Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part36


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian.


Seorang bocah laki-laki dengan usilnya bersembunyi di balik pohon. Dia pun terkekeh sambil memegang air selang di tangan kirinu, sedangkan tangan kanannya menutup mulutnya.


Dia menengok ke belakang, terlihat seorang pria yang kebingungan mencarinya.


"Ghava Elzar Azraf," seru seorang pria. Ia berteriak sambil melirik ke salah satu pohon yang di yakininya bocah gembul itu sedang bersembunyi di balik pohon. "Ghava..."


"Rhion," Bocah tampan itu memanggil lirih dan terkekeh kecil.


Pria yang bernama Rio itu pun langsung menuju ke arah pohon dan mengejutkan bocah itu hingga selang itu jatuh ke tanah.


"Orion," pekik Ghava. Dia memloti pria di depannya dan mengambil selang di tanah itu dan menghadapkan ke pria dewasa di depannya. Sontak air itu pun meluncur ke tubuh Rio.


"Ghava."

__ADS_1


Bocah tampan itu tertawa lepas penuh kemenangan melihat pria di depannya yang basah kuyup. Bocah itu pun lari karena takut pembalasan pria dewasa itu.


"Awas kau ya!!"


"Gak kena, gak kenak." Bocah di panggil Ghava itu menjulurkan lidahnya. Dia terus berlari dan membuat seorang wanita semakin tertawa geli melihat tingkah lucu bocah yang semakin aktif itu. Usil pada semua orang adalah kebiasaannya.


"Tidak menyangka, sudah lima tahun ..."


Wanita cantik dengan senyuman indah mempesona itu menoleh. "Iya ayah, dia sama persis dengannya, wajahnya kalau sifatnya mungkin aku tidak tahu."


Selama ini Ghava tidak pernah menanyakan keberadaan ayahnya, pernah bertanya bahwa ayahnya sudah pergi jauh dan bahagia. Semenjak itu Ghava tak lagi menanyakannya.


Sedangkan Papa Azraf, dia fokus pada perusahaannya di Indonesi, sesekali di ke paris. Namun sama sekali ia tidak pernah bertemu dengan mantan istrinya, putri angkatnya sekaligus mantan menantunya. Mereka menjadi keluarga asing yang tak mengenal. Bahkan, selama lima tahun ini tidak ada kabar atau pun Hazel dan putri angkatnya mencarinya atau mencari Kayla. Di balik semuanya, ia bersyukur keluarganya harmonis. Dia kini menjadi seorang kakek di sisa umurnya yang tak lagi muda.


"Mama!" Ghava berteriak dan berhambur memeluk Kayla. Bocah itu masih saja tertawa, dia menyembunyikan wajahnya saat pria dewasa itu menghampirinya.

__ADS_1


"Ghava, hempzzzz....." Bocah itu memberontak ingin turun saat Rio perlahan mendekatinya.


"Om Rio, jangan ke Ghava ...."


Rio pun berpura-pura menangkap tubuh Ghavaz pria itu menggelutikinya hingga tubuh Ghava berlenggak-lenggok sambil tertawa.


Rio Gunawan, seorang pria yang ia sewa untuk menjaga Ghava dan Kayla dari ancaman keluarga Hazel. Selama lima tahun ini Rio seakan menjadi seorang ayah bagi Ghava, pria iti selalu membantu Kayla, bahkan di saat Kayla menginginkan sesuatu.


....


"Tuan, apa tuan tidak ingin menemui nyonya?" tanya Adam. Selama lima tahun ini dia diam-diam mencari tau keadaan Kayla. Ia pun tau kalau Kayla sudah memiliki anak dan ia yakin, anak itu adalah anaknya. Diam-diam ia hanya bisa melihatnya dari jauh, untuk mendekatinya ia malu, malu dengan perlakuannya. Selama lima tahun ini, ia menggenggam rindu di tangannya, ia hanya mampu mendoakan dari jarak jauh sekaligus meminta keiklasan hati Kayla.


"Tidak, aku cukup malu untuk bertemu dengan mereka. Aku takut Kayla masih membenci ku."


Adam sebagai tangan kanannya, ia terus mencari tau perkembangan Kayla. Bahkan saat Kayla melahirkan bosnya itu diam-diam mendatangi Kayla untuk melihatnya. Ia ingat, bagaimana pria itu menangia sambil memeluk putranya. Tidak perlu ia ragukan lagi saat Kayla melahirkan seorang anak, hatinya sangat yakin Kayla melahirkan putranya.

__ADS_1


__ADS_2