saat Adel tak memikiki anak pun, ia tetap menerimanya. Sebagai seorang suami sudah tugasnya menerima kekurangan dan kelebihan istrinya, tapi anehnya di Adel langsung berhembur memeluk Hazel. Seluruh kesakitan di hatinya ia tumpahkan dalam tangisannya bahkan tubuhnya bergetar hebat. Perkataan ayahnya sangat melukai hatinya.
"Benarkah aku bukan anak Daddy?"
Hazel paham perasaan istrinya, tapi ia akui istrinya terlanjur biasa sampai bertahan dan melakukan apa pun caranya demi menyenangkan sang ayah. "Tidak sayang, dengar, mungkin Daddy Azraf sedang banyak pekerjaan, biasanya seperti itu."
"Tidak, aku sepertinya bukan anak Daddy. Selama ini aku berjuang mendapatkan pengakuannya, aku belajar dengan giat, aku belajar apa pun, aku berusaha."
Hazel kembali memeluk istrinya, yang ia tau memang begitu. Bahkan Adel matia-matian belajar demi ingin Daddy Azraf bahagia.
Hazel mencium kening Adel, kasih sayangnya pada Adel tak pernah luntur dan tak ingin membuatnya luntur.
...
"Daddy aku ingin berbicara dengan Daddy," ucap Hazel. Tanpa di suruh dia duduk di depan Daddy Azraf yang sedang memandang sebuah figura.
__ADS_1
"Ya aku sudah tau dan menyambut kedatangan mu, aku tau kau akan menegur ku." Daddy Azraf mengangkat wajahnya lurus ke depan, tepat menghadap wajah ke arah Hazel. Dia tersenyum sinis, meneguk cairan merah di depannya. "Kau ingin tau kisah ku?"
"Akan aku ceritakan." Bagaikan orang gila Daddy Azraf tersenyum sambil mengeluarkan air matanya.
"Dia, dia orang yang ku cintai. Kami sepakat untuk menikah dan saat itu dia sedang mengandung, aku membawanya ke sini. Bayangkan saja, berapa jauhnya dari Jakarta ke sini? Ah itulah cinta." Daddy Azraf meneguk cairan merah itu. "Kami di pisahkan karena dia, Mona teman masa kecil ku, tapi aku tidak pernah menaruh hati padanya. Entah bagaimana caranya kedua orang tua ku menyuruh ku untuk menikahi Mona yang sedang mengandung, sedangkan cucu kandungnya mereka telantarkan. Aku tak berdaya saat itu Hazel, aku tidak berdaya kedu orang tua ku mengancan ku bahkan dua keluarga itu mengancam ku. Hidup ku bagaikan di nereka Hazel."
Hazel menunduk lekat, mengikuti kisah mertuanya ia tak bisa menolak untuk tidak kasihan. Ini berkisah dua keegoisan yang mengorbankan banyak orang. "Dad, kenapa Daddy tidak mau menerima Adel? Dia tidak tau apa-apa kan?"
"Yah, dia memang tidak tau apa-apa, tapi melihatnya mengingatkan ku bagaimana cara Mona memisahkan kita. Mona yang kamu kenal sebagai Mommy mertua mu tidak sebaik yang kamu kira. Bagaimana aku bisa melihat saat dia menyuruh beberapa orang untuk memperkosa kekasih ku. Bayangkan kalau terjadi pada dirimu, saat aku menolongnya dua keluarga itu memisahkan aku dan sekarang aku tidak tau."
Hati Hazel begitu perih, dia sebagai orang yang mencintai wanitanya tidak akan kuat melihatnya. Sebagai seorang suami ia pun juga bingung apa yang harus ia lakukan.
"Hazel, kau tidak tau wanita akan senekat apa? Selicik apa saat dia terobsesi pada satu pria? Dia akan melakukan segala cara untuk memisahkan mereka? Contohnya diriku, aku harap keadaan ku tidak pernah terjadi pada mu?"
"Bagaimana kalau Hazel menemukan anak Daddy dan kekasih Daddy? Apa yang Daddy lakukan?"
__ADS_1
"Aku akan menebusnya, menebus semua rasa bersalah ku."